“Bahwa cinta adalah persoalan berusaha untuk mencintai. Bahwa cinta bukanlah
gejolak hati yg datang sendiri melihat paras ayu/janggut rapi. Bahwa
sebagaimana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita. Karena
cinta memang harus diupayakan. Karena cinta adalah kata kerja. Lakukanlah kerja
jiwa & raga untuk mencintainya. Kerjakan cinta yang ku-maksud agar kau
temukan cinta yg kau-maksudkan. Karena cinta adalah kata kerja.
Cinta mata airnya adalah niat baik dari hati yg tulus. Alirannya adalah kerja
yg terus menerus.”
― Salim A. Fillah
― Salim A. Fillah
Sore kemarin saat akan pulang, office boy yang sudah cukup lama mengenalku, merasakan bahagia, karena salah seorang sahabatku akhirnya telah dikhitbah juga, insya allah akhir Maret akan melakukan akad nikah sekaligus resepsi pernikahan. Ia adalah salah satu sahabat terbaikku, yang setalah berjuang berikhtiar berkali-kali selalu gagal, akhirnya diawal tahun ini, Allah memberikan jawaban untuk setiap sujud panjangnya setiap kali sholat, akhwat cantik, cerdas, nan sholehah.
Aku sempat berfikir, mengapa Allah begitu lama mempertemukan ia dengan jodohnya, padahal aku tau ia adalah perempuan sholehah yang begitu kuat menjaga dirinya, aaaah... mungkin aku yang terlalu sok tau, karena Allah lebih tau mana yang baik untuk setiap hambaNya, bukankah hidup, mati, jodoh, semuanya sudah tertulis rapih di Lauhul Mahfudz? takan tertukar dengan siapapun. Mungkin terlambat dimata manusia, karena umur saya dan dia bukanlah umur yang ideal untuk seorang perempuan menikah, mungkin harusnya sejak 5 tahun yang lalu kami sudah menikah, dan sudah mempunyai anak sekarang.Tapi sungguh Allah Maha Mengetahui waktu yang tepat bagi setiap hambaNya.
Sore itu saya berkata pada Pak Herman office boy dikantor saya, yang sudah seperti keluarga itu...
"Paheeeee, doain saya yaaaah... semoga bisa nyusul dia, saya kenal dia udah lama dari kecil, mudah-mudahan gak lama setelah dia nikah, saya juga bisa nikah tahun ini"
"Aamiin, pasti... kamu, mbamu, juga si mba hana (nama panggilan teman saya) segera dipertemukan dengan jodohnya, yakin aja sama Allah. Kalian kan perempuan yang baik, Insya Allah dapetnya yang baik juga, udah ada kan dalam Al-Quran, sekarang mah percaya aja sama Allah, Haqqul Yaqin"
"Aamiin... makasih ya pahe..."
Entahlah..., saya merasa begitu dekat dengan banyak orang, entah keluarga, tetangga, teman, murid-murid, akang teteh dimesjid, adik-adik dimesjid, ibu kantin dikantor, atau office boy dikantor. Saya merasa banyak orang yang sayang dengan saya, yang selalu memberikan perhatian, dan kasih sayangnya kepada saya, yang tak pernah lelah mendoakan saya dalam setiap doanya, hingga terkadang saya berfikir... kalau saya menikah nanti berapa banyak undangan yang harus saya berikan kepada orang-orang terdekat saya, semuanya baik, semuanya berharga dalam hidup saya.
Banyak hal sebenarnya yang bisa membuat kita dekat dengan orang lain, namun bagi saya ada beberapa hal yang menjadi gambaran seberapa dekat seseorang dengan saya dan bagaimana seseorang bisa menjadi orang yang spesial untuk saya. Dekat dengan saya itu artinya adalah orang yang saya sayangi, kenapa sayang dekat sekali dengan cinta, karena jika kamu meyanyanginya, kamu pasti akan mencintainya, dan jika kamu mencintainya, kamu pasti akan mendoakannya. Dan bagi saya definisi cinta bukan hanya cinta yang hanya disandarkan pada satu nama, bukan hanya cinta kepada lawan jenis, tapi bagi saya definisi cinta adalah ketika kamu bahagia dengan apa yang kamu berikan kepada orang lain, baik perhatian maupun kasih sayang. Mengapa menggunakan quotes Ustad Salim, karena saya setuju, cinta harus diupayakan, harus diperjuangkan.
Ada banyak hal yang membuat saya bisa dekat dengan seseorang, atau mungkin saya orang yang supel? bisa jadi, tapi entah kenapa, beberapa orang memiliki kedekatan emosional dengan saya. Dan orang yang bagi saya dekat tentu ada perbedaannya, kalau kamu ingin tau seberapa dekat kamu dengan saya, mungkin bisa baca hal-hal dibawah ini :
1. Orang yang saya hafal Ulang tahunnya
Bukan hal yang mudah kan mengingat ulang tahun seseorang, selain keluarga atau seseorang yang sangat-sangat spesial untuk kita. Saya banyak hafal hari ulang tahun orang terdekat, jika ingin menebak dekat atau tidaknya, silahkan tanyakan pada saya tanggal kelahiran kamu.
2. Orang yang saya beri Hadiah
Hadiah adalah salah satu indikator kedekatan kita dengan seseorang, tapi bagi saya bisa jadi lebih dari itu, saya memberikan hadiah bukan hanya karena seseorang itu ulang tahun, bisa saja karena ucapan terima kasih, atau sebagai hadiah perpisahan, kalo kamu pernah mendapat hadiah dari saya, itu artinya kamu salah satu orang yang dekat dengan saya.
3. Orang yang pernah Foto dengan saya
Wkwkwkwkwk, narsis yah? mungkin..., sedikit. tapi serius. Minimal foto bareng saya (iya da artis), entah di handphone, Photobox, atau Foto studio. Kalo foto kamu ada di Kamar saya, atau di Album foto saya, itu artinya kamu adalah orang yang dekat dengan saya, sebagian besar fotonya emang sama perempuan, satu waktu pernah foto sama murid-murid, dan kebetulan cowo semuanya, jadinya saya sendiri yang paling cantik wkwkwkwkw.
4. Orang yang pernah Main ke Rumah
Iya kamu tidak akan pernah benar-benar mengenal teman kamu, kalo kamu belum main kerumah temen kamu, minimal main, maksimal bermalam (nginep), teman-teman segang (gang lah -_-) saya waktu kuliah udah pernah nginep dirumah saya. Seenggaknya orang spesial pasti pernah tau kamar kamu kaya apa.
5. Orang yang Tau Kesukaan dan Ketidaksukaan saya
Jangan ngaku-ngaku kenal, kalo kamu gak pernah bener-bener tau tentang seseorang, jangan hanya tau dari orang tentang seseorang, sebelum orang itu benar-benar membuka dirinya sama kamu. Artinya kalau kita merasa dekat dengan seseorang kita harus tau apa yang disuka dan gak disuka sama orang itu, kalo keluarga pasti tau kesukaan saya, begitupula dengan teman-teman saya, dari hal yang sederhana, makanan kesukaan, sampai hal yang gak sederhana (kriteria calon suami ideal) hmmmmm.
6. Orang yang manggil saya Dede
Ini rahasia, tapi gak jadi rahasia kalo kamu kenal saya dari kecil. Iya karena saya anak terakhir, otomatis panggilan ini melekat dengan saya, keluarga dirumah sampai sekarang masih memanggil saya dengan nama ini, iya da aku mah apa (bayi = dede bayi), tapi gak semua orang bisa manggil ini ke saya, hanya teman-teman kuliah teman segang yang manggil ini ke saya, temen sma yang paling deket, dan akang teteh dimesjid yang kenal saya dari kecil, juga tetangga saya, yang suka ketitipan saya, karena dulu kalo ada acara keluarg saya suka dititipin kerumah tetangga.
7. Sepertinya ini lebih pribadi.
Tapi gapapa..., yang ketujuh orang yang secara personal dekat dengan saya, baik nyata maupun maya, baik terlihat atau tidak, baik saya kenal langsung atau tidak, baik yang menyadari atau tidak menyadari, baik yang tau atau bahkan tidak tau, orang itu pasti ada dalam daftar list doa saya.
terima kasih sudah menyempatkan waktunya membaca postingan ini, saya merasa hal-hal yang saya tuliskan diatas adalah hal-hal yang juga mungkin dirasakan oleh teman-teman juga dalam kehidupan sehari-hari. Saya hanya berdoa semoga, Allah senantiasa memberikan kebaikan untuk orang-orang yang saya cintai. Hal diatas bukanlah sesuatu yang mutlak bagi saya, karena hubungan antar manusia kadang begitu rumit dan sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Bandung, 6 Januari 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar