Minggu, 14 Januari 2018

Anak

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa” QS Al Furqan : 74

Untuk kesekian kalinya saya pergi ke toko pakaian bayi untuk membeli kado teman kantor yang melahirkan, beli kadonya 3 karena memang yang melahirkan ada beberapa, orang  ini adalah kali sekian saya pergi ke toko pakaian bayi, entahlah sejak dulu selalu baper kalau pergi ke toko pakaian bayi, berfikir kapan saya beli perlengkapan bayi untuk diri saya sendiri, dalam hati suka sedih, tapi saya hanya bisa bersabar dan berdoa mudah-mudahan kelak Allah kasih amanah anak buat saya.

Begitu pula ketika saya menjenguk anak kedua teman dekat saya, saat itu ada beberapa teman juga yang datang bersama pasangan dan buah hati mereka, Ada kak Akbar bersama Teh Iis dan ketiga anaknya, Hasna, Naila, dan Hanif. Tak berapa lama yang datang Mba Yulia bersama Mas Rangga, datang bersama Felia dan De Al, terakhir Mita adik kelas saya yang datang bersama Ramon, ia juga membawa kedua anaknya, Arsya dan Haura, saya waktu itu datang sendiri dan hanya bisa tersenyum melihat anak-anak itu bermain bersama-sama. 

Sedihnya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, teman-teman lama masih suka bertanya kepada saya, sudah isi belum? sudah punya dede bayi belum? atau beberapa teman saya yang senior yang memegang perut saya dan mendoakan agar saya segera dapat momongan, saya hanya bisa tersenyum mungkin saya masih harus bersabar, karena anak adalah amanah dari Allah, entah kapan akan diberikannya, saya hanya bisa berdoa setiap sholat, semoga kelak saya bisa jadi istri yang baik untuk suami saya, bisa jadi ibu yang baik juga buat anak-anak saya, bisa mengurus dan mendidik anak-anak dengan baik sesuai dengan tuntuntan Islam, dan sambil menunggu anak saya lahir kelak, saya tetap bisa belajar menjadi Ibu untuk anak-anak saya disekolah dan adik-adik saya dimesjid. 

Saya tau dan mengerti, jika anak adalah juga bagian dari ujian dari Allah, entah ujian kesabaran ataupun ujian kesyukuran untuk kita, dan pada kenyataannya tidak semua perempuan dikaruniai anak oleh Allah, Asiyah adalah satu satu wanita sholehah yang tidak dikaruniai anak oleh Allah, wanita mulia ini dapat menjadi “Ibu” untuk Nabi Musa, anak yang ia ambil dari sungai, dan ia cintai seperti anaknya sendiri, meski sampai maut menjemputnya wanita ini tidak memiliki keturunan dari suaminya yang zalim, Fir’aun. Begitupula dengan wanita mulia Aisyah binti Abu Bakar, wanita yang dicintai Rasullulah pun ditakdirkan tidak memiliki keturunan dari Rasullulah, ia tetap menjadi wanita yang taat dan patuh kepada Allah setelah kepergian suami yang dicintai, karena istri Rasullulah tidak boleh dinikahi oleh laki-laki lain.

Namun Allah Maha Pengasih dan Penyayang, bagaimana doanya Nabi Ibrahim, hingga akhirnya istrinya diberi keturunan yang sholeh, nabi Ismail, bagaimana doanya Nabi Zakaria diusianya yang sepuh beliau akhirnya diberi keturunan yang sholeh, Nabi Yahya, dan bagaimana keluarga Imran yang tak lelah berdoa, dikaruniai juga keturunan anak yang sholehah, Maryam binti Imran. Bersabarlah... dan teruslah berdoa, moga kelak esok kita yang diberi keturunan oleh Allah, aamiin.

Bandung, 14 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar