“Barangkali yang menyembuhkan
luka itu bukan waktu, tapi semua barawal dari kita yang sudah mulai bisa
menerima kenyataan” - Dianagustinaputri
Saya tidak tau bagaimana caranya
Allah menyelamatkan hidup saya, karena saya tidak mau mempertanyakan apapun
padaNya, saya sudah berusaha sampai dititik ini, entahlah kekuatan itu datang
dari mana, tidak ada air mata setetes pun yang saya nampakkan dihadapan
manusia, saya hanya bisa tersenyum dan ikut tertawa dihadapan manusia, namun
setiap saya datang padaMu di sepertiga malam, saya tidak bisa bicara apapun,
saya hanya bisa bersimpuh dihadapanMu, hanya bisa memohon ampun dan hanya bisa
menangis dihadapanMu...
Saya tidak diberi kesempatan
memilih, dan hanya bisa menerima apa yang sudah Allah gariskan dalam hidup
saya, saya tidak diberi kesempatan menolak karena saya tidak bisa menolak
kehendak Allah, saya tidak bisa marah karena apa yang Allah titipkan pada saya
harus dikembalikan lagi pada Allah, nyatanya apa yang pernah saya genggam,
harus saya lepaskan... Saya sudah berusaha hingga di titik terakhir yang mampu
saya lakukan, nyatanya saya tidak berdaya, saya tidak punya kuasa atas diri
siapapun, pun diri saya sendiri.
Saya hanya bisa menerima, takdir
yang sudah tertulis di Lauhul Mahfuz.
Bandung, 24 Januari 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar