Minggu, 19 Januari 2014

Ketika Ucapan Menjadi Doa...


Entah apa yang terfikir saat ini, saat saya what’s upan dengan teman yang menanyakan alasan saya menolak ikhwan yang ingin ta’aruf dengan saya.

“ Dia bukan tipe dirimu yah?”

Jawaban saya pada saat itu entah jujur atau tidak, tapi saya spontan menjawab :

Abis gak militan, Aku sukanya ikhwan yang militan, Yang lebih mentingin urusan umat (dakwah) daripada urusan sendiri.

Alasannya mungkin tidak sesederhana itu, jujur bagaimana bisa saya berta’aruf dengan seseorang yang bahkan tidak tau ta’aruf itu seperti apa? Apakah saya harus berta’aruf dengan seseorang yang hanya pandai memuji, tapi tak pernah punya keberanian untuk datang menghadapi orang tua saya?

Aku  kemudian berfikir... apakah aku begitu militan dalam berdakwah, hingga aku berkata seperti itu pada temanku. Ah... aku selalu yakin jika dibumi yang mungkin sudah rusak ini, masih ada orang-orang yang dengan penuh keikhlasan mewakafkan dirinya, hidup dan matinya dijalan dakwah. Dan aku tau hanya orang-orang luar biasa yang mampu melakukan itu.

Tapi... biarlah kata-kata itu menjadi doa, biarlah malaikat yang mengaminkannya, menyampaikan pada pemilik Bumi dan Langit , aamiin


Bandung, 19 Januari 2014

Rabu, 08 Januari 2014

Kamis, 02 Januari 2014

Menulislah

Dalam hidup ada manusia yang diberikan kelebihan oleh Allah dan hanya mungkin terjadi pada dirinya saja. Didunia ini banyak kan orang yang suka masak, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar bisa masak. Didunia ini banyak orang yang suka mejahit dan merancang pakaian, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar bisa menjahit dan merancang pakaian. Begitu juga dengan menulis, banyak orang yang suka menulis, tapi yang benar-benar bisa menulis hanya sedikit.