Sabtu, 30 Januari 2021

Laporan Akhir Bulan


“Karena kasih sayang seorang Ibu tidak pernah terputus bahkan ketika anaknya sendiri sudah menikah atau sudah menjadi Ibu”

Semenjak mendapat amanah menjadi bendahara setiap akhir bulan saya selalu disibukkan dengan urusan laporan keuangan. Dan nyatanya proses membuat laporan keuangan ini tidak sesederhana keliatannya, banyak drama yang terjadi setiap akhir bulannya, dan mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi, bukan karena saya yang tidak bisa menyelesaikannya, tapi karena orang lain yang telat memberikan bukti dan laporan keuangan kegiatan, otomatis itu akan menghambat pekerjaan saya.

Sekedar informasi, ketika akan menyusun laporan keuangan ini, ada dua bagian laporan yang harus diserahkan kepada saya, pertama laporan keuangan dari kesiswaan kedua adala laporan keuangan dari bagian humas. Bulan pertam ada rekan saya bagian tata usaha yang kurang rapih dalam masalah keuangan, ia beberapa kali meminta uang kepada saya untuk berbagai keperluan, dan diakhir dia hanya menyerahkan seluruh bukti tanpa catatan dan laporan yang rinci, hampir 10 bukti transaksi seperti kuitansi dan nota yang harus saya periksa satu-satu dan harus saya tempelkan satu-satu dikertas, ini membuat saya ingin menangis, dan ternyata masih ada pula bukti yang tercecer dan kurang, untunglah beliau mau mencarinya, dan menyerahkannya kepada saya.

Kedua adalah ketika saya harus menunggu seseorang yang bertanggungjawab membuat laporan humas, kami janjian dikantor jam 9an pagi, hingga zuhur ia belum juga datang, dan akhirnya ia datang sekitar jam 3 sore hampir setengah empat, saya pada saat itu yang datang dari jam 8 dan belum sempat makan siang benar-benar merasa lelah, dan harus menyelesaikan sisa laporan itu hingga selesai sekitar jam 4an sore, ingin menangis...

Ketiga adalah ketika printer diruangan saya rusak. Yah printer bendahara harusnya bagus dan berwarna, tapi yang diruangan saya sudah printer lama, tintanya juga udah sedikit, pokoknya menyedihkan, dirumah gada printer juga, alhasil saya pasti akan ngeprint laporan keuangan di foto copyan, agak riskan memang, tapi sebisa mungkin saya hapus kalau sudah di download, karena saya gak ada anggaran buat beli printer bagus. Bukan sekali dua kali saya mengerjakan laporan ini sendirian, dan karena sedang WFH juga, akhirnya kemarin saya mengerjakan laporan sendirian diruang kurikulum masih sore sih masih jam 4, masih ada beberapa guru laki-laki dan juga dua orang satpam.

Saya pulang sekitar pukul 4 sorean dan sampai rumah pukul 5 sorean, dan saya tidak tau respon ibu akan secemas itu ketika ibu tanya dengan siapa saya dikantor, apa masih ada guru perempuannya? saya bilang saya sendiri, dan ibu sedikit marah, ibu bilang lain kali kalau tidak ada teman perempuan tidak usah lama-lama dikantor. Saya bingung dan agak kaget..., tidak menyangka ibu akan secemas itu pada saya, ibu benar-benar khawatir pada saya, sementara saya terlalu berfikir positif karena saya tidak berfikir “sejauh” itu. Tapi kemudian saya pun mengamini dan paham maksud ibu, ibu khawatir pada saya, takut hal-hal buruk menimpa saya, dan kemudian saya sadar, sekolah saya jauh dari mana-mana yang seandainya pun saya berteriak, tidak akan banyak orang yang menolong L

Ya Allah... aku mohon perlindunganMu dimana pun aku berada, semoga nasehat ibu benar-benar bisa saya ingat, bagaimanapun kita menjaga diri, ada saja orang-orang yang mungkin bertindak tidak baik pada kita hati-hati lebih tepatnya, meski saya tau rekan-rekan saya dikantor baik senior maupun yang junior insya allah orang-orang baik, tapi tetap saya harus menjaga diri saya dimanapun, apalagi jika saya sendirian, mudah-mudahan Allah selalu melindungi saya, terima kasih ibuuu... semoga anak ibu ini selalu berada dalam penjagaan Allah dimanapun berada, aamiin

Bandung, 30 Januari 2021 

Picture : Twitter @ayunoko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar