Ada yang lain dari ta'lim Sabtu kemarin, salah satu adik saya yang dimesjid mendapat jadwal untuk mengisi kajian malam itu, sebelum menyampaikan materi dia berbicara, jika malam ini dia tidak akan banyak menyampaikan materi.
Adik saya yang satu ini adalah satu dari 2 adik yang paling tua dimesjid, mahasiswa tingkat satu sebuah Universitas Negeri ini adalah salah satu adik yang paling militan dalam dakwah, dan saya selalu senang setiap kali ia menyampaikan materi, hidayah yang Allah berikannya membuatnya lebih dewasa, ia adalah orang yang paling banyak mencari Ilmu, hingga tidak segan-segan menegur saya jika saya salah.
Kembali ke ta'lim semalam, ia membawa korek api gas kecil untuk menyalakan api, kemudian ia meminta saya maju kedepan, mengecek korek api gas itu dan meminta saya menyalakan sebatang stick panjang yang diatasnya ada kapas, dia meminta saya membakarnya, dalam beberapa menit stick itu terbakar, dan tak lama padam, menyisakan sebuah mawar merah, hehehehe... atraksi yang menarik. Disana sebenarnya ada 3 akhwat lain, semuanya adik-adik saya, kenapa tidak salah satu dari mereka? saya berfikir akan lebih aman kalo bunganya buat saya, karena saya yang paling tua, nanti kalo dikasih sama adik-adik akhwat malah rebutan :p
Selanjutnya ia bercerita tentang pahal sedekah, bahwa jika kita sedekah, Allah akan membalasnya lebih banyak dari yang kita sedekahkan, ia kemudian mengeluarkan sebuah tas hitam kardus, dan dia punya 4 kardus, dia bilang "Kalau akang punya 4 kardus terus akang sedekahkan 1 sisanya jadi berapa?" 3 kang, adik-adik yang lain menjawab, "Kalau akang sedekahkan 2 kardus sissanya jadi berapa?" 2 kang, mereka menjawb lagi, hingga pada kardus ke4 "Nah kalo akang sedekahin smeuanya, sisanya jadi berapa sekarang?" habiiiiiiiiis, adik-adik yang lain menyahut. Tidak, Allah akan membalas lebih banyak dari apa yang kita keluarkan, maka adik saya yang menjadi pemateri itu mengeluarkan beberapa kardus kecil dari tas yang tadinya hanya berisi 4 kardus, hehehehe amzing.
Adik-adik saya yang ta'lim malam itu pada keheranan, dengan atraksi tadi, selanjutnya pemateri Ta'lim itu mengerluarkan Kartu Remi, dan meminta 4 orang untuk maju kedepan, mengambil secara acak kartu yang ada ditangannya sesuai dengan angka dan bentuk kartu yang disukai, apa tempe, keriting, hati, atau sekop, keempat adik-adik saya melakukannya, dan sipemateri bilang "Ayo diyakini yah, kartu tadi yang diambil, jenis kartunya, warnanya, juga angkanya" yang maju kedepan itu 4 orang, Kamal, Hanif, Tika, dan Nabila.
Siakang pemateri mulai mengocok kartunya beberapa kali, dan menyisakan 4 kartu. Masing-masing kartu yang ia keluarkan ternyata cocok dengan kartu yang dipilih oleh 4 anak tadi, kecuali Kamal, kartunya salah.
Siakang pemateri bertanya " Kamu tadi ambil kartu yakin gak?" Kamal menjawab "Yakin Kang"
"Cuma kamu aja yang gak sama kartunya, sekarang kamu pegang sisa semua kartu ini, yakinin yah bakal ketemu" Kamal menjawab "Iya Kang", dalam hitungan ketiga Siakang pemateri menjatuhkan seluruh kartu hingga tersisa satu kartu, dan ternyata satu kartu terakhir yang dijatuhkan itu benar kartu milik Kamal Tempe dengan no 2.
Tak lama, akhirya ia menjelaskan hikmah dari permainan tadi, Keyakinan, yah ini tentang Iman, seberapa BerIman kamu kepada Allah, tidak ada yang kebetulan dalam hidup, semuanya sudah digariskan dan ditentukan sesuai dengan Kehendak Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang BerIman yang yakin dengan Ketetapan Allah SWT.
Begitulah... , ia bersama teman-temanya mencari cara, membuat Dakwah menarik bagi setiap orang, terutama remaja-remaja yang sudha malas datang ke mesjid, ia bilang saat ini dakwah pun harus kreatif, kita harus gunakan media yang menarik, agar setiap orang tertarik dengan dakwah.
Saya senangb melihat adik saya ini begitu semangat dalam berdakwah, semoga kami bisa belajar banyak darinya bagaimana berdakwah dengan cara yang baik dan menarik, sehingga tidak terkesan monoton dan membosankan.
Besok-besok sulapnya lebih rame lagi yah, kalo bisa keluarin kelinci dari Topi, atau burungnya sekalian :)
Barakallah, semoga Allah senantiasa menambah Ilmu kita, aamiin
Bandung, 20 April 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar