Dalam hidup ada manusia yang
diberikan kelebihan oleh Allah dan hanya mungkin terjadi pada dirinya saja.
Didunia ini banyak kan orang yang suka masak, tapi hanya sedikit orang yang
benar-benar bisa masak. Didunia ini banyak orang yang suka mejahit dan merancang
pakaian, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar bisa menjahit dan merancang
pakaian. Begitu juga dengan menulis, banyak orang yang suka menulis, tapi yang
benar-benar bisa menulis hanya sedikit.
Ada banyak penulis yang terkenal
dinegeri ini, hingga bukunya dicetak berulang-ulang selama bertahun-tahun. Dan
ketika baru rilis, pasti sudah habis ditoko buku tanpa bersisa karena sudah
dipesan jauh-jauh hari oleh sipembaca. Liat saja bukunya Mba Asma Nadia, Mba
Dee Lestari, Om Darwis Tere Liye, entah kenapa mereka punya kemampuan menulis
yang sangat baik, hingga kita sebagai pembaca bisa larut dalam kesedihan, atau
kebahagiaan setiap kali selesai membaca bukunya.
Saya selalu percaya, bahwa
kemampuan menulis seseorang itu berbanding lurus dengan kemampuan membacanya,
orang yang jago menulis, biasanya seorang pembaca yang baik. Dan saya rasakan
itu, bagaimana seorang sahabat saya yang waktu SMA dulu menjadi langganan
perpustakaan Habibburahman PT DI Bandung kini mampu menulis banyak artikel,
buku, bahkan menjadi pembicara, menjadi pemateri di beberapa negara seperti
Mesir, Belanda, Perancis, dan Jerman. Seorang sahabat yang tak pernah menyerah dengan
keadaaan, hingga takdir Allah yang menyertainya dengan baik.
Balik lagi tentang menulis, jujur
saya bukan penulis yang baik, pun bukan seorang pembaca yang baik. Saya hanya
suka melakukan keduanya, membaca dan menulis, tidak menggambar, karena saya tidak
bisa menggambar dengan baik dan benar. Saya merasakan banyak manfaat dari
kegiatan membaca, apalalgi menulis. Dan saya suka membaca tulisan orang-orang
yang dalam pandnagan saya lebih BeriIlmu dan lebih Cerdas dari saya.
Mengidentifikasi kepribadian seseorang
melalui tulisan, itu kadang menyenangkan, karena meski tidak kenal dengan
sipenulis, saya bisa membaca dan memahami bagaimana jalan fikirannya, apa yang
ada dalam benaknya, dan apa yang dirasakan dalam hatinya. Hingga suatu saat
saya kembali bertemu dengan seorang sahabat didunia maya. Seseorang yang begitu
sangat sederhana, yang begitu rendah hati seperti padi, namun
tulisan-tulisannya tak ada satupun yang sederhana.
Entah apa yang ada dalam dirinya, tapi Allah mengaruniainya
kemampuan menulis yang begitu baik, menyentuh hati siapa pun yang membacanya.
Ia menulis setiap hari, seolah apapun kata yang sampai ketelinganya bisa
menjadi bahan tulisan, tentang hujan, tentang layang-layang, tentang boneka,
tentang apa yang ia rasakan, tentang apa yang ia lihat, tentang apa yang dia
diskusikan, tentang apapun yang ada dalam hidupnya atau hidup orang lain, itu
semua mampu ia olah menjadi rangkaian kalimat dalam sebuah paragraf. Seolah ia
dapat membaca apa yang kamu rasakan, seolah ia bisa merasai apa yang kamu rasai
saat ini. Begitulah betapa banyak orang yang mencintai tulisannya, karena aku pun merasakan apa yang orang lain
rasakan ketika membaca tulisannya.
Namun yang lebih penting dari itu
semua, menulislah dengan hati, menulislah dengan niat yang biak, jangan menulis
sesuatu yang dapat membuat orang lain merasa sedih, tapi tulislah sesuatu yang
dapat membuat orang lain berfikir menjadi lebih baik, menulislah sesuatu yang
membuat orang lain dapat menghargai dirinya sendiri, menulislah sesuatu yang
memberikan manfaat bagi orang lian, menulislah sesuatu yang dapat membuat orang
lain menjadi lebih dekat dengan Tuhannya, menulislah, dan biarkan tulisanmu
menjadi amal-amalmu yang kelak akan kau tuai di Surga, aamiin.

membaca dan menulis adalah dua karunia yang secara khsus hanya diberikan Tuhan pada manusia :)
BalasHapussalam kenal
semoga kita termasuk orang yang beruntung, yang dikaruniai keduanya :)
BalasHapus