“Your life is nothing more than a love story. Between you and God. Nothing more. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent to your path for one reason and one reason only: to bring you back to Him.” Yasmin Mogahed
Pergantian tahun, mungkin banyak
orang yang membuat resolusi ditahun ini, dan saya pun akhirnya mulai berfikir
untuk kembali menata hidup saya dan juga membuat resolusi dalam hidup, tahun
kemarin adalah tahun berduka buat saya, banyak air mata yang saya keluarkan
ditahun kemarin, dan mungkin tidak akan lantas kering karena tahunnya berganti
sekarang, ditahun ini saya gak punya banyak targetan, gak banyak punya
keinginan ini itu, saya pengen bisa menjalani hidup dengan baik, dikasih umur
sampai detik ini saja harusnya saya banyak bersyukur kepada Allah. Saya gak mau
terlalu muluk-muluk, gak mau banyak rewel juga sama Allah, saya cukup tau diri
sekarang.
Pertama, Kurangi makan banyakin
olahraga, saya tau tubuh saya tidak berada dikondisi tubuh ideal, umur saya pun
tidak muda lagi, dan alasan utamanya saya yang belum punya anak dan melahirkan,
maka saya mau tidak mau harus menjaga tubuh saya, agar berada dalam kondisi
sehat dengan berat badan yang ideal pula. Intinnya memang harus banyak
olahraga, padahal selama ini saya sudah berusaha untuk tidak terlalu banyak
makan dan jajan, alhasil sekarang mulai mengurangi porsi makan saya
sehari-hari.
Kedua, kurangi shopping banyakin
nabung, belanja itu tidak selalu berkaitan dengan makanan, untuk seorang
perempuan, jika dikatakan “Shopping”/ “belanja” bisa berbagai macam bentuknya,
entah itu pakaian (baju, kerudung), sepatu, tas, aksesoris, kosmetik, dan
segala sesuatu yang melekat pada diri seorang wanita, meski bukan seorang yang
boros, tapi memang saya akan membeli barang sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan pada saat itu. Inilah yang ingin saya kurangi, saya merasa semua
barang yang saya miliki entah itu baju, kerudung, tas, ataupun sepatu
sepertinya sudah lebih dari cukup, karena saya sudah memiliki beberapa jenis. Akhirnya
saya putuskan kembali untuk istiqomah melanjutkan tabungan haji saja, dengan
menambah jumlah tabungan saya, inilah ikhtiar paling maksimal yang bisa saya
lakukan untuk mengurangi belanja bulanan saya.
Ketiga, kurangi main banyakin
ngaji, ini yang membuat sedih sih, kalau dibandingkan banyak mana antara main
dan ngaji, sejujurnya boleh dijawab saya akan bilang banyakn dirumah, meski
porsinya memang kalo dibandingkan juga akan lebih banyak ngajinya, dulu sebelum
nikah dari remaja saya orang yang cukup rajin kesana kesini buat ta’lim, sempat
rajin ikut halaqah juga,dan dapat amanah juga untuk memegang binaan, tapi
sekarang saya inginnya bisa lebih banyak menyempatkan waktu untuk “ngaji” entah
itu ta’lim atau halaqah. Saya memang jarang main, kebanyakan main juga kalau
tidak dengan murid, biasanya dengan keluarga.
Keempat, kurangin baper banyakin
istigfhar, waktu minggu kemaren mengikuti pelatihan dikantor, ada tes MBTI yang
dilakukan untuk mengetahui kepribadian kita, dan saya termasuk orang yang
Esktrovert, Sensing, Feeling, dan Perceiving, yang secara sederhana klo bisa
saya simpulkan saya adalah orang yang baperan (bawa perasaan), hal ini lah yang
kadang mengganggu kesesimbangan hidup saya, dimana klo dulu dapat undangan
nikah dari temen pasti baper (karena sayanya belum nikah), kalau sekarang saya baper kalo liat ada kakek
dan nenek yang bergandengan tangan dateng ke kajian Ustad Haidar, atau suami
istri yang istrinya gendong dede bayi dateng ke kajian Ustad Adi Hidayat,
sementara saya datangnya sendirian, gak sama suami, dan gak sama anak juga.
Saya ingin mengurangi baper saya, mau lebih banyak istigfhar sama Allah, dalam
hal apapun itu, mau dibully atau mau disindir secara halus sama orang lain
juga, inginnya tetap cool dan beristigfhar saja.
Kelima, kurangi ngeluh banyakin
syukur. Inilah hal yang rasanya paling sulit dan harus mau saya lakukan
sekarang, suka atau tidak suka. Karena mengeluh hanya akan menambah beban
hidup, toh beban hidup saya sudah berat, kalo ditambah keluhan-keluhan lama
–lama saya bakal jadi ahli kufur bukan ahli syukur. Saya maunya dibimbing bukan
dimarahin, maunya disayangi bukan dikasarin, maunya di perhatikan bukan
diacuhkan, maunya... tapi kalaupun saya menerima hal-hal buruk bahkan hal
terburuk dari perlakuan manusia, saya inginnya bersyukur, karena mungkin itu
jalan peningkatan kualitas keimanan dan peningkatan kualitas hidup saya, bahwa
saya harus tetap jadi orang baik meski diperlakukan tidak baik oleh orang lain,
saya harus tetap bersyukur karena mungkin itulah ladang pahala dan ladang
kesabaran saya.
Mungkin itu yang ingin saya
lakukan ditahun ini, mudah-mudahan Allah selalu ada disamping saya, membimbing
saya untuk istiqomah dijalaNya, menuntun saya ketika saya merasa kebingungan,
mennguatkan saya dikala saya merasa lemah dan sendirian.
Bandung, 10 Januari 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar