Rabu, 16 April 2014

Sebuah Nama Sebuah Cerita


Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.” 


Kamu pernah dengar kan pepatah yang bilang "Apalah arti sebuah nama?"
Ya, tapi itu hanya pepatah, sebagai muslim saya meyakini bahwa nama itu adalah doa, ya doa yang diharapkan oleh orang tua untuk anak-anaknya.

Saya lahir sebagai seorang muslim, dari kedua orang tua yang juga muslim, tapi saya dibesarkan bukan dengan pendidikan Islam yang kaffah, orang tua saya, keduanya juga berasal dari keluarga didesa yang jauh dari hiruk pikuk ajaran Islam, mereka besar dengan pengaruh ajaran Hindu-Budha yang kental (baca:kejawen). Maka kalau bicara nama, saya dan 3 saudara kandung saya, tidak ada satu pun namanya yang keliatan Islam banget, yah minimal kalo laki-laki ada kata Muhammad, atau kalo perempuan ada nama Arab-arabnya, kaya Nur, Aisyah, atau Fathimah, ini enggak ada sama sekali.

Hingga akhirnya saya mendapatkan hidayah di sebuah mesjid namanya mesjid Al-Istiqomah, yah saya aktif dalam organisasi Remaja Mesjid, disinilah saya belajar banyak hal terutama tentang Islam, dan ternyata, teman-teman, akan-teteh yang di REMASIS (Remaja Mesjid Al-Istiqomah) namanya tidak ada satu pun yang ada nama Islam-Islamnya -___-

Bukan kami tidak bersyukur dengan nama kami, tapi ketika saya belajar Islam lebih banyak, sayapun ingin sekali punya nama Islam yang baik, dari seluruh anggota Remasis, sebenarnya ada satu yang namanya cukup Islami, Kang Ahmad, ya beliau adalah 1 dari 5 ikhwan pengurus Remasis yang namanya Islami banget, tapi entah kenapa ia akhirnya mengganti namanya dengan Alief -__-
yah, dia menamai beberapa barang kesayangannya dengan nama itu, nah dari kang ahmad inilah akhirnya masing-masing anggota Remasis punya nama Islami, ini diantaranya :

1. Kang Ahmad jadi Alief
2. Kang Taufik jadi Ismail
3. Kang Rian jadi Saefullah
4. Kang Supriatna jadi Hamzah
5. Teh Ninik jadi Syifa
6. Teh Cici jadi Khumaira
7. Teh Mayang jadi Syahida
8. Heni jadi Hanifah
9. Siska jadi Syiha
10. Titik jadi Fathiya

Iya kalo diliat jadi jauh banget kan itu nama Asli sama nama Islamnya -__-
Itulah yang pada akhirnya nama Fathiya saya gunakan ampe sekarang, saya sendiri memahami Fathiya dari kata Al-Fath, yaitu salah satu surat dalam Al-Quran yang berarti Kemenangan, entah kenapa saya suka nama itu dari dulu, gak tau kapan taunya, dan kapan nemunya.

Cerita tentang nama ini belum selesai, singkat cerita saya yang kuliah keguruan punya tugas akhir buat praktek ngajar disekolah, dan entah kenapa setelah perjalanan yang berliku akhirnya saya berjodoh dengan sekolah favorit, salah satu ritual yang tidak boleh terlewatkan dari agenda mengajar saya adalah mengabsen nama-nama murid.

Dan ternyata...., saya agak speechless waktu mengabsen nama-nama murid, bukan karena ada nama artis atau pemain bola, tapi lebih kepada ketakjuban saya sama nama anak-anak yang menurut saya sangat cantik dan indah-indah. Bayangkan saja disatu kelas nama murid yang menggunakan nama Muhammad ada 5 orang, banyak nama-nama Islami disetiap kelas.

Yang belakangan saya cari dikamus/buku tentang nama-nama Islam yang artinya luar biasa, diantara nama-nama itu yang saya hafal sebagian namanya adalah, Hafidz, ZiyannulHaq, Ta'limuddin, Firdaus,  Syahidah, Aisyah, Az Zahra, Ghaziah, Ghifary. itu nanti cari sendiri aja di googling, arti dari nama-namanya yang saya tulis barusan.

Akhirnya, saya hanya bersyukur, walaupun tidak ada satu kata arab pun dalam nama saya, saya yakin orang tua saya mengharapkan saya bisa menjadi anak yang baik, pinter, dan sholeh. Saya sebenarnya iri sama teman-teman atau murid yang punya nama bagus-bagus seperti yang saya sebutkan diatas, meskipun tidak ada yang menjamin orang bernama Muhammad itu pasti sholeh, tapi saya yakin ketika orang tua memberikan nama kepada anaknya, itu adalah sebuah doa yang melekat pada diri anak itu.

Maka sejak saat ini saya berdoa kepada Allah semoga apapun nama yang melekat pada saya itu, tidak sedikitpun mengurangi ketaatan dan kecintaan saya kepada Allah, saya berazam jika nanti Allah mengaruniai saya putra putri, saya akan memberikan nama yang terbaik, seperti yang dicontohkan Rasullah, aamiin

Bandung, 16 April 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar