“Teguh adalah nafas pejuang
kebenaran sepanjang zaman mereka tidak hanyut di air, tak hangus di api
dan tak melayang diudara, tak goyah oleh tumpukan harta, kemilau tahta dan
rayuan dunia. kiprah mereka hanya satu tetap teguh dalam bergerak dan
terus bergerak dalam keteguhan..” Ustad Rahmat Abdullah
Kamu telah berusaha..., meski rasa kecewa itu mungkin sudah merayap didinding hati milikmu.
Ketika kamu merasa kecewa... periksalah, mungkin ada niat yang tidak lurus, atau mungkin pengabdian yang tak diiringi rasa ikhlas. Allah tidak meminta lebih dari apa yang kamu berikan kepadaNya, meski Allah tau apa yang kamu berikan adalah sisa. Sisa dari waktumu, sisa dari hartamu, sisa dari tenagamu, sisa dari kewajibanmu.
Mengapa tidak kau tengok kisah nabimu...
Nabi Yunus yang berdakwah begitu lama namun tak ada yang mengikuti, hingga ia tinggalkan kaummnya dan merasa sangat bersalah ketika ditakdirkan masuk kedalama perut ikan paus.
Nabi Ibrahim yang harus bersusah payah mencari kesana kemari kebenaran, berusaha mencari Tuhannya dengan mengabaikan agama bapaknya, berusaha yakin kepada Tuhannya, hingga harus berdiri diatas api yang sangat panas untuk dibakar.
Nabi Ismail yang harus mengikhlaskan nyawanya diambil oleh ayahnya sendiri, karena percaya dan taat kepada Allah, meski akhirnya Allah selamatkan dengan ganti seekor qibas.
Nabi Muhammad yang rela tubuh, serta wajahnya, dilempari kotoran, disebut "orang gila", di boikot hingga bertahun-tahun, hanya memakan daun-daunan, bersabar dan tidak sedikit pun mundur dari jalan dakwah.
Ingatlah pada tugas muliamu..., tugasmu hanya menyampaikan, bukan memberi petunjuk.
Saat yang disayang mulai meninggalkan mesjid...., doakan ia...
Saat yang disayang mulai merokok...., doakan ia...
Saat yang disayang mulai pacaran...., doakan ia...
Saat yang disayang mulai meninggalkan dan melepas jilbabnya..., doakan ia...
Semoga Allah berikan kesabaran yang luas untuk hatimu.
Semoga Allah kuatkan Iman dan Islammu
Semoga Allah teguhkan langkahmu dijalan dakwah
Semoga aku bisa meneladani keteguhanmu, Ustad.... :(
aamiin
Bandung 10 Januari 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar