“Rumah tangga semestinya dibangun
dengan pondasi pemahaman yang baik.
Bahwa didalamnya kita memiliki
komitmen untuk menjadi sebaik-baik teman belajar, teman berjuang, teman
diskusi, teman bercita-cita, teman bahagia, teman dalam suka dan duka.
Kita tak perlu punya harapan
apapun kecuali keinginan untuk mendukungnya, membahagiakannya. Mendampinginya
dalam proses bertumbuh dan belajarnya.
Jika itu yang dimiliki, saya
yakin ketika ada kesalahan yang dilakukannya, saat mungkin ada satu dua hal
yang membuat kita gak berkesan, hati akan berkata “ Gak apa-apa, dia masih
belajar” Jangan bosan untuk menuntunnya, jangan lelah untuk mempercayainya...
Rumah tangga akan serasa surga
sebelum surga ketika kita tak menuntut apapun, kecuali menuntut diri agar tutur
dan tingkah laku kita bisa jadi sebab bahagianya.
Rumah tangga akan benar-benar
jadi surga sebelum surga, jika kita memahaminya, jika kita melaksanakannya” - Quraners