“Bahagia lahir dari rasa syukur yang tak henti padaNya dan usaha untuk
senantiasa berbagi apa yang kita bisa pada sesama. Itulah sebabnya kita
bisa memilih untuk berbahagia setiap hari, setiap kali.”
― Helvy Tiana Rosa
― Helvy Tiana Rosa
Hari ini adalah hari bahagia untuk salah satu sahabat saya..., akhirnya penantian panjangnya berakhir juga dikursi pelaminan, Alhamdullilah... senang rasanya melihat sahabat saya bahagia, dan saya yang belum menikah harus terus berikhtiar dan berdoa untuk cepat-cepat menyusul teman saya, belum menikah bukan berarti saya tidak bahagia, toh pada akhirnya kebahagian adalah sebuah pilihan dari apa yang kita terima dalam hidup, setidaknya saya tidak benar-benar sendirian ke undangan, toh masih ada sahabat saya yang sama-sama masih sendiri (belum menikah).
Umurnya satu tahun dibawah saya, tapi sudah sekitar 4 tahunan saya mengenalnya, kami sering berada di unit kerja yang sama, ia adalah seorang gadis periang, sedikit sangunis dan dominan melankolis, kebalikan dari saya yang sanguinis, sedikit melankolis, hehehe....
Kami selama seminggu liburan baru bertemu hari ini, rencananya habis dari undangan mau nonton Assalamualikum Beijing (padahal belom baca novelnya, resensinya juga), sayang filmnya belum ada, alhasil jadinya hanya foto box di braga dan seperti biasa hujan turun tadi sore, karena lapar akhirnya makan mie ramen, beres makan ramen hujan masih turun dengan deras, destinasi yang kedua sebenarnya adalah Alun-alun Kota Bandung, saya kepo sama Instagram bapak walikota dengan lapangan hijau di alun-alun, sayang masih hujan, jam waktu itu menunjukkan pukul 4 sore. Karena tingkat kekepoan saya sama dia sama, akhirnya kami sepakat untuk minum kopi dulu di salah satu tempat makan (aslinya gak suka kopi), bukan sosoan ngopi, sebenernya saya pengen minum kopi yang diatasnya bisa dihias2 gitu (gak tau namanya apa) oh iya "Latte Art" (googling dulu).
Alhasil temen saya pesen ice cappucino, dan saya pesen hot coffe latte, dengan polos saya bilang sama si mas-masnya yang jadi pramusaji "Mas kopinya pengen dihiasin kucing yah.." malu sih, (norak) tapi gapapalah, saya suka kucing soalnya, gak berapa lama pesenan saya datang...
jeng-jeng.... mata saya jadi berbinar-binar kaya kelinci, temen saya juga sama, takjub sama kopi yang diatasnnya ada kepala kucing manis banget.... alhasil sekitar 30 menit kita habis foto-foto sama secangkir kopi berhiaskan kucing -_-. Beres foto-foto, saya gak tega minumnya, tapi karena sayang akhirnya diminum juga... meski gak manis dan gak gitu enak (saya punya magh) jadi kurang suka kopi.
Setengah 5 saya putuskan ke Alun-alun, meski hujan masih gerimis, orang bandung yang norak karena baru dikasih mainan sama bapak walikota ceritanya, dan setelah muter-muter nyari tempat parkir, kita sampai juga dilapangan hijau yang sudah penuh dengan banyak orang... seneng, lucu, liat orang-orang pada maen dan pada selfie-selfie di lapangan hijau itu. Saya dan temen saya juga sama, meski beberapa kali gagal selfie karena gak bawa tongsis, alhasil minta mba-mba yang lagi foto-foto buat motoin juga wkwkwkwkw.
Hujan makin lama, makin deeras orang-orang pada keluar lapangan hijau, berhubung temen saya bawa payung, dan lapangan sudah lebih kosong dari umat manusia, kita masuk lagi, dan foto-foto lagi, wkwkwkwk, meski pada akhirnya payungnya cuma jadi aksesoris buat foto-foto karena saya sama dia gantian fotonya, alhasil saat saya membuat tulisan ini, hidung saya meler terus, pengaruh kehujanan tadi sore.
tapi gapapa, saya seneng....
Saya tidak berlibur keluar negeri atau luar pulau jawa, saya tidak diberi hadiah bagus dan mahal
Tapi hanya melihat segelas kopi bergambar kucing dan hujan-hujanan dilapangan karena penasaran liat Alun-alun Kota Bandung, sungguh sangat menyenangkan :)
Bahagia itu sederhana.
Bandung, 3 Januari 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar