“A Husband is
supposed to be her best friend. He drys her tears of pain. He makes her smile.
He trust her. Hehonours her during hardship and ease. He brings joy to her
life. He respects her. He plays and jokes with her to show his affection and he
prays with her to show their sacrife. He loves her. He makes dua for their love
and blessings to increase and he asks Allah to gather them together in the
palaces of paradise” –dailyislamicinspiration
Dan ternyata
pemilik IG kasih caption dibawahnya
“But don’t thinking
marriage is some “happily ever after that’s Jannah. In this dunya, pople fight,
people argue. That’s just life. Marriage is beautiful, but it can be ugly at
times too because no one is perfect. You’re meant to work on your flaws
together, and go to through the good and bad times together whilst you pray to
be in Jannah... together.
Kehidupan
pernikahan nyatanya tidak seindah yang ada di sosial media seperti Instagram,
sebagain dari mereka mungkin memang benar-benar bahagia dengan rumah tangganya,
tapi tidak sedikit pula yang rumah tangganya bermasalah, dan harus jatuh
bangun. Masalah rumah tangga nyatanya lebih kompleks dari yang kita kira,
mungkin bagi orang-orang yang belum menikah dan belum merasakan rasanya rumah
tangga, pernikahan dianggap solusi praktis menghadapi masalah hidup, seperti
skripsi, pekerjaan, keluarga, atau ekonomi.
Pernikahan dianggap
jalan pintas untuk mengakhiri keruwetan hidup yang dijalani ketika masih
sendiri. sayangnya... setelah menikah sebagian orang justu merasa masalah kian
rumit, ujian kian mendera, dan musibah datang tanpa bisa ditolak.
Bagi saya sebuah
rizky dan anugrah terbesar, jika kamu mendapatkan pasangan hidup yang baik.
Yang bisa membuat kamu jauh lebih baik dari sebelumnya, seseorang yang bisa
menyempurnakan setengah agama kamu, dan jelas ia seseorang yang bisa menjaga
kamu bukan hanya didunia, tapi juga bisa mengantarkan kamu sampai ke surga.
Bagi saya
pernikahan yang sakinah, bukan pernikahan yang didalamnya sama sekali tidak ada
perbedaan dan pertengkaran. Saya yakin kita semua menikahi manusia, bukan
malaikat atau bidadari yang sempurna tanpa cacat, tanpa cela, tanpa salah. Saya
yakin hampir semua rumah tangga pernah mengalami masalah, beda pendapat,
perbedaan, atau bahkan pertengkaran. Tapi yang baik adalah ketika keduanya mau
sama-sama belajar menurunkan ego, meminta maaf, dan mau memberi maaf. Mau
membangun cinta, bukan hanya jatuh cinta. Bagi saya pernikahan adalah sesuatu
yang agung, sesuatu yang berat, dan ibadah paling lama selama hidup.
Menikah bukan hanya
kehalalan 2 orang manusia laki-laki dan perempuan, bukan juga hanya untuk
menyalurkan naluri manusia untuk bereproduksi melestarikan keturunan. Jauh dari
itu, menikah adalah membangun Peradaban, mencetak generasi penerus risalah
dakwah para Rasul. Dan investasi akhirat saat kita harus meninggalkan dunia.
Semoga Allah
menjaga pernikahan kita, dan mengaruniai kita keturunan anak cucu yang beriman
dan bertakwa kepada Allah, semoga Allah berikan pendamping hidup yang terbaik,
yang membantu kita dalam keshalihan, aaminn
Bandung, 24 Juni
2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar