“Time of difficulty test our faith, our fortitude and our strength. During these times, the level of our imaan becomes manifest” Yasmin Mogahed
Saya tahu tahun 2020 ini adalah
tahun yang sangat sulit untuk semua orang, tidak terkecuali diri saya sendiri,
pandemi yang sudah mau setahun berjalan belum menunjukkan tanda-tanda akan
berakhir, dan kita hanya bisa berdoa agar selalu diberikan kesehatan untuk
menjalani hari-hari kedepan. Banyak hal yang terjadi setahun belakang ini, baik
kebaikan maupun kesulitan datang silih berganti, menguras keringat dan air
mata, alhamdullilah semuanya terlalui dengan baik, meski dengan air mata.
Dan doa-doa saya pun akhirnya
mulai terjawab... pertanyaan-pertanyaan yang selama ini mengganggu fikiran saya
akhirnya terjawab sudah, Allah memang baik, Allah sayang pada saya, hingga
selalu menjaga Izzah saya sebagai seorang perempuan muslim. Bohong kalau saya
berkata saya baik-baik saja, jujur saya tidak baik-baik saja karena mungkin
harapan saya kini sudah pupus, tapi mungkin dengan jalan ini Allah ingin
menguatkan saya.
Iya saya merasa kacau, semenjak
kejadian beberapa tahun silam, kondisi saya tidak pernah baik-baik saja, saya
merasa insecure, overthinking, dan anxiety yang berlebihan. Tidak sebaik
prasangka orang pada saya, saya merasa rendah diri dan malu, tapi sebisa
mungkin menutupi itu semua dengan segala kesibukan mengerjakan apapun agar
dapat mendapatkan uang tambahan. Hingga disatu titik saya mendapatkan nasehat
dari salah seorang sahabat saya
“Jangan pernah meng-undervalue
diri sendiri teh, teteh itu berharga, Allah sayang sama teteh, Makanya dikasih
ujiannya juga engga biasa kan, karena teteh doang yang mampu, Ketika bisa sabar
dan berbaik sangka sama ketetapan Allah, Insya Alalh ganjaran akhiratnya ngga
biasa...”
Saya speechless...
Tiba-tiba saja saya ingin
menangis, air mata saya jatuh..., mungkin saya sudah terlalu lama menumpuk
segala perasaan negatif dalam diri saya, hingga saya lupa bahwa masih ada
orang-orang yang sayang dan perhatian kepada saya, masih ada orang-orang yang
menyertai saya dalam setiap doanya. Saya berharap suatu saat takdir saya datang
dengan cara yang paling baik dan diridhai Allah, saya ingin menjadi pribadi
yang baik, yang kuat Iman dan Takwanya, hingga apapun yang akan terjadi
kedepan, saya bisa menghadapinya dengan penuh keikhlasan.
Terima kasih banyak atas segala
kasih sayangMu Ya Rabb..., maafkan hambaMu yang lemah ini...
Bandung, 31 Desember 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar