“Barangsiapa yang menempatkan dirinya sebagai pemimpin manusia, maka hendaklah dia memulai dengan mengajar dirinya sebelum mengajar orang lain, dan hendaklah dia mengajarnya dengan tingkah lakunya (suri tauladan) sebelum mengajarnya dengan kata-kata, dan orang yang mengajar dan mendidik dirinya sendiri, lebih berhak dihormati dari orang yang mengajar dan mendidik orang lain.” (Ali Bin Abi Thalib)
Saya sudah lupa sejak kapan pertama kali menjadi pementor, tapi seingat saya pertama kali jadi pementor itu waktu duduk dibangku SMA. Diminta ngisi pesantren kilat sama alumni di SMP saya. Kebetulan waktu itu saya dan temen-temen saya banyak yang ikut, awalnya sih ragu... tapi akhirnya terbiasa juga. Dari situ akhirnya menjadi terbiasa, dan diminta pula untuk menjadi pementor adik-adik asuh yang dapet beasiswa.
Sayangnya karena satu dan lain hal, ketika di SMA, saya dan kebanyakan temen-temen seangkatan gak pernah diamanahi buat jadi pementor buat adik-adik. Mungkin karena banyak masalah yang terjadi di angkatan saya, jadinya dianggap gak pantes buat jadi pementor -.- akhirnya saya lebih fokus sama aktivitas saya di kampus sebagai mahasiswa, dan memilih aktif di organisasi kemahasiswaan.
Termasuk di masjid, saya merasa temen saya lebih pantas untuk jadi pementor, dilihat dari kapabilitasnya, ilmu, amal, dan ibadahnya jauh di atas saya. Dan syura pun sudah mengamanahi adik-adik pada temen saya itu. Hingga suatu hari sms masuk ke Hp saya, dari salah satu adik saya di mesjid.
“Teh.. kira-kira bisa ngisi mentoring akhwat?”
Bales : “Teteh kayannya belum pantes jadi pementor (murabbi)”
“Kalo bilang mslah pantes ga pantes gkan ada pantesnya sampai kapanpun. Kalo saya tanya teteh siapnya dan merasa pantesnya kapan hayo?”
Bales : “Gak tau juga sih... teteh masih bingung, bukan masalah mau atau enggak, tapi kayanya masih banyak yang pantes buat jadi pementor selain teteh”
“iya udah teserah teteh, saya bingung mau ngomong apalagi hahaha..
Setan pasti akan membisikkan seribu bahkan miliaran alasan, untuk menghalangi manusia melakukan kebaikan
1 Rahasia saya buat teteh, mengapa saya semangat bener nyari ilmu? Karena saya jadi pementor. Saya pengen anak mentor ini puas dengan apa yang saya sampaikan.
Maksain awalnya mah, da saya ga mau amalan yang insya allah dapat menghantarkan ke surga ini di rebut orang lain itulah pemikiran saya ketika ditawari jadi pementor.
Rasul pun tidak pernah berkata tidak jika dimintai sesuatu (hadist) lupa hadist apa.
Ga ada maksud untuk nyindir ya ^^, maaf beribu2 maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung. Ada yang mendorong saya untuk mengatakan itu Mungkin Allah ingin menyampaikannya Cuma lewat saya.
Teteh kan baik, jangan marah ya ^_^”
__________________________________________________________________________
Kata-kata paling awal yang saya tulis, adalah kata-kata dari seseorang yang sangat saya kagumi, beliau adalah orang yang didik dan di mentor langsung oleh manusia mulia, Muhammad bin Abdullah. Kata-kata diatas bukan menjadi alasan bagi siapapun untuk tidak mau mengemban amanah sebagai seorang pementor/murabbi. Kata-kata diatas adalah nasihat bagi siapa saja yang akan belajar menjadi seorang pementor/murabbi.
Dan saya sangat, berterima kasih pada adik-adik yang banyak mengingatkan saya untuk terus berjuang dijalan dakwah. Merakalah yang menjadi motivasi terbesar bagi saya.
“Laula murabbi, ma’araftu Rabbi, Jika tidak karena guruku tidak akan kukenal siapa TuhanKu”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar