Selasa, 06 Januari 2015

Sosial Media

Karena yang ditakdirkan mengenal tidak harus bertemu dan mungkin yang bertemu tidak ditakdirkan berjodoh, tapi jodoh dimanapun kamu berada pasti akan bertemu akhirnya.

Saya harap yang membacanya tidak tertawa..., yah mungkin rada maksa kata-katanya, tapi pada kenyataannya memang seperti itu, teknologi sekarang super canggih, medekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat, tapi saya percaya sejauh apapun kita berada orang yang istimewa akan selalu ada dihati. Entahlah... diera digital seperti ini, dimana sebagian besar orang Indonesia menggunakan smartphone, mulai dari Android ataupun IOS, semuanya pasti memiliki akun-akun media sosial, mulai dari  yang alay, sampai yang keren, yang mungkin hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakannya.

Jika kamu punya salah satu dari media sosial diatas, itu artinya kamu cukup update, cukup yah, bukan berarti bagus, kalo punya 2 sampai 3 kamu keren, dan kalo kamu punya 5 sosial media diatas, itu berarti kamu super sekali -___- (update sekali). Terlepas dari isinya, memang bukan keharusan kamu punya sosial media, tapi mungkin, untuk era seperti ini, dimana hampir setengah penduduk Indonesia yang melek huruf (bisa baca) dan melek Internet pasti punya akun facebook. Mulai dari anak-anak, sampai orang dewasa, atau mungkin yang sudah menjadi kakek nenek, sepertinya punya semua.

Saya sendiri, ikut mengikuti perubahan itu, mulai dari Friendster, Facebook (saat dulu belum sealay sekarang), Twitter (dari gak ngerti sampai ngerti), Path (dari ganti android ampe sekarang), Tumblr (dari punya blogspot ampe sekarang), dan Instagram (dari murid ampe dibikinin) kira-kira begitulah perkembangannya. Ketika saya menyukai sesuatu, saya pasti akan fokus pada hal itu, hobby saya adalah membaca dan menulis, jadi mungkin bloger dan tumblr menjadi sosial media yang penting buat saya, sisanya tidak begitu penting, hanya sebagai Informasi tambahan.

Beberapa orang merasa sosial media begitu penting, bentar-bentar update tempat, foto, lagu, film, atau apapun itu yang sering disebut status/tweet, ada yang memang bagus dan jadi bahan pelajaran, ada yang gak penting yang hanya berisi umpatan kekesalan, keluhan, dan hal-hal lain, yang menurut saya itu sama sekali tidak penting untuk dibaca dan dibagi dengan orang lain. Semua kembali pada persepsi, alhasil  saya sangat selektif memfollow orang dimedia sosial.

Sosial media memang lebih baik digunakan oleh orang "dewasa", bukan hanya orang dewasa secara fisik, tapi dewasa secara pemahaman dan kepribadian. Orang dewasa tentunya tau menempatkan yang baik dan buruk, tau membedakan yang baik dan yang buruk. Setidaknya sosial media milik kamu, secara tidak langsung  menurut saya itu adalah representatif diri kamu. Berhati-hatilah menggunakannya, jika kamu orang yang baik, mudah-mudahan apa yang kamu tinggalkan nanti ketika kamu dipanggil Allah bisa menjadi pelajaran berharga bagi hidup orang lain.

Orang yang tidak memiliki akun sosial media? bahkan facebook yang dianggap paling umum? Saya sendiri sempat merasa heran, dan menyimpulkan orang seperti itu adalah orang yang Introvert, nyatanya... saya salah. Memiliki akun sosial media bukanlah suatu keharusan, dialam kubur pun malaikat munkar dan nakir tidak akan menyatakan berapa banyak followers dan following kamu. Mungkin tidak semua hal harus diketahui orang lain, dan saya sangat-sangat menghargai alasan prevecy bagi sebagian orang, terutama bagi orang-orang yang berpegang teguh pada Sunnah, yang berusaha meninggalkan perkara yang kurang bermanfaat.

Saya sempat heran dengan salah satu kakak kelas saya yang dari dulu sampai sekarang hanya mainan facebook, padahal menurut saya dia cerdas, S2 pula. Alasannnya simple dan sederhana "Enaklah gak punya banyak-banyak akun sosial media, gak harus keluar pulsa buat Internetan, bisa ngirit, gak kaya kamu. Lagian twitter dan lainnya saya gak ngerti mainnya gimana" Iya juga sih...., karena semua sosial media yang saya punya saya belajar sendiri, ngulik sendiri, meski ada yang ngasih tau, blog ini aja bener-bener sederhana, gak ngerti harus ngerubah settingan dan lay outnya biar lebih bagus :(

Akan ada banyak kebaikan dan kemudharatan dari akun sosial media seperti diatas, saya sendiri tidak memungkiri, selalu ada kesempatan untuk berbuat baik dan buruk didalamnya, tak jarang akun sosial media bisa memberikan kesempatan untuk orang lain melakukan bullying kepada orang lain (pernah jadi korban ceritanya), mudah-mudahan besok-besok kita bisa lebih cerdas menggunakan akun sosial media.

Bandung, 6 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar