Rabu, 25 Mei 2011

An-Nissa


Imam Ath-Thobroni meriwayatkan di Al-Mu’jamul Kabir (20/374, no.648) dari hadits Al-Miqdam bin Ma’di Karb rodhiyallahu ‘anhu dengan isnad shohih, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama berdiri di hadapan manusia. Maka ia memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,
إن الله يوصيكم بالنساء خيراً إن الله يوصيكم بالنساء خيراً فإنهن أمهاتكم ، وبناتكم ، وخالاتكم
إن الرجل من أهل الكتاب يتزوج المرأة وما يعلق يداها الخيط ؛ فما يرغب واحد منهما عن صاحبه حتى يموت هرماً
Sesungguhnya Allah mewasiatkan kepada kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya Allah mewasiatkan  kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka adalah ibu-ibu kalian, putri-putri kalian dan bibi-bibi kalian. Sesungguhnya ada seorang dari Ahli Kitab yang menikahi seorang wanita , dan ia tidak pernah mengikat tangan wanita itu dengan benang. Maka salah satu dari keduanya tidak membenci pasangannya sampai mati”


Siang itu gedung pusat kemahasiswaan sebuah kampus di bandung terlihat begitu ramai, beberapa mahasiswa berjilbab hilir mudik memasuki salah satu ruangan rapat. Hari itu ada Rapat yang diadakan oleh salah satu organisasi lembaga dakwah kampus tingkat fakultas. Suasana pada saat itu memang cukup ramai, rapat itu dihadiri oleh sekitar 20 orangan aktivis. Salah seorang ketua departemen menegur stafnya yang melakukan kesalahan.

Kadept Keuangan     : “ Ukhti gimana laporan pengajuan proposalnya, bukannya hari ini dananya harus sudah cair ?”

Akhwat             : “ Iya, afwan kang, saya sudah berusaha menghubungi dekan fakultas sejak minggu kemaren, kebetulan 3 hari yang lalu beliau harus menghadiri seminar pendidikan ke Jepang, jadi proposal itu tertahan di ruang dekan”

Kadept Keuangan    : “ Ukhti sudah tau dekan akan pergi 3 hari yang lalu, kenapa gak diambil proposalnya?”

Akhwat                 : “ Afwan kang, kamaren ada urusan keluarga yang membuat saya harus pulang ke jakarta”

Kadept Keuangan     : “ Saya gak mau tau alasan ukhti apa, itu sudah menjadi tanggung jawab ukhti, itu adalah amanah ukhti, ukhti sadar gak uang itu untuk apa? Uang itu adalah amanah teman-teman kita untuk korban bencana alam di Ciamis! Mereka kelaparan, kedinginan, dan sakit! Kelalaian ukhti membuat kita ikut dzalim kepada mereka!

Akhwat                    : “ Tapi kang...”

Kadept Keuangan   : “ Ukhti ga usah minta maaf sama saya atau sahabat-sahabat yang lain, kalo ukhti merasa amanah ini terlalu berat untuk ukhti, silahkan buat surat pengunduran diri ukhti sebagai anggota LDK, saya fikir masih banyak orang yang lebih pantas daripada ukhti untuk menjalankan amanah ini!”

Akhwat                     : “.......................” (akhwat itu hanya tertunduk malu, air matanya lalu jatuh membasahi jilbab biru yang ia kenakan)

Ikhwan 1                 : “Kang..., biasa aja atuh ngomongnya, yang salah bukan akhwat ajah , kita juga staf yang lain ikut bertanggung jawab”

Kadept Keuangan   : “ Kalo begitu apa tanggung jawab antum sekarang? Antum mau nalangin uang dari dekan 10 juta? Kalo mau... silahkan saya tunggu sekarang juga”

Ikhwan 2                  : “ Kenapa jadi kita yang nalangin??? Akang fikir kita Baitul Mal???”

Suasana rapat mulai tidak kondusif...., rapat yang dimulai dengan menyebut Asma Allah ini semakin  lama menjadi rapat yang dipenuhi dengan luapan emosi, hingga ketua LDK pun akhirnya mengeluarkan pendapatnya.


Ketua                    : “ Saya heran sama antum semua.... antum semua disini adalah aktivis   dakwah, apakah ini cara aktivis dakwah rapat?”

                              “Man salimal muslimuuna min lisaabihi wayadihii “ 

” Ingatlah ikhwah fillah, Rasullulah pernah bersabda Orang Muslim yang paling utama yaitu orang-orang Islam yang selamat dari gangguan lidah dan tangannya”

“ Saya fikir, rapat ini sudah terlalu jauh dari agenda seharusnya, sahabat-sahabat, amanah kita masih banyak, jangan di sempitkan dengan masalah-masalah yang harusnya bisa kita selesaikan dengan kepala dingin, tak perlu meninggikan nada bicara, menegur kesalahan orang didepan umum, membela diri, merasa diri paling benar, dan menyalahkan orang lain”

“ Untuk sahabat akhwat... saya atas nama Ketua Lembaga Dakwah, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dari Kepala Departemen Keuangan tadi, saya yakin akhi tadi tidak bermaksud buruk pada ukhti, saya yakin tak ada kebencian pada ukhti, saya pun ikut berbelasungkawa atas wafatnya Ayahanda ukhti 3 hari yang lalu, Afwan berita ini telat saya sampaikan pada sahabat-sahabat disini, masalah uang tadi, insya allah saya akan menghubungi langsung bapak dekan lewat telpon, dan jika tidak memungkinkan saya akan langsung bicara pada rektor”
_________________________________________________________________________________
Semoga sahabat dapat mengambil hikmah dari cerita diatas, Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daariy, ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Agama itu adalah Nasihat” Kami bertanya “ Bagi Siapa?” Beliau Bersabda : “Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, Pemimpin-pemimpin umat Islam dan Umat Islam pada umumnya” (HR. Muslim)

Sahabat... adakah yang salah dari cerita diatas? Jika sahabat perhatikan, ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil... Bagaimanakah sebaiknya seorang pria berlaku pada seorang Perempuan?

Bukankah ia lahir dari seorang rahim Perempuan?

Bukankah ia akan menikahi seorang Perempuan?

Bukankah ia akan membesarkan anak Perempuan?

Maka... belajarlah dari Rasullulah, bagaimana beliau memperlakukan perempuan.

1.      Memperlakukan wanita dengan cara yang baik.
“ Dan pergaulilah wanita dengan cara yang baik” (An-Nissa : 19)

2.    Berpesan baiklah pada wanita.
“ Dari Abu Hurairah ra, ia berkata :  Rasullulah bersabda :
“Berpesan baiklah kamu terhadap wanita, sesungguhnya wanita di  ciptakan dari tulang rusuk. Dan paling bengkok adalah bagian atas. Oleh karena itu, apabila kamu paksa untuk meluruskannya, maka akan hancurlah ia, dan apabila kamu membiarkannya, maka akan bengkoklah ia selama-lamanya. Oleh karena itu berpesan baiklah pada wanita”
(HR Bukhari-Muslim)

3.      Jangan Memarahi Perempuan
Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata : Rasullulah bersabda :
“Janganlah seorang laki-laki mukmin memarahi seorang perempuan mukmin! Apabila tidak suka terhadap salah satu perangainya, maka masih ada perangai lain yang menyenangkan”
(HR. Muslim)

4.      Jangan Memukul kaum wanita
Dari Iyas bin Abdullah bin Abu Dzubab ra, ia berkata : Rasullulah bersabda :
“Janganlah kamu memukul kaum wanita”  (HR Abu dawud)

5.      Memberikan Perlindungan dan jangan berbuat kejam.
Dari Amr bin Al-Ahwash Al-Jusyamiy ra, Rasullulah bersabda :
“ Ingatlah, berpesan baiklah kepada istri-istri kalian. Sesungguhnya mereka memerlukan perlindunganmu. Sedikitpun kamu tidak boleh berbuat kejam terhadap mereka, kecuali mereka telah nyata melakukan kejahatan. Jika mereka melakukan kejahatan, janganlah kamu menemani mereka didalam tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Bila mereka telah taat, janganlah kalian berlaku keras terhadap mereka. Ingatlah! Sesaungguhnya kalian mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu juga memiliki hak pada diri kalian. Hak kamu atas mereka  yaitu tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai kedalam kamarmu dan tidak mengizinkan orang yang tidak kamu sukai masuk kedalam rumahmu. Ingatlah, hak mereka atas kamu adalah kamu bergaul dengan cara yang baik, terutama dalam memberi pakaian dan makanan” (HR. Tirmidzi)

Wallahualam....






Tidak ada komentar:

Posting Komentar