Rabu, 28 November 2018

Pangeran Negeri Ginseng


Alkisah disuatu kerajaan di Negeri Ginseng, hiduplah seorang putra Raja, pangeran ke 8 dari Selir Raja yang kesekian. Pangeran yang tampan, cerdas, dan baik hati. Ia memiliki seorang istri yang sangat cantik dan juga baik, pernikahan pangeran dan putri ini memang bukan pernikahan yang dilandasi rasa cinta, melainkan pernikahan politik, bukan karena pangeran menyukai putrinya, putri memang sangat mengagumi pangeran, dan mencintai pangeran, tapi pangeran menerima pernikahan lebih karena kepatuhannya pada titah Raja, jadi tanpa rasa cinta akhirnya pangeran menikah dengan putri itu.


Singkat cerita  beberapa tahun kemudian datanglah saudara jauh sang putri yang ikut mengabdi di kerajaan. Saudara perempuan putri itu bernama Hae Soo, Hae Soo adalah gadis muda yang cantik, baik hati dan ceria. Kehadiranya membawa kehangatan di kerajaan, termasuk sang pangeran yang ternyata merasa kagum dan simpati terhadap Hae Soo.

Pangeran dan Putri memang sudah menikah cukup lama, namun belum juga dikaruniai keturunan, meliahat perlakuan sang suami yang begitu baik dan simpati terhadap Hae Soo, sang putri yang juga sedang menderita sakit keras akhirnya berkata kepada sang pangeran

“Suamiku... kita sudah lama menikah, tapi belum juga diberikan keturunan, padahal harus ada seseorang yang mewarisi takhta dan melanjutkan generasi dari keluarga kita, lagipula kondisi ku saat ini seperti ini, lebih baik kau ceraikan saja aku, dan kau menikahi Hae Soo saudaraku, dia gadis yang saangat baik, dan mungkin yang paling tepat untuk mendampingimu, umurku tidak akan lama lagi didunia”

Mendengar perkataan istrinya itu sang pangeran sedih, dan dia tidak memperdulikan apa yang disampaikan oleh istrinya itu, pangeran berkata

“Sudahlah kamu jangan berfikir yang tidak-tidak, kamu akan sembuh, percayalah, aku tidak akan meninggalkanmu dengan kondisi seperti ini”

Beberapa hari selanjutnya keadaan sang putri semakin menurun, sang pangeran dengan penuh kesabaran mendampingi sang putri, hingga ketika bersama sang pangeran, sang putri menghembuskan nafasnya yang terakhir.  Sang Pangeran merasa begitu kehilangan istrinya, ia tau istrinya begitu setia dan begitu mencintainya, sayangnya satu hal yang begitu disesali pangeran, pangeran belum pernah mengatakan bahwa ia mencintai istrinya itu, karena meski pernikahan begitu lama, sejatinya sang pangeran tidak pernah benar-benar mencintai Istrinya itu.

Pangeran memang mencintai Hae Soo, tapi tidak serta merta menikahinya setelah kepergian istrinya, dan ternyata  meskipun Hae Soo juga mencintai sang pangeran, akhir cerita mereka tdak menikah, dan menjalani kehidupannya masing-masing.

Sedih yah? Haha itu memang cerita dalam sebuah drama korea yang berlatar kerajaan, cerita utamnya memang bukan tentang kisah cinta tapi tentang perebutan takhta, tapi entah kenapa saya begitu terkesan dengan tokoh pangeran ini, pangeran yang baik hati ini walau tidak mencintai istrinya, tapi tetap mejalani kehidupan sebagai suami istri selama bertahun-tahun, tanpa pernah menyakiti hati istrinya, memperlakukannya dengan baik, dan mampu menahan dirinya untuk tidak menikahi wanita lain yang ia cintai selain istrinya. Laki-laki langka memang, jarang ada yang seperti ini, padahal tentu saja sang pangeran ini bukan seorang muslim, yang tidak pernah membaca AL Quran dan As Sunah sebagai tuntunan hidupnya.

Sang pangeran benar-benar mengamalkan nasihat Rasullulah
Dari Abu Hurairah, Rasullulah bersabda:
“Berbuat baiklah kepada wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para wanita dengan baik” (HR Al Bukhari)

Susah memang cari laki-laki yang sholeh sekarang, beberapa teman dan murid tak jarang meluapkan emosinya jika tiba-tiba putus sama pacar, atau tiba-tiba gak jadi nikah gara-gara laki-laki yang akan jadi calon suaminya malah selingkuh sama perempuan lain, mereka yang tersakiti dan hampir depresi akan bilang “Suami laki-laki sama, kalau enggak Homo yang Berengsek”, kasian mereka padahal didunia yang kejam kaya sekarang masih ada laki-laki sholeh yang taat dan patuh sama Rabbnya. Laki-laki soleh itu langka, saking langkanya hanya sedikit perempuan beruntung yang mendapatkannya, karena baik saja tidak cukup, seenggaknya dia juga harus ngerti agama, saya selalu ingat pesan tentang laki-laki seperti ini

“Pilihlah suami yang baik agamanya, jika cinta ia akan memuliakanmu, dan jika marah ia tidak akan menghinamu”

Yah setidaknya laki-laki itu mau bertanggung jawab untuk diri kamu, bukan hanya tentang dirinya dan keluarganya, tapi dia mau bertanggung jawab untuk setiap air mata dan senyum yang ada diwajah kamu, sabar saja... kalau tidak sekarang bertemu, mungkin besok akan dipertemukan. Kalau tidak diunia, mungkin di Surga, aamiin.

Bandung, 28 November 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar