Kamis, 02 Januari 2014

Menulislah

Dalam hidup ada manusia yang diberikan kelebihan oleh Allah dan hanya mungkin terjadi pada dirinya saja. Didunia ini banyak kan orang yang suka masak, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar bisa masak. Didunia ini banyak orang yang suka mejahit dan merancang pakaian, tapi hanya sedikit orang yang benar-benar bisa menjahit dan merancang pakaian. Begitu juga dengan menulis, banyak orang yang suka menulis, tapi yang benar-benar bisa menulis hanya sedikit.

Pernahkan kamu datang ke Toko Buku yang menjual buku-buku novel, disana ada ribuan judul novel dengan jenis novel yang berbeda-beda, mulai dari novel berlatar sejarah, drama, percintaan, persahabatan, keluarga, misteri, agama, atau horror. Tapi hanya sedikit dari mereka yang bukunya bisa bertahan lama menjadi best seller dan dibuat berseri-seri macam Harry Potter.

Ada banyak penulis yang terkenal dinegeri ini, hingga bukunya dicetak berulang-ulang selama bertahun-tahun. Dan ketika baru rilis, pasti sudah habis ditoko buku tanpa bersisa karena sudah dipesan jauh-jauh hari oleh sipembaca. Liat saja bukunya Mba Asma Nadia, Mba Dee Lestari, Om Darwis Tere Liye, entah kenapa mereka punya kemampuan menulis yang sangat baik, hingga kita sebagai pembaca bisa larut dalam kesedihan, atau kebahagiaan setiap kali selesai membaca bukunya.

Saya selalu percaya, bahwa kemampuan menulis seseorang itu berbanding lurus dengan kemampuan membacanya, orang yang jago menulis, biasanya seorang pembaca yang baik. Dan saya rasakan itu, bagaimana seorang sahabat saya yang waktu SMA dulu menjadi langganan perpustakaan Habibburahman PT DI Bandung kini mampu menulis banyak artikel, buku, bahkan menjadi pembicara, menjadi pemateri di beberapa negara seperti Mesir, Belanda, Perancis, dan Jerman. Seorang sahabat yang tak pernah menyerah dengan keadaaan, hingga takdir Allah yang menyertainya dengan baik.

Balik lagi tentang menulis, jujur saya bukan penulis yang baik, pun bukan seorang pembaca yang baik. Saya hanya suka melakukan keduanya, membaca dan menulis, tidak menggambar, karena saya tidak bisa menggambar dengan baik dan benar. Saya merasakan banyak manfaat dari kegiatan membaca, apalalgi menulis. Dan saya suka membaca tulisan orang-orang yang dalam pandnagan saya lebih BeriIlmu dan lebih Cerdas dari saya.

Mengidentifikasi kepribadian seseorang melalui tulisan, itu kadang menyenangkan, karena meski tidak kenal dengan sipenulis, saya bisa membaca dan memahami bagaimana jalan fikirannya, apa yang ada dalam benaknya, dan apa yang dirasakan dalam hatinya. Hingga suatu saat saya kembali bertemu dengan seorang sahabat didunia maya. Seseorang yang begitu sangat sederhana, yang begitu rendah hati seperti padi, namun tulisan-tulisannya tak ada satupun yang sederhana.

Entah apa yang  ada dalam dirinya, tapi Allah mengaruniainya kemampuan menulis yang begitu baik, menyentuh hati siapa pun yang membacanya. Ia menulis setiap hari, seolah apapun kata yang sampai ketelinganya bisa menjadi bahan tulisan, tentang hujan, tentang layang-layang, tentang boneka, tentang apa yang ia rasakan, tentang apa yang ia lihat, tentang apa yang dia diskusikan, tentang apapun yang ada dalam hidupnya atau hidup orang lain, itu semua mampu ia olah menjadi rangkaian kalimat dalam sebuah paragraf. Seolah ia dapat membaca apa yang kamu rasakan, seolah ia bisa merasai apa yang kamu rasai saat ini. Begitulah betapa banyak orang yang mencintai tulisannya,  karena aku pun merasakan apa yang orang lain rasakan ketika membaca tulisannya.

Namun yang lebih penting dari itu semua, menulislah dengan hati, menulislah dengan niat yang biak, jangan menulis sesuatu yang dapat membuat orang lain merasa sedih, tapi tulislah sesuatu yang dapat membuat orang lain berfikir menjadi lebih baik, menulislah sesuatu yang membuat orang lain dapat menghargai dirinya sendiri, menulislah sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lian, menulislah sesuatu yang dapat membuat orang lain menjadi lebih dekat dengan Tuhannya, menulislah, dan biarkan tulisanmu menjadi amal-amalmu yang kelak akan kau tuai di Surga, aamiin.


Bandung 2 Januari 2014

2 komentar:

  1. membaca dan menulis adalah dua karunia yang secara khsus hanya diberikan Tuhan pada manusia :)
    salam kenal

    BalasHapus
  2. semoga kita termasuk orang yang beruntung, yang dikaruniai keduanya :)

    BalasHapus