Minggu, 23 Juni 2019

Husband


“A Husband is supposed to be her best friend. He drys her tears of pain. He makes her smile. He trust her. Hehonours her during hardship and ease. He brings joy to her life. He respects her. He plays and jokes with her to show his affection and he prays with her to show their sacrife. He loves her. He makes dua for their love and blessings to increase and he asks Allah to gather them together in the palaces of paradise” –dailyislamicinspiration


Dan ternyata pemilik IG kasih caption dibawahnya
“But don’t thinking marriage is some “happily ever after that’s Jannah. In this dunya, pople fight, people argue. That’s just life. Marriage is beautiful, but it can be ugly at times too because no one is perfect. You’re meant to work on your flaws together, and go to through the good and bad times together whilst you pray to be in Jannah... together.

Kehidupan pernikahan nyatanya tidak seindah yang ada di sosial media seperti Instagram, sebagain dari mereka mungkin memang benar-benar bahagia dengan rumah tangganya, tapi tidak sedikit pula yang rumah tangganya bermasalah, dan harus jatuh bangun. Masalah rumah tangga nyatanya lebih kompleks dari yang kita kira, mungkin bagi orang-orang yang belum menikah dan belum merasakan rasanya rumah tangga, pernikahan dianggap solusi praktis menghadapi masalah hidup, seperti skripsi, pekerjaan, keluarga, atau ekonomi.

Pernikahan dianggap jalan pintas untuk mengakhiri keruwetan hidup yang dijalani ketika masih sendiri. sayangnya... setelah menikah sebagian orang justu merasa masalah kian rumit, ujian kian mendera, dan musibah datang tanpa bisa ditolak.

Bagi saya sebuah rizky dan anugrah terbesar, jika kamu mendapatkan pasangan hidup yang baik. Yang bisa membuat kamu jauh lebih baik dari sebelumnya, seseorang yang bisa menyempurnakan setengah agama kamu, dan jelas ia seseorang yang bisa menjaga kamu bukan hanya didunia, tapi juga bisa mengantarkan kamu sampai ke surga.

Bagi saya pernikahan yang sakinah, bukan pernikahan yang didalamnya sama sekali tidak ada perbedaan dan pertengkaran. Saya yakin kita semua menikahi manusia, bukan malaikat atau bidadari yang sempurna tanpa cacat, tanpa cela, tanpa salah. Saya yakin hampir semua rumah tangga pernah mengalami masalah, beda pendapat, perbedaan, atau bahkan pertengkaran. Tapi yang baik adalah ketika keduanya mau sama-sama belajar menurunkan ego, meminta maaf, dan mau memberi maaf. Mau membangun cinta, bukan hanya jatuh cinta. Bagi saya pernikahan adalah sesuatu yang agung, sesuatu yang berat, dan ibadah paling lama selama hidup.

Menikah bukan hanya kehalalan 2 orang manusia laki-laki dan perempuan, bukan juga hanya untuk menyalurkan naluri manusia untuk bereproduksi melestarikan keturunan. Jauh dari itu, menikah adalah membangun Peradaban, mencetak generasi penerus risalah dakwah para Rasul. Dan investasi akhirat saat kita harus meninggalkan dunia.

Semoga Allah menjaga pernikahan kita, dan mengaruniai kita keturunan anak cucu yang beriman dan bertakwa kepada Allah, semoga Allah berikan pendamping hidup yang terbaik, yang membantu kita dalam keshalihan, aaminn

Bandung, 24 Juni 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar