Selasa, 01 April 2014

Persepsi


Muhamad bin Waasi' rahimahullah berkata ;
لو كان للذنوب ريح ما جلس إلي أحد
"Seandainya dosa-dosa itu ada baunya maka tdk seorangpun yang mau duduk bersamaku"


Orang menilai diri kita dari apa yang mereka lihat dari diri kita
Orang menilai diri kita dari apa yang mereka dengar dari diri kita
Orang menilai dari kita dari apa yang mereka rasakan saat berinteraksi dengan diri kita

Siapapun bisa berpersepsi tentang diri kita, baik atau buruk, benar atau salah, tapi kita tidak bisa menyalahkan persepsi mereka tentang diri kita, bukankah perilaku kita adalah cerminan diri kita yang sebenarnya?

Saya sangat bersyukur ketika banyak orang mempersepsikan hal-hal baik dari diri saya, meskipun saya berfikir mereka terlalu berhuznudzon tentang saya, padahal sejatinya Allah lah yang menutupi aib-aib saya...

Ketika orang menilai saya orang yang paham agama, hanya karena mereka melihat jilbab saya yang panjang, manset yang saya pakai, dan kaos kaki yang tak pernah lepas dari kaki saya.

Ketika orang menilai saya orang yang dermawan, yang punya banyak uang, karena saya bisa membantu mereka meminjamkan sedikit uang, yang uangnya juga kebetulan sedang ada ditangan saya.

Ketika orang menilai saya orang yang rajin beribadah, hanya karena saya sering membawa mushaf kecil saya kemana-mana, dan tak pernah ketinggalan membawanya ketika pergi, yang kebetulan ketika mereka masuk keruangan kerja saya, saya sedang membacanya, atau mendengarkan secara tidak sengaja murrotal dari laptop saya yang sedang menyala.

Ketika orang menilai saya orang yang baik dan sabar, hanya karena saya tidak pernah berkata-kata kasar dan tidak pernah marah, meskipun sering kali saya dibully dan diperlakukan kurang sopan oleh murid-murid saya.

Ah... saya hanya ingin meneladani orang yang saya cintai, biarlah persepsi itu menjadi doa, karena saya hanya akan lelah memikirkan persepsi orang tentang saya, harusnya saya bersyukur orang melihat yang baik dari diri saya, dan berupaya sekuat mungkin menjaga persepsi baik itu, meski saya harus bekerja keras melakukannya, sungguh menahan marah itu bukan pekerjaan mudah teman, bahkan saking tidak kuatnya saya hanya bisa menangis ketika saya benar-benar ingin marah.

Dan saya hanya ingat hadist ini...

"Dan siapapun yang berupaya bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar" (HR. Bukhari)

Saya belajar ketika saya berusaha mengupayakan menjadi sebaik-baik manusia, menjadi golongan orang-orang Sholeh, Allah akan membantu saya, menguatkan saya, dan mengIstiqomahkan saya dalam ketaatan, aamiin.


 Bandung, 2 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar