Selasa, 23 Januari 2018

Menerima



“Barangkali yang menyembuhkan luka itu bukan waktu, tapi semua barawal dari kita yang sudah mulai bisa menerima kenyataan” - Dianagustinaputri

Saya tidak tau bagaimana caranya Allah menyelamatkan hidup saya, karena saya tidak mau mempertanyakan apapun padaNya, saya sudah berusaha sampai dititik ini, entahlah kekuatan itu datang dari mana, tidak ada air mata setetes pun yang saya nampakkan dihadapan manusia, saya hanya bisa tersenyum dan ikut tertawa dihadapan manusia, namun setiap saya datang padaMu di sepertiga malam, saya tidak bisa bicara apapun, saya hanya bisa bersimpuh dihadapanMu, hanya bisa memohon ampun dan hanya bisa menangis dihadapanMu...

Saya tidak diberi kesempatan memilih, dan hanya bisa menerima apa yang sudah Allah gariskan dalam hidup saya, saya tidak diberi kesempatan menolak karena saya tidak bisa menolak kehendak Allah, saya tidak bisa marah karena apa yang Allah titipkan pada saya harus dikembalikan lagi pada Allah, nyatanya apa yang pernah saya genggam, harus saya lepaskan... Saya sudah berusaha hingga di titik terakhir yang mampu saya lakukan, nyatanya saya tidak berdaya, saya tidak punya kuasa atas diri siapapun, pun diri saya sendiri. 

Saya hanya bisa menerima, takdir yang sudah tertulis di Lauhul Mahfuz.

Bandung, 24 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar