Selasa, 09 Januari 2018

Resolusi 2018

“Your life is nothing more than a love story. Between you and God. Nothing more. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent to your path for one reason and one reason only: to bring you back to Him.” Yasmin Mogahed


Pergantian tahun, mungkin banyak orang yang membuat resolusi ditahun ini, dan saya pun akhirnya mulai berfikir untuk kembali menata hidup saya dan juga membuat resolusi dalam hidup, tahun kemarin adalah tahun berduka buat saya, banyak air mata yang saya keluarkan ditahun kemarin, dan mungkin tidak akan lantas kering karena tahunnya berganti sekarang, ditahun ini saya gak punya banyak targetan, gak banyak punya keinginan ini itu, saya pengen bisa menjalani hidup dengan baik, dikasih umur sampai detik ini saja harusnya saya banyak bersyukur kepada Allah. Saya gak mau terlalu muluk-muluk, gak mau banyak rewel juga sama Allah, saya cukup tau diri sekarang.

Pertama, Kurangi makan banyakin olahraga, saya tau tubuh saya tidak berada dikondisi tubuh ideal, umur saya pun tidak muda lagi, dan alasan utamanya saya yang belum punya anak dan melahirkan, maka saya mau tidak mau harus menjaga tubuh saya, agar berada dalam kondisi sehat dengan berat badan yang ideal pula. Intinnya memang harus banyak olahraga, padahal selama ini saya sudah berusaha untuk tidak terlalu banyak makan dan jajan, alhasil sekarang mulai mengurangi porsi makan saya sehari-hari.

Kedua, kurangi shopping banyakin nabung, belanja itu tidak selalu berkaitan dengan makanan, untuk seorang perempuan, jika dikatakan “Shopping”/ “belanja” bisa berbagai macam bentuknya, entah itu pakaian (baju, kerudung), sepatu, tas, aksesoris, kosmetik, dan segala sesuatu yang melekat pada diri seorang wanita, meski bukan seorang yang boros, tapi memang saya akan membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pada saat itu. Inilah yang ingin saya kurangi, saya merasa semua barang yang saya miliki entah itu baju, kerudung, tas, ataupun sepatu sepertinya sudah lebih dari cukup, karena saya sudah memiliki beberapa jenis. Akhirnya saya putuskan kembali untuk istiqomah melanjutkan tabungan haji saja, dengan menambah jumlah tabungan saya, inilah ikhtiar paling maksimal yang bisa saya lakukan untuk mengurangi belanja bulanan saya.

Ketiga, kurangi main banyakin ngaji, ini yang membuat sedih sih, kalau dibandingkan banyak mana antara main dan ngaji, sejujurnya boleh dijawab saya akan bilang banyakn dirumah, meski porsinya memang kalo dibandingkan juga akan lebih banyak ngajinya, dulu sebelum nikah dari remaja saya orang yang cukup rajin kesana kesini buat ta’lim, sempat rajin ikut halaqah juga,dan dapat amanah juga untuk memegang binaan, tapi sekarang saya inginnya bisa lebih banyak menyempatkan waktu untuk “ngaji” entah itu ta’lim atau halaqah. Saya memang jarang main, kebanyakan main juga kalau tidak dengan murid, biasanya dengan keluarga.

Keempat, kurangin baper banyakin istigfhar, waktu minggu kemaren mengikuti pelatihan dikantor, ada tes MBTI yang dilakukan untuk mengetahui kepribadian kita, dan saya termasuk orang yang Esktrovert, Sensing, Feeling, dan Perceiving, yang secara sederhana klo bisa saya simpulkan saya adalah orang yang baperan (bawa perasaan), hal ini lah yang kadang mengganggu kesesimbangan hidup saya, dimana klo dulu dapat undangan nikah dari temen pasti baper (karena sayanya belum nikah),  kalau sekarang saya baper kalo liat ada kakek dan nenek yang bergandengan tangan dateng ke kajian Ustad Haidar, atau suami istri yang istrinya gendong dede bayi dateng ke kajian Ustad Adi Hidayat, sementara saya datangnya sendirian, gak sama suami, dan gak sama anak juga. Saya ingin mengurangi baper saya, mau lebih banyak istigfhar sama Allah, dalam hal apapun itu, mau dibully atau mau disindir secara halus sama orang lain juga, inginnya tetap cool dan beristigfhar saja.

Kelima, kurangi ngeluh banyakin syukur. Inilah hal yang rasanya paling sulit dan harus mau saya lakukan sekarang, suka atau tidak suka. Karena mengeluh hanya akan menambah beban hidup, toh beban hidup saya sudah berat, kalo ditambah keluhan-keluhan lama –lama saya bakal jadi ahli kufur bukan ahli syukur. Saya maunya dibimbing bukan dimarahin, maunya disayangi bukan dikasarin, maunya di perhatikan bukan diacuhkan, maunya... tapi kalaupun saya menerima hal-hal buruk bahkan hal terburuk dari perlakuan manusia, saya inginnya bersyukur, karena mungkin itu jalan peningkatan kualitas keimanan dan peningkatan kualitas hidup saya, bahwa saya harus tetap jadi orang baik meski diperlakukan tidak baik oleh orang lain, saya harus tetap bersyukur karena mungkin itulah ladang pahala dan ladang kesabaran saya.

Mungkin itu yang ingin saya lakukan ditahun ini, mudah-mudahan Allah selalu ada disamping saya, membimbing saya untuk istiqomah dijalaNya, menuntun saya ketika saya merasa kebingungan, mennguatkan saya dikala saya merasa lemah dan sendirian.

Bandung, 10 Januari 2018
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar