Jangan pernah berburuk sangka
dengan Allah ketika Allah timpakan ujian kepada kita, itulah yang selalu saya
yakinkan pada diri saya, dunia memang bukan tempat tinggal, dunia adalah tempat
meninggal, dan sebuah kebodohan mengharapkan kebahagiaan selalu ada didunia,
dunia ini hanya sementara, tempatnya manusia menyiapkan bekal untuk kehidupan
yang lebih kekal diakhirat.
Terlalu bodoh ketika saya sudah
merasa menjadi orang cukup baik, hanya karena saya tidak melakukan dosa-dosa
besar yang dilarang agama, ketika saya sudah berusaha berbuat baik kepada semua
manusia yang saya kenal, mungkin dihadapan Allah saya ini masih penuh dengan
dosa, jauh dari kebaikan, hingga saya harus selalu beristigfhar dan meminta
ampun kepada Allah setiap hari.
Allah menguji manusia untuk
mengetahui kadar Keimanan seorang hambaNya, tidak peduli kamu orang baik atau
orang buruk, semua manusia akan diuji dengan Keimanannya, tak peduli kamu suka
atau tidak suka. Kalau ujiannya Allah berikan hanya kepada orang-orang yang
tidak baik atau orang jahat saja, mungkin didunia ini tidak akan pernah
ada orang jahat, karena mungkin
orang-orang yang tidak baik itu pasti sudah habis Allah musnahkan, lalu siapa
yang akan menguji keimanan orang-orang yang baik ?
Kalau Allah hanya menguji manusia
yang tidak baik, kenapa Allah berikan ujian yang bertubi-tubi kepada para Nabi
dan Rasul, yang jelas-jelas mereka adalah manusia pilihan yang selalu beribadah
dan beramal sholeh kepada Allah. Bukankah mereka yang lebih layak mendapatkan
kenikmatan dan kebahagiaan didunia? Kenapa perempuan-perempuan sholehah seperti
Maryam, atau Asiah yang juga beriman dan bertakwa kepada Allah harus menerima
ujian hidup yang menyesakkan dada dan membuatnya berdoa meminta pertolongan dan
perlindungan dari Allah?
“Sesungguhnya pahala besar karena
balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka
Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barang siapa yang ridho, maka ia yang
akan meraih ridho Allah. Barangsiapa yang tidak suka, maka Allah pun akan
murka.” (HR. Ibnu Majah no 4031, hasan kata Syaikh Al Albani)
ternyata baik saja tidak cukup.
Bandung, 22 April 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar