"Mintalah pertolongan kepada Allah dengan penuh keyakinan, karena Ia akan selalu menolongmu dalam segala kesulitan dan kesusahan"
Sore itu setelah rapat disekolah aku pulang kerumah, langit sudah mulai gelap, waktu dijam tanganku menunjukkan pukul 15.30, aku memang sedang tidak sholat sore itu, jadi selesai rapat aku langsung pulang, jarak dari sekolah ke rumah memang cukup jauh, dan tentunya jalan dago giri yang aku lewati jalannya tidak lurus, naik turun, dan berkelok, saat akan naik keatas tiba-tba saja mesin motorku mati mendadak, dan aku coba stater beberapa kali juga tidak mau menyala, aku? panik..., alhamdullilah sore itu jalanan tidak terlalu padat, tidak ada mobil yang berada dibelakangku. Seandainya ada, aku pun tidak tau harus seperti apa, aku mencoba mendorong motorku dengan sisa-sisa tenaga yang aku miliki, aku berada dibawah, dan untuk naik keatas jalannya menanjak
“Kenapa teh motornya, mau saya
bantu dorong”
Tiba-tiba seorang laki-laki
dengan motor besar menghampiriku, aku fikir ia benar-benar akan membantuku, dan
ternyata tidak, dia melanjutkan perjalanannya. Aku kembali terdiam, melihat ke
arah kanan dan kiri barangkali ada yang bisa membantuku, ternyata tidak ada.
Motorku berat, jalanan menanjak, didalam tas ransel yang aku gendong ada
nettbook, konsumsi satu kardus sisa rapat yang belum dimakan, dan uang gepokan
puluhan juta uang tranport guru-guru dari BOS yang selalu tunai aku terima. Aku
benar-benar ingin menangis saat itu.
Dan tiba-tiba seoarang laki-laki
dari arah depan menghampiriku, laki-laki dengan masker, dan helm full face yang
tadi menawarkan diri untuk mendorong motorku. Dia ternayata memakirkan motornya
diatas dan berjalan kebawah untuk menolong saya.
“Sini teh saya bantu dorongin...”
Saya tidak bisa berkata banyak,
karena saya memang kelelahan, saya fikir bisa dituntun berdua, tapi laki-laki
itu menuntun sendiri motor saya keatas,
“ Aa.. gapapa? ini motornya sama
aa didorong?
“Gapapa teh, didepan ada bengkel”
Saya tiap hari lewat jalan itu,
tidak pernah memperhatikan ada bengkel diatas, jarak dari tempat saya berhenti
tadi hingga bengkel lumayan cukup melelahkan ada mugkin 500meter lebih, setelah
sampai di depan bengkel itu laki-laki itu berlalu
“udah ya teh... coba diperiksa
dulu motornya”
“iya a... makasih banyak yah...
punten negerepotin....”
Dan akhirnya motor saya
diperbaiki, dibongkar seluruhnya sama orang bengkel, ketika itu saya melihat
lagi kebelakang, barangkali laki-laki itu masih ada, tapi karena hujan, juga
jalan yang ramai saya tidak bisa menemukan laki-laki itu, ia menghilang begitu
cepat denga motornya.
Ini memang bukan FTV dan tidak
akan seperti FTV, tapi entah kenapa saya merasa sedih, dan terharu, Allah
begitu baik dan sayang pada saya, hingga pada waktu-waktu sulit seperti itu,
Allah kirimkan bantuan dan pertolongan untuk saya. Bahkan bapak bengkel pun
menjelaskan kenapa mesin motor saya mati, dan ketika motor saya selesai
diperbaiki tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. Saya tidak mungkin
pulang dengan keadaan hujan deras seperti itu, bapak bengkel itu berkata pada
saya “Jangan pulang sekarang teh, tunggu hujannya berhenti dan agak reda dulu
yah, kalau hujan jalannya licin, bahaya nanti ke tetehya”
“Oh iya pak, makasih banyak”
Bandung, 30 November 2020
‘

Tidak ada komentar:
Posting Komentar