“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah
kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan
jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa” QS Al Furqan : 74
Untuk kesekian kalinya saya pergi
ke toko pakaian bayi untuk membeli kado teman kantor yang melahirkan, beli
kadonya 3 karena memang yang melahirkan ada beberapa, orang ini adalah kali sekian saya pergi ke toko
pakaian bayi, entahlah sejak dulu selalu baper kalau pergi ke toko pakaian
bayi, berfikir kapan saya beli perlengkapan bayi untuk diri saya sendiri, dalam
hati suka sedih, tapi saya hanya bisa bersabar dan berdoa mudah-mudahan kelak
Allah kasih amanah anak buat saya.
Begitu pula ketika saya menjenguk
anak kedua teman dekat saya, saat itu ada beberapa teman juga yang datang
bersama pasangan dan buah hati mereka, Ada kak Akbar bersama Teh Iis dan ketiga
anaknya, Hasna, Naila, dan Hanif. Tak berapa lama yang datang Mba Yulia bersama
Mas Rangga, datang bersama Felia dan De Al, terakhir Mita adik kelas saya yang
datang bersama Ramon, ia juga membawa kedua anaknya, Arsya dan Haura, saya
waktu itu datang sendiri dan hanya bisa tersenyum melihat anak-anak itu bermain
bersama-sama.
Sedihnya tidak bisa digambarkan
dengan kata-kata, teman-teman lama masih suka bertanya kepada saya, sudah isi
belum? sudah punya dede bayi belum? atau beberapa teman saya yang senior yang
memegang perut saya dan mendoakan agar saya segera dapat momongan, saya hanya
bisa tersenyum mungkin saya masih harus bersabar, karena anak adalah amanah
dari Allah, entah kapan akan diberikannya, saya hanya bisa berdoa setiap
sholat, semoga kelak saya bisa jadi istri yang baik untuk suami saya, bisa jadi
ibu yang baik juga buat anak-anak saya, bisa mengurus dan mendidik anak-anak
dengan baik sesuai dengan tuntuntan Islam, dan sambil menunggu anak saya lahir
kelak, saya tetap bisa belajar menjadi Ibu untuk anak-anak saya disekolah dan
adik-adik saya dimesjid.
Saya tau dan mengerti, jika anak
adalah juga bagian dari ujian dari Allah, entah ujian kesabaran ataupun ujian
kesyukuran untuk kita, dan pada kenyataannya tidak semua perempuan dikaruniai
anak oleh Allah, Asiyah adalah satu satu wanita sholehah yang tidak dikaruniai
anak oleh Allah, wanita mulia ini dapat menjadi “Ibu” untuk Nabi Musa, anak
yang ia ambil dari sungai, dan ia cintai seperti anaknya sendiri, meski sampai
maut menjemputnya wanita ini tidak memiliki keturunan dari suaminya yang zalim,
Fir’aun. Begitupula dengan wanita mulia Aisyah binti Abu Bakar, wanita yang
dicintai Rasullulah pun ditakdirkan tidak memiliki keturunan dari Rasullulah,
ia tetap menjadi wanita yang taat dan patuh kepada Allah setelah kepergian
suami yang dicintai, karena istri Rasullulah tidak boleh dinikahi oleh
laki-laki lain.
Namun Allah Maha Pengasih dan
Penyayang, bagaimana doanya Nabi Ibrahim, hingga akhirnya istrinya diberi
keturunan yang sholeh, nabi Ismail, bagaimana doanya Nabi Zakaria diusianya
yang sepuh beliau akhirnya diberi keturunan yang sholeh, Nabi Yahya, dan
bagaimana keluarga Imran yang tak lelah berdoa, dikaruniai juga keturunan anak
yang sholehah, Maryam binti Imran. Bersabarlah... dan teruslah berdoa, moga
kelak esok kita yang diberi keturunan oleh Allah, aamiin.
Bandung, 14 Januari 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar