Rabu, 08 Januari 2020

Why Me?

Allah tested Nuh (عليه السلام) with a flood.
Ibrahim (عليه السلام) with a fire.
Ya'qub (عليه السلام) with blindness.
Yusuf (عليه السلام) with separation.
Ayyub (عليه السلام) with illness.
Musa (عليه السلام) with tyrants.
Harun (عليه السلام) with betrayal.
Yunus (عليه السلام) with patience.
Sulayman (عليه السلام) with a kingdom and Dawud (عليه السلام) with war.
Tests will come.
Never say, “Why me?”

Jumat, 27 Desember 2019

Takut

Pernikahan secara teori tampak mudah dan sederhana. Tetapi semuanya menjadi sama sekali tidak sederhana saat ia sudah dihadapkan pada seorang manusia. Seseorang yang lengkap dan memiliki banyak pertimbangan terkait masa lalu, keadaan keluarga, nilai-nilai, pandangan hidup, visi misi, juga hal-hal lain yang mungkin tidak pernah ada dalam hidupmu, apalagi pikiranmu. Sebab itulah, mendoakan jauh lebih baik daripada menilai. Memahami jauh  lebih baik daripada berburuk sangka.
-Kurniawan Gunadi

Uninstall


"Social Media has created jealous behaviour over illusions. Sadly some are envious of things, relationships and lifestyles that don't even exists" anonim

Minggu, 24 November 2019

Pilu


“Tahukah kau, kita bisa menukar banyak hal yang menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi... Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan dari orang lain itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian yang menyakitkan itulah yang abadi”  -Tere Liye

Minggu, 10 November 2019

Kau tetap seorang Ibu


Kau tetap seorang Ibu, walaupun belum melahirkan seorang anak
Keu tetap seorang Ibu,  meskipun kau kehilangan buah hatimu
Kau tetaplah seorang Ibu saat menunggu bertahun-tahun perutmu ditiupkan ruh berupa anak oleh Allah
Kau tetaplah seorag Ibu, ketika kau memutuskan merawat anak yang baru saja kehilangan ibunya
Kau tetap seorang Ibu, meskipun kau bercerai dari suamimu yang zalim
Kau tetaplah seorang Ibu, meskipun kehilangan rahimmu karena suatu penyakit
Dan kau tetap seorang Ibu, meskipun Allah belum menakdirkanmu menikah sampai sekarang, lalu kau memutuskan untuk menyanyangi semua anak didunia
Naluri keibuaan selalu dimiliki oleh semua wanita didunia, tak peduli apapun kondisinya.
-          Nadhira  Arini