“Tahukah kau, kita bisa menukar
banyak hal yang menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih
hakiki, lebih abadi... Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan
menyakitkan dari orang lain itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari
kejadian yang menyakitkan itulah yang abadi” -Tere Liye
Pagi ini tiba-tiba saja hati saya
kembali berkecamuk, saya tiba-tiba terfikir hal-hal buruk yang sudah saya
lewati kemarin. Hari ini hari Guru, harusnya saya bahagia sebagai seorang guru,
meskipun saya tau saya belum bisa jadi seorang guru yang baik, baiklah abaikan
saja tentang hari ini. Entah kenapa hati saya kembali meradang, ada sesak yang
terasa didalam dada, saya hanya mengingat betapa saya sudah melewatkan
peristiwa-peristiwa berat yang mengguncang Iman saya.
Dan pertanyaan-pertanyaan yang
selalu terlontar dalam hati “Ya Allah... kenapa Kau berikan ujian ini kepada
saya?” hingga pertanyaan retoris kepada Allah “Ya Allah, saya salah apa?,
kenapa harus saya yang menerima ujian ini?”. Saya yang merasa sudah berdamai
dengan diri sendiri, nyatanya belum benar-benar ikhlas, lihatlah air mata saya
jatuh tak terbendung sepanjang perjalanan kesekolah..., saya berfikir mengapa
ada orang yang begitu tega terhadap saya, padahal selama ini saya selalu tulus
menyayangi dan mencintainya sepenuh hati.
Hingga saya sampai dengan selamat
ke sekolah, air mata saya menguap dan kering terkena angin sepanjang jalan,
saya akan tetap jadi orang baik, tak peduli seberapa besar hal buruk menyakiti
diri saya, perjalanan hidup saya masih panjang, saya percaya Allah tidak pernah
tidur, Allah tau seberapa keras saya sudah berusaha selama ini, seberapa keras
saya berjuang, meski hasilnya sia-sia, dan berakhir dengan tragis, saya
berharap kaki saya cukup kuat untuk menopang tubuh saya, terus menjalani hidup kedepan, penerimaan
tulus akan hal buruk dalam hidup semoga menjadi catatan amal baik disisi Allah,
aamiin.
Bandung, 25 November 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar