“ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ (Al-Anbiya;87)
"Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku
orang yang dholim"
Mudah-mudahan ketika menuliskan ini, Iman saya dalam keadaan baik, sungguh sulit untuk tidak menuliskannya, tapi sungguh, mungkin ini salah satu cara saya bertahan, menjalankan apa yang sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang muslim, meski saya tau dengan segala keterbatasan saya, mudah-mudahan Allah senantiasa menolong saya dan menguatkan saya.Tidak mudah mengurus semuanya sendiri..., apalagi yang diurus adalah umat. Tapi kesabaran adalah harta terbaik setiap kekasih Allah..., sungguh mungkin ini salah satu cara bagaimana saya membuktikan kecintaan saya pada Rasul, melanjutkan risalahnya, mengikuti sunahnya, dan mengamalkan apa yang ia contohkan.
Hingga pada satu titik saya merasakan kondisi yang membuat saya dalam keadaan sulit, namun Demi rasa cinta pada Allah, tidak saya urungkan langkah saya ini. Saya berfikir-dan terus berfikir, membaca-dan terus membaca bagaimana perjalanan nabi-nabi saya "dijalan" ini. Hingga saya berhenti pada cerita Nabi Yunus, sungguh... saya takut, saya takut jika saya harus dihukum seperti Nabi Yunus, karena meninggalkan umatnya.
Saya mencari di Google tentang Ikan Paus, saya tau Paus adalah hewan terbesar dibumi ini, baik di laut maupun didarat, yang beratnya jauh lebih besar dari gajah. Seperti Paus Biru yang panjangnya bisa mencapai 33 meter dengan berat 181 ton atau lebih. Dan bisa terbayangkan oleh kita, bagaimana rasanya masuk kedalam perut ikan paus selama 3 hari3 malam, tanpa penerangan sama sekali, gelap dan sendirian???
Kisah Nabi Yunus, bukan dongeng, beliau atas Izin Allah bisa masuk kedalam perut ikan paus, entah ini teguran atau hukuman dari Allah, tapi saya bisa merasakan bagaimana ketakutan dan penyesalan nabi Yunus pada saat itu... tidakkah doanya begitu dalam dan penuh kerendahan diri "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya Aku Orang yang Dholim"
Jalan ini memang berat, tapi saya ingin mengikuti jejak nabi saya, saya ingin menjadi golongan manusia yang dicintai Allah, manusia yang mewakafkan hidupnya dijalan dakwah, smoga kisah nabi Yunus dapat menjadi pelajaran berharga untuk saya, aamiin.
Bandung, 2 Februari 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar