“Rizky yang baik itu bukan tentang jumlah, bukan yang banyak, tapi rizky yang baik itu adalah yang cukup dan berkah, hingga kita tidak merasakan sulitnya meminjam uang pada orang lain...”
Bicara rizky
memang tidak ada habisnya, iya mungkin karena saya bukan orang yang banyak
uang, yang kalau punya keinginan membeli barang bagus harus nabung dan
ngumpulin uang dulu. Saya adalah anak yang cukup baik, tidak merepotkan orang
tua untuk banyak hal yang membutuhkan uang, meski sekarang mungkin saya bekerja
ditempat yang lebih baik dari sebelumnya, tapi memang gaji saya tidak terlalu
besar. Alhamdullilah masih bisa menabung sedikit-sedikit untuk tabungan haji.
Saya anak
ekonomi yang cukup baik dalam mengelola keuangan, tapi tidak cukup baik untuk
menghasilkan uang banyak wkwkkwkwk, saya tinggal bersama kedua orang tua yang
sudah cukup tua, ayah saya sudah lama pensiun dan ibu saya hanya ibu rumah
tangga biasa, yang tidak punya tabungan, dan hanya punya utang. Ya saya bekerja
keras bukan untuk diri sendiri tapi juga untuk kedua orang tua saya juga,
sedih? iya ... karena merasa belum bisa membahagiakan mereka dari segi materi,
uang saya hanya cukup untuk makan sehari hari, dan membeli obat ibu yang tidak
di cover BPJS.
Makanya kadang
ketika tekanan pekerjaan terasa begitu berat saya ingin menangis, tapi sebisa
mungkin tidak menunjukkan itu kepada kedua orang tua, cukuplah mereka tau saya
baik-baik saja. Setiap bulan saya menerima gaji, gaji saya dibagi menjadi 3
bagian, satu bagian untuk ditabung, satu bagian untuk orang tua, dan satu
bagian lagi untuk saya. Bagian saya pun harus dipotong dengan zakat, bayar BPJS
orang tua, dan Wifi wkwkkwkkw, terbayanglah sisanya hanya beberapa ratus ribu,
itupun harus cukup hingga akhir bulan. Prinsip saya gapapalah hemat dikit, yang
penting bisa nabung.
Pertanyaannya,
bagaimana bisa beli barang-barang bagus yang harganya mahal??? Oh saya tidak
melihat barang dari merknya, tapi entah kenapa barang-barang yang menurut saya
bagus, dan saya suka, harganya mahal dan branded ( saya juga kurang paham), saya
beli hasil jerih payah melakukan pekerjaan sampingan entah itu mengerjakan
project, mengajar privat, bonus kegiatan sekolah, menang lomba, dan hadiah dari
orang lain/keluarga. Sisanya mungkin nunggu diskonan akhir tahun, diskon
lebaran, atau Harbonas wkwkkwkwk
Ngerasa sedih
itu kalau apa coba ?
Pertama itu
Infaq dan sedekah, yang saya pahami
kalau zakat itu wajib, Kalau infaq dan sedekah itu tidak wajib, tapi
seikhlasnya, saya.. sangat ingin kapanpun bisa infaq dan sedekah tanpa melihat
jumlah uang didompet atau jumlah saldo direkening, senang sekali kalau bisa
jadi orang dermawan yang bisa membantu orang yang kesulitan.
Kedua Makan enak, wkwkkwkwk... saya bukan tipe orang yang selalu makan dimall atau cafe-cafe dan resto mahal, seinget saya, saya makan enak disebuah Cafe Mahal pas diajak makan malam sama orangtua murid privat saya dahulu, atau ketika atasan saya ulang tahun, barulah saya bisa makan di Resto yang All You Can Eat harganya Rp150.000 – Rp 200.000/ orang. Yah kalau mau makan enak itu sebulan sekali pas gajian, tapi itu juga jarang, sayang uang dipakai makan2 mahal, lebih baik masak dirumah ikut dimakan ortu juga. Go Food???? Hahhaa ga pernah sama sekali, pernah deng 2 apa 3 tahun lalu pas saya sakit, dan sahabat saya menjenguk kerumah, waktu itu bener-bener sendiri gada ortu, jadi karena lapar dan sakit akhirnya saya Go Food. Berhubung saya ada motor dan ada sepeda, rasanya sayang harus go food, lebih baik beli sendiri makanannya ga pake ongkir.
Ketiga Perawatan, haha perawatan bagi saya adalah sesuatu yang sangat prestise, apapun itu mau bodycare, haircare, skincare, rasanya mahal-mahal buat saya, gada budget beli-beli skincare mahal ala-ala korea, yang lokal dan bagus juga harganya mahal-mahal, jadi akhirnya beli yang lokal dengan harga ekonomis, kalaupun beli itu pun gada buat haircare atau bodycare, skincare aja ala ala, yang penting kulitnya bersih, tidak kusam, dan tidak berjerawat, yang lainnya dijaga aja pake produk alami. Make up??? ini juga berlaku untuk make up, saya Cuma butuh 3 untuk make up, pelembap, bedak, dan lipstik, cukup. Alhamdullilah lagi WFH juga jadi gak boros kosmetik wkwkkwkw. Ke Salon? ah udah lama gak nyalon, lagi pandemi juga, obat buat creambath masih ada kok dirumah.
Keempat
Travelling/Liburan... ini juga, liburan jauh-jauh antar pulau itu juga karena
urusan pekerjaan, waktu ke Kalimantan, akomodasi ditanggung Kantor karena
sekitar satu bulanan saya stay disana buat ngajar persiapan SBMPTN tahun 2016.
Ke Bali sekitar tahun 2018, itu juga karena disekolah ada study tour
Malang-Bali yang membuat saya harus ke luar pulau mendampingi murid-murid
karena saya wali kelasnya kala itu. Menginap di Hotel or Apartemen itu juga
karena urusan kerjaan. Saya tidak pernah menabung untuk liburan bersama
keluarga, sedih juga sih... ga bisa ngajak orang tua liburan. Saya dapat jatah
liburan dari kantor tidak pernah bisa bawa orang tua, apalagi lihat kondisi ibu
yang sering sakit-sakitan seperti ini akan lebih sulit.
Saatu waktu mas
sepupu saya yang tinggal di Jakarta datang ke bandung bersama istri dan
anak-anaknya untuk menjenguk Ibu, bawa TV 42 Inch untuk Ibu, mengajak
staycation di Hotel, dan membelikan sendal juga pakaian dimall untuk ibu,
bapak, dan saya. Tau bagaimana perasaan saya??? menangis dalam hati. Ya.. saya
bersyukur, walau belum bisa membahagiakan orang tua saya, tapi Allah kirimkan
orang-orang baik untuk memuliakan dan membahagiakan orang tua saya. Saya punya
banyak mas-mas sepupu yang sayang pada Ibu, mereka yang mungkin rizkynya lebih
lapang dari saya, dan bisa memberikan perhatian yang besar untuk orang tua
saya, khususnya Ibu. Saya hanya bisa berdoa semoga sedikit rizky yang saya
berikan kepada orang tua hasil jerih payah saya mengajar benar-benar bermanfaat
dan berkah untuk mereka. Semoga Allah berkahi sisa umur mereka dengan banyak
kebaikan, semoga Allah kuatkan kaki dan langkah saya dalam mencari nafkah,
semoga Allah panjangkan umur saya untuk bisa memuliakan kedua orang tua saya,
aamiin.
Bandung, 14
Desember 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar