Andaikata masalah selesai hanya dengan menangis..., tentu saya akan menangis seharian....
Memasuki 2015 rasanya masih belum bisa move on. Ah banyak hal yang ingin saya benahi, semua, semua yang ada dalam hidup saya dan dalam pribadi saya, meski saya harus berusaha memaksa diri saya untuk melakukan semuanya. Seperti akhir tahun 2014 kemarin, saat dikantor ada tawaran untuk mengajar persiapan UN selama 2 bulan di Bontang, Kalimantan. Saat itu saya benar-benar ingin kesana, mungkin saya lelah... lelah dengan pekerjaan, lelah juga dengan perasaan... ah... sebenarnya sejak 2 tahun lalu ada kesempatan kesana saya juga mengajukan diri, sayang ditolak, dan terpaksa saya yang memberikan pelatihan buat tutor SD yang harus ngajar SMA menggantikan saya, beruntung yang saya ajari adalah kakak kelas saya, anak akuntansi, yang pasti masih ingat mikro dan makro.
Niat saya ke Kalimantan sebenarnya ingin melepaskan penat, meski saya sudah menangis didepan atasan saya, tetap saja ujung-ujungnya tidak diizinkan dan saya masih disini, dikota bandung sekarang. Saya sadar. jika saya punya amanah dikota ini. Saya punya anak privat yang udah kaya adik sendiri, juga punya adik-adik dimesjid yang setiap minggu ngaji bersama saya, dan ta'lim bersama saya. Tapi tak bisakah saya beristirahat sebentar? meski saya tau di Kalimantan saya akan mengajar pula bukan untuk liburan.
Intinya saya butuh waktu untuk "Istirahat", karena Bandung seperti Labirin hidup buat saya, dimana saya hanya berputar-putar didalamnya, tanpa tau jalan keluarnya kemana. Yah meski tragedi Air Esia kemaren membuat banyak orang jadi phobia dengan pesawat, bagi saya enggak, saya udah pasrah sama Allah, mau diudara, didarat, atau dilaut sekalipun kalau sudah saatnya mati ya mati, tidak bisa dirubah lagi.
Dan setiap kekecewaan selalu mengundang hikmah...
Ketidakberangkatan saya ke Kalimantan, tentu ada hikmahnya untuk saya, saya bisa bertemu denga orang yang sangat ingin saya temui.
Dan ketika bertemu... tentu ada kebahagiaan dihati saya, apalagi saat bertemu dengan gadis itu, gadis cantik yang selalu tersenyum dan berwajah ceria, melihatnya selalu mengalirkan energi positif kepada saya. Saya akhirnya berfikir mungkin Allah menghendaki banyak kebaikan pada saya.
Bukankah suatu hal yang membahagiakan, bertemu dengan seseorang yang sangat ingin ditemui?
Masalahnya belum selesai, tapi hidup saya harus terus berjalan kan?
Semoga setiap pertemuan yang tidak saya rencanakan, membuat saya semakin kuat menghadapi
ketetapan Allah, aamiin.
Bandung, 24 Januari 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar