“Kadang-kadang, kau pikir, lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang,
Jika ada seorang terlanjur
menyentuh inti jantungmu, mereka yang datang kemudian hanya akan menemukan
kemungkin-kemungkinan”
-Aan Mansyur, Tidak Ada New York Hari Ini
Dari sekian banyak drama korea
yang pernah saya tonton, kayanya hanya drama ini yang bikin agak kesal, kenapa?
Saya gak mau spoiler, tonton aja sendiri dan nanti bikin kesimpulan sendiri cerita tentang anak muda yang bikin perusahaan rintisan, tapi konflik utamnya ya cinta segitiga. Memang pemeran utama laki-laki dalam sebuah drama tidak pernah 2 orang,
kalaupun ada 2 yang satu hanya jadi pelengkap atau alternatif wkwkkwkwkwk
Dan sepertinya yang merasa
pemeran kedua lebih cocok mendampingi pemeran utama perempuan bukan saya saja
haha, berdasarkan voting yang dilakukan dinegara asal drama ini juga kebanyakan
lebih populer pemeran kedua laki-laki, Han Ji Pyeong daripada Nam Do San. Yang bikin greget adalah kenapa Pak Han tidak mengaku bahwa dirinyalah Nam Do San yang menulis surat itu, dan malah menyuruh Nam Do San yang mengaku, jadi Dal Mi melihat Do San, dan Do San pun yang asalnya cuma menggantikan Pak Han karena salah paham, jadi beneran suka sama Dal Mi, pusing kan ???
Tapi yang namanya perasaan
apalagi tentang cinta, itu memang sesuatu yang sulit dan rumit, karena kadang
mencintai seseorang kita tidak butuh banyak alasan, tampan, cerdas, baik hati, kaya raya,
penyayang, tidak cukup bagi Dal mi menerima cintanya Pak Han, dia memilih
menautkan hatinya pada Nam Do San, yang baru dia kenal, padahal surat-surat
yang ditulis selama 15 tahun untuk Dal mi, tidak ditulis oleh Nam Do San, tapi
oleh pak Han yang dulu meminjam nama Nam Do San. Iya tapi inti cerita dalam
drama ini memang sudah jelas, sang penulis skenario memang tidak membuat plot
Dal mi dengan Pak Han, tapi dari awal memang sudah dipasangkan dengan Do San.
Padahal baik, dan perhatiannya Pak Han ke Dal mi luar biasa. Walau kadang nada bicara Pak Han itu tegas, dan seperti yang ingin menjatuhkan orang lain, sebenarnya Pak Han itu anak Baik yang hatinya juga baik, sayang sekali sama neneknya Dal Mi.
Cukup yah..., tapi jujur kadang
saya merasa berada di posisi pak Han, bukan karena saya cantik, cerdas, baik hati,
penyayang, dan kaya raya, tapi saya merasa, bahwa sebaik apapun diri saya,
kalau memang tidak ada perasaan seseorang tidak akan pernah mencintai saya. Ya
karena perasaan tidak bisa dipaksakan sama sekali, memang kadang orang baik
ujiannya juga sulit.
Yang berkorban siapa, yang
bahagia siapa...
Pak Han Ji Pyeong.. You Deserve
Better...
Bandung, 4 Desember 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar