Rabu, 17 Januari 2018

Dilan



“Aku gak pandai cemburu. Malahan, kalau kamu ninggalin aku, aku gak bisa apa-apa. Bisaku Cuma mencintaimu” – Dilan.

Saya baca novel dilan beberapa tahun lalu, mungkin sekitar tahun 2015 atau 2016, waktu belum dibuat film kaya sekarang, dan membaca novel ini sebagai perempuan saya gak mungkin kalau gak baper, karena kebanyakan perempuan-perempuan pun pasti baper kalo ada laki-laki seperti sosok Dilan ini. Masih ingat puisi Rangga untuk Cinta difilm Ada Apa Dengan Cinta diujung filmnya ?

Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga
Dalam mata seorang Hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Tapi Untukku
Karena aku ingin kamu
itu saja.

 Dan mungkin kamu juga bakal baper kalo baca petikan tulisan Ustad yang satu ini :
“Maka inilah aku, yang terbata mengeja kesetiaan, bukan tak pernah tergoda, tapi aku berjuang untuk selalu insyaf  ke mana harus menuju ketika liuk nafsu bekecamuk. Padamu yang dihalalkan untukku.

Ah iya. Jarak dan waktu sering menyembunyikan  kecantikanmu. Untunglah ia, telah terlukis didalam hatiku. Yah, meski sesekali digerhanakan rindu.

Istriku, dihadapanku sering duduk manis ratusan bidadari, gemerlapan mereka bagaikan bintang gemintang.. Namun andai kau hadir disini Cintaku Sayang, mereka semua akan terbenam hilang.. Seperti bintang-bintang tak tampak lagi, ketika mentari terbit meninggi.

Engkau, hangat, dan Cahaya, adalah matahari hati ini..

Akhirnya hanya deras hujan dan deras Quranmu, tiap rinai dan senarainya mengilaukan bayang wajahmu, jatuh berdebur kedalam hatiku. Allhumma shayibban naafi’...”

Yang baca tulisan diatas pasti bakal senyum-senyum sendiri, sayangnya tidak semua laki-laki bisa seromantis Dilan, Rangga, atau Ustad diatas, karena tidak semua laki-laki bisa punya kemampuan menulis yang sama, kadang keromantisan seseorang tidak ditunjukkan oleh perkataan dan tulisan saja, kalau pernah baca sirah nabawiyyah, kita pasti bakal paham dan mengerti bagaimana romantisnya Rasullulah kepada istri-istrinya. Salah satunya pada saat beliau memanggil Aisyah dengan panggilan Ya Khumaira.... (yang pipinya merah).

Melihat baik dan romantisnya Rasullulah kepada istrinya, tentu sebagai perempuan berharap dapat diperlakukan seperti itu oleh pasangannya, perempuan manapun pasti akan merasa senang dan tersanjung jika bisa diperlakukan dengan baik oleh pasangannya, dan tidak harus seromantis adegan-adegan yang ada di drama korea, hahahaha..... meski sebagian perempuan pasti akan lebih senang diperlakukan seperti yang ada di drama korea tersebut, buktinya 90% yang suka nonton drama korea adalah perempuan, bukan laki-laki. Mungkin ini yang harus dipahami oleh saya yang seorang perempuan, adegan-adegan romantis yang ada didrama-drama korea itu hanya ada dalam skenario, nyatanya hanya sedikit sekali laki-laki yang bisa seperti itu. 

Itu pula yang kadang menjadi perbincangan ibu-ibu muda dikantor tempat saya bekerja, kebanyakan  dari mereka mengamini hal yang sama, bahwa suami-suami mereka tidak pernah melakukan hal-hal yang romantis seperti halnya ada di drama korea, dan memang mungkin seperti itu kenyataannya, karena laki-laki adalah makhluk yang rasional, dan jarang menggunakan perasaan, rasanya mungkin risih kalau harus bilang “ I love you” atau “ aku sayang kamu”, apalagi sudah menikah, sudah sah secara agama dan negara, dan ketika seorang laki-laki menikahi seorang perempuan, itu sudah menjadi bukti bahwa laki-laki itu mencintai peremuannya, simple.

Dan mungkin juga sebagian laki-laki merasa gengsi dan merasa tidak nyaman kalau harus menjadi laki-laki seperti yang ada didrama-draam korea itu, mereka bukan Dilan, bukan Rangga, apalagi Ustad, cintanya pada istrinya mungkin jauh lebih besar, karena dalam doanya yang panjang itu ia selalu mendoakan kebaikan yang banyak untuk istrinya itu, maka bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki sekarang, karena mungkin diluar sana banyak perempuan-perempuan yang berdoa setiap hari kepada Allah minta diberikan pasangan hidup yang bisa mencintainya dengan tulus.

Bandung, 18 Januari 2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar