“Mungkin
bagianmu bukan didunia, mungkin kebahagiaanmu juga bukan dunia, terima dengan
ikhlas apa yang telah menjadi bagianmu, sisanya biar Allah yang mencukupi dan
mengurus hidupmu”
Mungkin memang ini jalannya,
bagian saya mungkin saat ini seperti ini, enak tidak enak, suka tidak suka, mau
tidak mau, memang kadang kita tidak diberikan banyak pilihan dalam hidup,
maunya hidup enak, bahagia, mati masuk surga. Tapi kenyataannya tidak sesederhana
itu. Hidup itu adalah perjuangan baik kemudahan atau kesulitan Allah pasti
berikan dalam lembaran hidup kita, dan ketika melihat usia hidup saya didunia
sekarang semakin berkurang, harusnya saya bisa lebih baik dalam segala hal,
bukan hanya masalah kedewasaan, tapi juga keimanan dan ketakwaan yang juga
harus berbanding lurus.
Harusnya tidak lagi dirisaukan
dengan masalah dunia, rizky, jodoh, anak, dan sebagainya yang tidak dibawa mati
kedalam kubur. Tugas kita hanya berikhtiar dan bertawakal kepada Allah, biar
Allah yang mengurus segala kebutuhan kita didunia. Tidak lagi sibuk mengukur
kebahagiaan dengan membandingkan hidup kita dengan orang lain, semua orang
punya bagiannya masing-masing didunia. Walau secara manusiawi saya sendiri
masih sering melhat dan membandingkan kehidupan saya dengan orang lain yang
menurut saya lebih baik dan lebih bahagia.
Saya ingat nasihat Ustad Khalid
Basalamah, seorang muslim itu hidupnya mulia, ia mulia karena agama yang ada
dalam dirinya, tidak merendahkan diri dihadapan manusia, dan tidak membanggakan
diri dihadapan manusia. Ia tidak merasa terhina karena hinaan manusia, pun
tidak menjadi mulia karena sanjungan manusia. Ia mulia semata-mata karena
ketundukan dan kepatuhannya kepada Allah, tidak sibuk dengan urusan dunia,
karena baginya dunia hanyalah sebuah persinggahan sementara yang kelak pasti
akan ditinggalkan pada waktunya.
Maka jika Allah masih beri kita
kesempatan untuk bernafas, mudah-mudahan kita berada dalam kondisi Iman
terbaik, kita percayakan sepenuhnya hidup kita pada Allah, mudah-mudahnya
letihnya kita didunia terbayar dengan kehidupan yang lebih baik di SurgaNya,
aamiin.
Bandung, 26 Maret 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar