Senin, 28 April 2014

Untitled

Abdullah Ra berkata : Rasullulah bersabda :
“Buruk sekali orang yang berkata : Aku lupa ayat ini dan ayat itu, akan tetapi (katakanlah) aku terlupakan. Dan (untuk itu) bermuzakarah (mengingat-ngingat) Al-quran-lah kalian, sesungguhnya Al-Quran itu lebih mudah terlepas dari dada daripada binatang ternak”
Hadist Sahih, diriwayatkan oleh Bukhari (hadist no 4644 dan 4651) dan Muslim (hadist no 1314-1317)

Sabtu, 19 April 2014

Magician..

Ada yang lain dari ta'lim Sabtu kemarin, salah satu adik saya yang dimesjid mendapat jadwal untuk mengisi kajian malam itu, sebelum menyampaikan materi dia berbicara, jika malam ini dia tidak akan banyak menyampaikan materi.

Adik saya yang satu ini adalah satu dari 2 adik yang paling tua dimesjid, mahasiswa tingkat satu sebuah Universitas Negeri ini adalah salah satu adik yang paling militan dalam dakwah, dan saya selalu senang setiap kali ia menyampaikan materi, hidayah yang Allah berikannya membuatnya lebih dewasa, ia adalah orang yang paling banyak mencari Ilmu, hingga tidak segan-segan menegur saya jika saya salah.

Kembali ke ta'lim semalam, ia membawa korek api gas kecil untuk menyalakan api, kemudian ia meminta saya maju kedepan, mengecek korek api gas itu dan meminta saya menyalakan sebatang stick panjang yang diatasnya ada kapas, dia meminta saya membakarnya, dalam beberapa menit stick itu terbakar, dan tak lama padam, menyisakan sebuah mawar merah, hehehehe... atraksi yang menarik. Disana sebenarnya ada 3 akhwat lain, semuanya adik-adik saya, kenapa tidak salah satu dari mereka? saya berfikir akan lebih aman kalo bunganya buat saya, karena saya yang paling tua, nanti kalo dikasih sama adik-adik akhwat malah rebutan :p

Selanjutnya ia bercerita tentang pahal sedekah, bahwa jika kita sedekah, Allah akan membalasnya lebih banyak dari yang kita sedekahkan, ia kemudian mengeluarkan sebuah tas hitam kardus, dan dia punya 4 kardus, dia bilang "Kalau akang punya 4 kardus terus akang sedekahkan 1 sisanya jadi berapa?" 3 kang, adik-adik yang lain menjawab, "Kalau akang sedekahkan 2 kardus sissanya jadi berapa?" 2 kang, mereka menjawb lagi, hingga pada kardus ke4 "Nah kalo akang sedekahin smeuanya, sisanya jadi berapa sekarang?" habiiiiiiiiis, adik-adik yang lain menyahut. Tidak, Allah akan membalas lebih banyak dari apa yang kita keluarkan, maka adik saya yang menjadi pemateri itu mengeluarkan beberapa kardus kecil dari tas yang tadinya hanya berisi 4 kardus, hehehehe amzing.

Adik-adik saya yang ta'lim malam itu pada keheranan, dengan atraksi tadi, selanjutnya pemateri Ta'lim itu mengerluarkan  Kartu Remi, dan meminta  4 orang untuk maju kedepan, mengambil secara acak kartu yang ada ditangannya sesuai dengan angka dan bentuk kartu yang disukai, apa tempe, keriting, hati, atau sekop, keempat adik-adik saya melakukannya, dan sipemateri bilang "Ayo diyakini yah, kartu tadi yang diambil, jenis kartunya, warnanya, juga angkanya"  yang maju kedepan itu 4 orang, Kamal, Hanif, Tika, dan Nabila.
Siakang pemateri mulai mengocok kartunya beberapa kali, dan menyisakan 4 kartu. Masing-masing kartu yang ia keluarkan ternyata cocok dengan kartu yang dipilih oleh 4 anak tadi, kecuali Kamal, kartunya salah.
Siakang pemateri bertanya " Kamu tadi ambil kartu yakin gak?" Kamal menjawab "Yakin Kang"
"Cuma kamu aja yang gak sama kartunya, sekarang kamu pegang sisa semua kartu ini, yakinin yah bakal ketemu" Kamal menjawab "Iya Kang", dalam hitungan ketiga Siakang pemateri menjatuhkan seluruh kartu hingga tersisa satu kartu, dan ternyata satu kartu terakhir yang dijatuhkan itu benar kartu milik Kamal Tempe dengan no 2.

Tak lama, akhirya ia menjelaskan hikmah dari permainan tadi, Keyakinan, yah ini tentang Iman, seberapa BerIman kamu kepada Allah, tidak ada yang kebetulan dalam hidup, semuanya sudah digariskan dan ditentukan sesuai dengan Kehendak Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang BerIman yang yakin dengan Ketetapan Allah SWT.

Begitulah... , ia bersama teman-temanya mencari cara, membuat Dakwah menarik bagi setiap orang, terutama remaja-remaja yang sudha malas datang ke mesjid, ia bilang saat ini dakwah pun harus kreatif, kita harus gunakan media yang menarik, agar setiap orang tertarik dengan dakwah.

Saya senangb melihat adik saya ini begitu semangat dalam berdakwah, semoga kami bisa belajar banyak darinya bagaimana berdakwah dengan cara yang baik dan menarik, sehingga tidak terkesan monoton dan membosankan.

Besok-besok sulapnya lebih rame lagi yah, kalo bisa keluarin kelinci dari Topi, atau burungnya sekalian :)

Barakallah, semoga Allah senantiasa menambah Ilmu kita, aamiin

Bandung, 20 April 2014

Rabu, 16 April 2014

Sebuah Nama Sebuah Cerita


Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.” 


Kamu pernah dengar kan pepatah yang bilang "Apalah arti sebuah nama?"
Ya, tapi itu hanya pepatah, sebagai muslim saya meyakini bahwa nama itu adalah doa, ya doa yang diharapkan oleh orang tua untuk anak-anaknya.

Saya lahir sebagai seorang muslim, dari kedua orang tua yang juga muslim, tapi saya dibesarkan bukan dengan pendidikan Islam yang kaffah, orang tua saya, keduanya juga berasal dari keluarga didesa yang jauh dari hiruk pikuk ajaran Islam, mereka besar dengan pengaruh ajaran Hindu-Budha yang kental (baca:kejawen). Maka kalau bicara nama, saya dan 3 saudara kandung saya, tidak ada satu pun namanya yang keliatan Islam banget, yah minimal kalo laki-laki ada kata Muhammad, atau kalo perempuan ada nama Arab-arabnya, kaya Nur, Aisyah, atau Fathimah, ini enggak ada sama sekali.

Hingga akhirnya saya mendapatkan hidayah di sebuah mesjid namanya mesjid Al-Istiqomah, yah saya aktif dalam organisasi Remaja Mesjid, disinilah saya belajar banyak hal terutama tentang Islam, dan ternyata, teman-teman, akan-teteh yang di REMASIS (Remaja Mesjid Al-Istiqomah) namanya tidak ada satu pun yang ada nama Islam-Islamnya -___-

Bukan kami tidak bersyukur dengan nama kami, tapi ketika saya belajar Islam lebih banyak, sayapun ingin sekali punya nama Islam yang baik, dari seluruh anggota Remasis, sebenarnya ada satu yang namanya cukup Islami, Kang Ahmad, ya beliau adalah 1 dari 5 ikhwan pengurus Remasis yang namanya Islami banget, tapi entah kenapa ia akhirnya mengganti namanya dengan Alief -__-
yah, dia menamai beberapa barang kesayangannya dengan nama itu, nah dari kang ahmad inilah akhirnya masing-masing anggota Remasis punya nama Islami, ini diantaranya :

1. Kang Ahmad jadi Alief
2. Kang Taufik jadi Ismail
3. Kang Rian jadi Saefullah
4. Kang Supriatna jadi Hamzah
5. Teh Ninik jadi Syifa
6. Teh Cici jadi Khumaira
7. Teh Mayang jadi Syahida
8. Heni jadi Hanifah
9. Siska jadi Syiha
10. Titik jadi Fathiya

Iya kalo diliat jadi jauh banget kan itu nama Asli sama nama Islamnya -__-
Itulah yang pada akhirnya nama Fathiya saya gunakan ampe sekarang, saya sendiri memahami Fathiya dari kata Al-Fath, yaitu salah satu surat dalam Al-Quran yang berarti Kemenangan, entah kenapa saya suka nama itu dari dulu, gak tau kapan taunya, dan kapan nemunya.

Cerita tentang nama ini belum selesai, singkat cerita saya yang kuliah keguruan punya tugas akhir buat praktek ngajar disekolah, dan entah kenapa setelah perjalanan yang berliku akhirnya saya berjodoh dengan sekolah favorit, salah satu ritual yang tidak boleh terlewatkan dari agenda mengajar saya adalah mengabsen nama-nama murid.

Dan ternyata...., saya agak speechless waktu mengabsen nama-nama murid, bukan karena ada nama artis atau pemain bola, tapi lebih kepada ketakjuban saya sama nama anak-anak yang menurut saya sangat cantik dan indah-indah. Bayangkan saja disatu kelas nama murid yang menggunakan nama Muhammad ada 5 orang, banyak nama-nama Islami disetiap kelas.

Yang belakangan saya cari dikamus/buku tentang nama-nama Islam yang artinya luar biasa, diantara nama-nama itu yang saya hafal sebagian namanya adalah, Hafidz, ZiyannulHaq, Ta'limuddin, Firdaus,  Syahidah, Aisyah, Az Zahra, Ghaziah, Ghifary. itu nanti cari sendiri aja di googling, arti dari nama-namanya yang saya tulis barusan.

Akhirnya, saya hanya bersyukur, walaupun tidak ada satu kata arab pun dalam nama saya, saya yakin orang tua saya mengharapkan saya bisa menjadi anak yang baik, pinter, dan sholeh. Saya sebenarnya iri sama teman-teman atau murid yang punya nama bagus-bagus seperti yang saya sebutkan diatas, meskipun tidak ada yang menjamin orang bernama Muhammad itu pasti sholeh, tapi saya yakin ketika orang tua memberikan nama kepada anaknya, itu adalah sebuah doa yang melekat pada diri anak itu.

Maka sejak saat ini saya berdoa kepada Allah semoga apapun nama yang melekat pada saya itu, tidak sedikitpun mengurangi ketaatan dan kecintaan saya kepada Allah, saya berazam jika nanti Allah mengaruniai saya putra putri, saya akan memberikan nama yang terbaik, seperti yang dicontohkan Rasullah, aamiin

Bandung, 16 April 2014



Kamis, 03 April 2014

Kacamata...


“I always think about what it means to wear eyeglasses. When you get used to glasses you don’t know how far you could really see. I think about all the people before eyeglasses were invented. It must have been weird because everyone was seeing in different ways according to how bad their eyes were. Now, eyeglasses standardize everyone’s vison to 20-20. That’s an example of everyone becoming more alike. Everyone could be seeing at different levels if it eren’t for glasses
- Andy Warhol

Selasa, 01 April 2014

Persepsi


Muhamad bin Waasi' rahimahullah berkata ;
لو كان للذنوب ريح ما جلس إلي أحد
"Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tdk seorangpun yang mau duduk bersamaku"