Sabtu, 22 April 2017

Dalam Doaku


Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang diatas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap diranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap didahan  mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun disana, berjingkat dijalan dan menyentuhkan-nyentuhkan pipi dan bibirnya dirambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doaku malam ini kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

Aku mencintaimu,
itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

Sapardi Joko Damono, 1989

Tidak ada komentar:

Posting Komentar