Alkisah disuatu kerajaan di
Negeri Ginseng, hiduplah seorang putra Raja, pangeran ke 8 dari Selir Raja yang
kesekian. Pangeran yang tampan, cerdas, dan baik hati. Ia memiliki seorang
istri yang sangat cantik dan juga baik, pernikahan pangeran dan putri ini
memang bukan pernikahan yang dilandasi rasa cinta, melainkan pernikahan
politik, bukan karena pangeran menyukai putrinya, putri memang sangat mengagumi
pangeran, dan mencintai pangeran, tapi pangeran menerima pernikahan lebih
karena kepatuhannya pada titah Raja, jadi tanpa rasa cinta akhirnya pangeran
menikah dengan putri itu.
Siapa yang berusaha membenahi batin, Allah SWT akan meluruskan lahirnya, siapa yang berbuat demi agamanya niscaya Allah akan menanggung kehidupan dunianya, siapa yang memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan makhluk (Ali bin Abi Thalib)
Rabu, 28 November 2018
Selasa, 13 November 2018
Hard
“Seseorang begitu keras, mungkin
karena dimasa lalu hidup begitu keras terhadapnya. Hidup yang memahat
kepribadiannya, memahat sifatnya. Kalau suatu hari kita mendapati sifatnya
seolah menyakiti kita, mungkin kita belum pernah merasakan betapa sakitnya ia
ketika menghadapi kerasnya hidup ini kepadanya. Tentang keluarganya yang
mungkin tak sehangat dan seutuh yang kita miliki. Tentang ekonomi yang mungkin
tak selapang kita, sehingga untuk sekolah, makan, dan segala bentuk hal-hal
yang mudah kita miliki, ia harus berjuang lebih. Mungkin, dengan berfikir
seperti ini. Kita lebih mudah menyalakan empati. Kadang, di hidup kita sibuk
memikirkan diri, kenyamanan, penghormatan, dan harga diri. Lupa kalau-kalau
kita tidak membutuhkan itu dari orang lain. Bagaimanapun sikap dan sifat orang
lain kepada kita, kita tetaplah utuh” Kurniawan Gunadi.
Langganan:
Komentar (Atom)

