“Karena kasih sayang seorang Ibu tidak pernah terputus bahkan ketika anaknya sendiri sudah menikah atau sudah menjadi Ibu”
Semenjak mendapat amanah menjadi bendahara setiap akhir bulan saya selalu disibukkan dengan urusan laporan keuangan. Dan nyatanya proses membuat laporan keuangan ini tidak sesederhana keliatannya, banyak drama yang terjadi setiap akhir bulannya, dan mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi, bukan karena saya yang tidak bisa menyelesaikannya, tapi karena orang lain yang telat memberikan bukti dan laporan keuangan kegiatan, otomatis itu akan menghambat pekerjaan saya.
Sekedar informasi, ketika akan
menyusun laporan keuangan ini, ada dua bagian laporan yang harus diserahkan
kepada saya, pertama laporan keuangan dari kesiswaan kedua adala laporan
keuangan dari bagian humas. Bulan pertam ada rekan saya bagian tata usaha yang
kurang rapih dalam masalah keuangan, ia beberapa kali meminta uang kepada saya
untuk berbagai keperluan, dan diakhir dia hanya menyerahkan seluruh bukti tanpa
catatan dan laporan yang rinci, hampir 10 bukti transaksi seperti kuitansi dan
nota yang harus saya periksa satu-satu dan harus saya tempelkan satu-satu
dikertas, ini membuat saya ingin menangis, dan ternyata masih ada pula bukti
yang tercecer dan kurang, untunglah beliau mau mencarinya, dan menyerahkannya
kepada saya.
Kedua adalah ketika saya harus
menunggu seseorang yang bertanggungjawab membuat laporan humas, kami janjian
dikantor jam 9an pagi, hingga zuhur ia belum juga datang, dan akhirnya ia
datang sekitar jam 3 sore hampir setengah empat, saya pada saat itu yang datang
dari jam 8 dan belum sempat makan siang benar-benar merasa lelah, dan harus
menyelesaikan sisa laporan itu hingga selesai sekitar jam 4an sore, ingin
menangis...
Ketiga adalah ketika printer
diruangan saya rusak. Yah printer bendahara harusnya bagus dan berwarna, tapi
yang diruangan saya sudah printer lama, tintanya juga udah sedikit, pokoknya
menyedihkan, dirumah gada printer juga, alhasil saya pasti akan ngeprint
laporan keuangan di foto copyan, agak riskan memang, tapi sebisa mungkin saya
hapus kalau sudah di download, karena saya gak ada anggaran buat beli printer
bagus. Bukan sekali dua kali saya mengerjakan laporan ini sendirian, dan karena
sedang WFH juga, akhirnya kemarin saya mengerjakan laporan sendirian diruang
kurikulum masih sore sih masih jam 4, masih ada beberapa guru laki-laki dan
juga dua orang satpam.
Saya pulang sekitar pukul 4
sorean dan sampai rumah pukul 5 sorean, dan saya tidak tau respon ibu akan secemas
itu ketika ibu tanya dengan siapa saya dikantor, apa masih ada guru
perempuannya? saya bilang saya sendiri, dan ibu sedikit marah, ibu bilang lain
kali kalau tidak ada teman perempuan tidak usah lama-lama dikantor. Saya
bingung dan agak kaget..., tidak menyangka ibu akan secemas itu pada saya, ibu
benar-benar khawatir pada saya, sementara saya terlalu berfikir positif karena
saya tidak berfikir “sejauh” itu. Tapi kemudian saya pun mengamini dan paham
maksud ibu, ibu khawatir pada saya, takut hal-hal buruk menimpa saya, dan
kemudian saya sadar, sekolah saya jauh dari mana-mana yang seandainya pun saya
berteriak, tidak akan banyak orang yang menolong L
Ya Allah... aku mohon
perlindunganMu dimana pun aku berada, semoga nasehat ibu benar-benar bisa saya
ingat, bagaimanapun kita menjaga diri, ada saja orang-orang yang mungkin
bertindak tidak baik pada kita hati-hati lebih tepatnya, meski saya tau
rekan-rekan saya dikantor baik senior maupun yang junior insya allah orang-orang
baik, tapi tetap saya harus menjaga diri saya dimanapun, apalagi jika saya
sendirian, mudah-mudahan Allah selalu melindungi saya, terima kasih ibuuu...
semoga anak ibu ini selalu berada dalam penjagaan Allah dimanapun berada,
aamiin
Bandung, 30 Januari 2021
Picture : Twitter @ayunoko

Tidak ada komentar:
Posting Komentar