Sabtu, 18 Juni 2011

Episode Kehidupan

“Seandainya kamu menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, Allah tidak akan menerimanya darimu sebelum kamu beriman kepada Qadar, dan kamu meyakini bahwa apa yang telah ditakdirkan mengenai dirimu pasti tidak akan melesat dan apa yang telah ditakdirkan tidak mengenai dirimu pasti tidak akan menimpamu. Sedang kalau kamu mati tidak dalam keyakinan ini pasti kamu akan menjadi penghuni neraka” (HR Al-Hakim)


Saat Sekolah Dasar
“Kenapa yah aku gak bisa jajan kaya temen-temen?, kenapa uang jajanku lebih sedikit?, Kenapa Ayah dan Ibu tidak membelikan aku mainan yang bagus seperti temanku?,  Kenapa aku harus membantu pekerjaan ayah dan ibu di rumah, sementara teman-temanku enak malas-malasan, karena ada pembantu dirumahnya.
Saat itu kita tidak bersyukur, padahal banyak anak-anak diluar sana yang terlahir tanpa Ayah dan Ibu, dan harus mengabiskan masa anak-anaknya di jalanan, membantu  orang tuanya.

Saat Sekolah Menengah Pertama
“Kenapa yah nilai UANku jelek ?  padahal aku sudah susah payah belajar, Kenapa  aku tidak lulus seleksi masuk SMA  favorit ? padahal aku sudah belajar mati-matian.
Saat itu kita tidak bersyukur, di luar sana banyak teman-teman yang tidak bisa sekolah, masih banyak yang nilainya ternyata jauh dibawah kita.

Saat Sekolah Menengah Atas
“Kenapa yah saya gak Lulus UAN? Kenapa yah saya gak lulus SNMPTN?  Kenapa saya gak lulus Ujian Masuk  Perguruan Tinggi? Kenapa sih Saya harus masuk dipilihan kedua, bukan di pilihan pertama SNMPTN?
Saat itu kita tidak bersyukur, banyak  teman-teman yang  tidak sekolah hingga jenjang SMA, banyak teman-teman yang gak punya biaya buat kuliah dan memilih buat bekerja,  masih bersyukur keterima dipilihan kedua, teman-teman yang lain banyak yang gak keterima SNMPTN.

Saat Kuliah
“Kenapa  yah IP saya lebih kecil dari teman-teman? Kenapa yah teman saya udah beres Skripsinya? Kenapa teman saya udah Sidang duluan? Kenapa yah teman saya udah Wisuda lagi? Kenapa teman saya dapet Beasiswa S2?”
Saat itu kita tidak bersyukur, orang lain banyak yang pengen kuliah tapi gak bisa kuliah karena ga ada biaya. Kenapa kita tidak bersyukur di beri rezeki untuk dapat kuliah walau hanya sampai S1.


Saat Bekerja Setelah mendapat gelar Sarjana
“Kenapa yah saya gak keterima di perusahaan besar? Kenapa yah saya gak pernah lulus jadi PNS? Kenapa yah saya gak bisa kaya teman saya yg gajinya lebih besar dari saya? Kenapa yah saya gak bisa kerja di luar negeri, Kenapa gaji saya kecil?”
Saat itu kita tidak bersyukur, orang lain banyak yang jadi pengangguran, hidupnya luntang lantung gak jelas. Ada orang pekerjaannya lebih berat dari kita, mereka mengais rezeki dijalanan, ada yang jadi buruh pabrik di pekerjakan seperti mesin dengan gaji yang pas-pasan, atau terpaksa menjadi TKW di luar negeri, yang menerima siksaan berat dari majikannya.

Saat Harus Menikah
“Kenapa yah jodoh saya belum datang juga? Kenapa adik kelas saya udah nikah duluan? Kenapa taaruf saya gak pernah berhasil?  Kenapa Allah tidak menjodohkan saya dengan beliau? Kenapa saya harus menikah dengan orang yang tidak saya cintai?
Saat itu kita tidak bersyukur.... Allah tidak pernah menzalimi hambaNya, Allah tak pernah tergesa-gesa... Allah selalu tepat waktu. Bukankah Allah sudah menciptakan manusia berpasang-pasangan? Siapakah yang dapat menahan Ketetapan Allah pada HambaNya? Mau disegerakan atau ditangguhkan itu adalah hak Allah! Dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi hambaNya.

Saat Sudah Menikah
“Kenapa yah pasangan saya gak sebaik yang saya kira? Kenapa saya sudah menikah tapi belum juga di karuniai anak? Kenapa yah anak-anak saya susah di atur?
Saat itu kita tidak bersyukur.... Bukankah dulu kita meminta seseorang untuk menjadi pasangan hidup kita? Bukankah anak merupakan amanah dari Allah yang merupakan hak Allah, kapan Allah akan memberi atau mengambilnya kembali? Bukankah harta dan anak-anak adalah ujian bagi orang-orang yang beriman?

Saat sudah Mempunyai Anak
“Kenapa yah anak saya belum juga memberikan saya cucu?”
Saat itu kita tidak bersyukur... bukankah kita telah mempunyai anak...., ternyata saat kita tua kita ingin sekali mempunyai cucu...., cucu yang lahir dari anak kita sendiri. Sadarkah, diluar sana banyak pasangan suami istri yang ditakdirkan tidak mempunyai anak, mereka bukan hanya tak punya cucu, tapi juga tak punya anak!
Itulah sepenggal episode hidup yang akan kita jalani, kita tak pernah tau sampai episode mana Allah menitipkan nyawa ini pada kita, dan setelah tua... hanya kematian yang akan menunggu kita, ternyata hidup ini terlalu singkat. Bukankah kehidupan yang Kekal ada di Akhirat nanti?
Dimanapun kita berada dalam episode hidup ini ada Pertanyaan  yang harus kita jawab :
“KENAPA KITA TIDAK BERSYUKUR KEPADA ALLAH?”

Kita selalu bertanya atas setiap takdir dan ketetapan yang sudah Allah gariskan, tak jarang kita mengeluh, merasa sedih, dan kecewa dengan pemberian Allah yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tapi pernakah kita berfikir dan merenung, berapa banyak nikmat dan pemberian yang telah Allah karuniakan kepada kita, padahal kita tak pernah memintanya pada Allah, dan dengan Rasa Pengasih dan Penyayangnya Allah berikan semua itu CUMA-CUMA! 

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri NikmatMu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal Saleh yang Engkau Ridhai, dan masukanlah aku dengan RahmatMu kedalam golongan hamba-hambaMu yang Saleh” (QS An-Naml : 19)

14 Juni 2011
Untuk setiap takdir yang Kuterima...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar