Rabu, 25 Mei 2011

An-Nissa


Imam Ath-Thobroni meriwayatkan di Al-Mu’jamul Kabir (20/374, no.648) dari hadits Al-Miqdam bin Ma’di Karb rodhiyallahu ‘anhu dengan isnad shohih, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama berdiri di hadapan manusia. Maka ia memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,
إن الله يوصيكم بالنساء خيراً إن الله يوصيكم بالنساء خيراً فإنهن أمهاتكم ، وبناتكم ، وخالاتكم
إن الرجل من أهل الكتاب يتزوج المرأة وما يعلق يداها الخيط ؛ فما يرغب واحد منهما عن صاحبه حتى يموت هرماً
Sesungguhnya Allah mewasiatkan kepada kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya Allah mewasiatkan  kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka adalah ibu-ibu kalian, putri-putri kalian dan bibi-bibi kalian. Sesungguhnya ada seorang dari Ahli Kitab yang menikahi seorang wanita , dan ia tidak pernah mengikat tangan wanita itu dengan benang. Maka salah satu dari keduanya tidak membenci pasangannya sampai mati”

Sabtu, 14 Mei 2011

Kecewa


Siapa saja yang tidak rela terhadap ketetapanKu dan tidak berlaku sabar terhadap cobaanKu, dan tidak bersyukur terhadap nikmat-nikmatKu, maka carilah olehmu Tuhan selain AKU!
(Hadist Qudsi)

Perasaan ini tanpa sadar menyelinap dalam kalbu, saat apa yang kita harapkan ternyata tak sesuai dengan kenyataan..., kecewa karena manusia? Atau jangan-jangan sebenarnya kita kecewa pada Allah yang dengan kekuasaannya ia menyerahkan kepada kita manusia-manusia dengan segala keterbatasannya yang membuat hidup kita jadi galau, kacau balau, dan berantakan?

Saya sedang mencoba menasehati diri sendiri..., bukankah yang seharusnya kecewa itu Allah?
Allah yang dengan KebesaranNya telah menciptakan kita sebagai makhluk yang sempurna, di muliakan, dan ditinggikan  derajatnya sehingga Allah perintahkan seluruh makhluk bersujud kepada seorang ciptaanNya yang bernama MANUSIA!

Allah yang lebih layak kecewa, Ia menciptakan kita dengan segala kelebihannya, nyatanya kita makhluk hina yang tak tau malu, berbuat dosa, mengingkari kebenaran, jarang sekali bersyukur, lebih banyak menuntut, lebih banyak mengeluh, dan lebih banyak lalai akan kewajibannya!
Menyalahkan Keadaan adalah solusi termudah dalam menghadapi masalah, tak sadarkah kita siapa yang telah mengizinkan sebuah ketetapan itu terjadi pada hambaNya?

“ Sesungguhnya Allah SWT tidaklah menetapkan suatu keputusan, kecuali akan berakibat baik padanya” (HR Ibnu Hibban dari Anas)

“Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, tidaklah Allah menetapkan satu ketetapan bagi seorang mukmin melainkan hal itu baik baginya, dan yang demikian itu hanya bagi seorang mukmin”  (HR Muslim dan Ahmad)

Jangan biarkan kekecewaan itu bersemayam dalam jiwamu...

Jangan biarkan kekecewaan itu menguras waktumu hingga menumpulkan logika berfikirmu...

Jangan biarkan kekecewaan itu menjadi sebuah bom waktu yang siap meledakkan amarahmu...

Jangan biarkan kekecewaan itu  menguras air matamu, hingga kau tak menyisakkan air matamu untuk menangisi dosa-dosamu yang menggunung tinggi...

Jangan biarkan kekecewaan itu mengahalangi langkahmu untuk berjalan dan melanjutkan hidupmu...

Memilih bersyukur, Menyelesaikan masalah, Mengikhlaskan, dan Melanjutkan Hidup...
Semoga Allah tersenyum padaku, Selamat Tinggal Kecewa!

Selasa, 03 Mei 2011

Pementor

“Barangsiapa yang menempatkan dirinya sebagai pemimpin manusia, maka hendaklah dia memulai dengan mengajar dirinya sebelum mengajar orang lain, dan hendaklah dia mengajarnya dengan tingkah lakunya (suri tauladan) sebelum mengajarnya dengan kata-kata, dan orang yang mengajar dan mendidik dirinya sendiri, lebih berhak dihormati dari orang yang mengajar dan mendidik orang lain.” (Ali Bin Abi Thalib)