"Choose to be kind. Choose to forgive. Let your love grow and shine so that people may look at the example of your life and glorify God in Heaven" - Victoria Osteen
Siapa yang berusaha membenahi batin, Allah SWT akan meluruskan lahirnya, siapa yang berbuat demi agamanya niscaya Allah akan menanggung kehidupan dunianya, siapa yang memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan makhluk (Ali bin Abi Thalib)
Kamis, 29 Maret 2018
Minggu, 25 Maret 2018
Bagianmu
“Mungkin
bagianmu bukan didunia, mungkin kebahagiaanmu juga bukan dunia, terima dengan
ikhlas apa yang telah menjadi bagianmu, sisanya biar Allah yang mencukupi dan
mengurus hidupmu”
Minggu, 18 Maret 2018
Undangan Ariel
إِذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ إِلَى
الْوَلِيمَةِ فَلْيَأْتِهَا
“Jika salah seorang di antara kalian diundang walimah, maka hadirilah.”
(HR. Bukhari no. 5173 dan Muslim no. 1429).
Beberapa hari menjelang
pernikahannya, Ariel datang langsung kerumah bersama kamal dan istrinya, ia
memberikan langsung undangan nikahnya, serta meminta nasehat pernikahan pada
saya. Sekali lagi saya merasakan rasa bahagia dan sedih saat itu, bahagia karena
adik-adik saya yang berjuang sama-sama dimesjid akhirnya akan menggenapkan
setengah dinnya, sedih karena ada bagian yang hilang dalam hidup saya,
kesedihan yang tidak hanya dirasakan oleh saya pribadi, tapi juga orang-orang
dekat saya dan keluarga saya.
Diminta untuk memberi nasehat,
pun rasa-rasanya saya merasa tidak pantas, dan saya merasa dia salah alamat
kalau datang kepada saya, harusnya dia datang kepada Siska sahabat saya, yang
sekarang sudah jadi ibu dari 2 anak. Tapi bagaimana pun juga kondisi batin
saya, rasanya tidak mungkin kalau saya tidak menyampaikan sesuatu pada Ariel.
Pemuda itu telah banyak membantu saya berdakwah dimesjid membina adik-adik yang
lain. Bagi saya Ariel dan Kamal sudah seperti adik saya sendiri, kapan pun saya
membutuhkan pertolongan mereka selalu ada, bukan hanya fisiknya tapi doa-doanya
juga.
“Kehidupan rumah tangga itu tidak
mudah, kedepan mungkin cobaannya akan lebih berat, tapi yakinlah kepada Allah
niatkan semuanya karena ibadah, dan jangan pernah melepaskan istri kamu, jaga
dia dengan baik, semoga Allah jaga pernikahannya, tidak hanya didunia, tapi
juga sampai ke surga”
Air mata saya rasanya ingin
tumpah, tapi saya melihat rona bahagia dari wajah ariel dan kamal,
mudah-mudahan mereka bisa menjadi Imam yang baik buat keluarganya, dan dapat
meneruskan perjuangan dijalan dakwah dimanapun kelak mereka berada. Meski usia
mereka jauh dari saya, namun ada banyak pelajaran berharga yang saya terima
dari mereka, mereka juga yang selalu menguatkan saya untuk tetap berada dijalan
dakwah, meskipun kondisinya sangat memprihatinkan, saya yang kadang semangatnya
kendor jadi malu kalau diberi nasehat oleh mereka.
Dua hari menjelang pernikahan,
anak-anak Remasis mulai sibuk koordinasi dengan saya, masalah keberangkatan
sampai hadiah buat Ariel, saya tau betul bagaimana Ariel membina adik-adik
dimesjid, dan anak-anak mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga dari
akangnya ini, maka dihari istimewa akangnya mereka juga ingin sekali untuk
datang. Singkat cerita, ayahnya Rafly mau meminjamkan mobilnya untuk kita,
meski kita gak tau yang bakal bawa mobilnya siapa. Mereka bilang kalaupun
mereka tidak bisa ikut kesana, minimal ada perwakilan dari Remasis, entah Saya
atau Kamal dan Istrinya. Itu plan kedua jika ada mobil mungkin saya, kamal dan
istrinya yang akan ikut mobil ayahnya rara.
Sehari sebelum keberangkatan,
ternyata ada kabar buruk dari Rafly, ternyata mobilnya disewakan pada orang
lain, alhasil kita gak punya kendaraan buat kesana, akhirnya saya dan kamal
mulai koordinasi, kita sama-sama cari mobil rental buat ke nikahan ariel,
alhamdullilah ada. Saya masih bingung siapa yang mau bawa mobilnya, dan Kamal
menjawab dengan santai “tenang aja teh nanti saya sama istri bisa gantian bawa
mobilnya” sejujurnya saya belum pernah pergi bareng sama kamal dan istrinya, Cuma
kamal pernah cerita kalau selama jadi relawan di Rumah Zakat dia biasa bawa
mobil.
Alhamdullilah besoknya kita bisa
berangkat bareng, Kamal dan Istrinya, saya, novan, rafly, iki, dan naufal
disatu mobil, akhwat yang lain pada gak bisa termasuk rara, karena dia lagi
banyak tugas disekolahnya. Dan yang bawa mobil tentu saja Kamal, hahahahha....
kadang saya berfikir, meski saya seorang perempuan saya pun harus bisa belajar
nyetir mobil karena dibeberapa kondisi, pasti dibutuhin, terlebih pada saat
tidak ada laki-laki. Lucunya selama perjalanan saya sama sekali tidak bisa
tidur dan mengajak kamal dan istrinya mengobrol, saya khawatir kamal yang
sedang menyetir ngantuk.
Sampai akhirnya Rafly bilang “teteh
hebat ih dari tadi gak tidur-tidur, kenapa teh? takut ya teh yang bawa mobilnya
a’kamal? wkwkwkkwkw” Iya mungkin kalo yang bawa mobilnya bapak atau mas sih
saya bisa tidur nyeyak, tapi saya baru pertama kali disupirin sama kamal dan
gak punya SIM juga. Alhamdullilah perjalanan pulang pergi lancar, dan satu
kebahagiaan buat saya bisa menghadiri pernikahan ariel dan vina sejak akad.
Bandung, 19 Maret 2018
Langganan:
Komentar (Atom)


