Senin, 10 April 2017

Kapan Meninggal ?



“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada Hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (QS Ali Imran : 185)

Dalam hidup kita pasti akan selalu mendapatkan pertanyaan dari orang-orang sekitar, tentang kapan kita lulus kuliah? kapan wisuda? kapan dapat kerja? kapan nikah? dan kapan punya anak?

Dan saya mengalami semua pertanyaan-pertanyaan itu, terlebih tentang pertanyaan kapan nikah? yang sering kali menjadi ajang bully ujungnya, bertahun-tahun ditanya hal yang sama dan saya menjawab dengan jawaban yang sama pula, minta doanya aja, mudah-mudahan abis lebaran. Orang-orang yang bertanya hanya tersenyum dan mengaminkan jawaban saya, nyatanya Allah Maha Baik, dan pada akhirnya saya menyempurnakan setengah dinn saya setelah Ramadhan dibulan Syawal, abis lebaran.

Banyak  perempuan sholehah yang umurnya sudah tidak muda lagi, atau mungkin sudah jauh dari usia ideal tapi belum juga menikah, tentu tidak ada seorang perempuan pun yang ingin hidup sendiri diusia tuanya, semua perempuan kodratnya pasti sama, ingin punya suami, ingin hamil, dan ingin mempunyai anak-anak yang pintar, sholeh dan sholehah. Saya pun dulu pernah merasakannya, sangat ingin menikah, tapi belum menemukan ikhwan yang tepat, dan kalo ditanya tentang ikhtiar, tentu saya akan menjawab, saya sudah berikhtiar semampu saya. Begitu pun teman-teman saya yang masih single, saya yakin mereka sudah berikhtiar sebisa yang mereka lakukan, dan tentu dalam sujudnya mereka tidak berhenti berdoa untuk dipertemukan dengan jodohnya.

Dan sekarang setelah melewati fase pertanyaan kapan nikah, saya di hadapkan dengan pertanyaan sudah isi belum? pertanyaan yang ditanyakan keluarga, tetangga, teman-teman, dan murid-murid di tempat saya ngajar. Dan tentu jawabannya sama, “Doain yah, semoga cepet dikasih sama Allah”, bahkan ketika saya sering dijemput oleh ayah saya, tiba-tiba aja  teman-teman mengira saya sedang hamil, saya tanya mereka, “kata siapa?” mereka jawab itu kata pak tarya (satpam dikantor), pak tarya rajin banget markirin dan nyebrangin kalo saya mau pulang kantor, pak tarya sering liat saya dijemput oleh ayah saya, makanya beliau menyimpulkan kalo saya lagi hamil.

Semua perempuan yang sudah menikah tentu doanya sama, ingin diberikan keturunan, tapi anak itu kan rizky juga, kita tidak tau kapan Allah memberikannya, kita hanya mampu berikhtiar dan berdoa, kadang pertanyaan-pertanyaan seperti itu terasa menyesakkan, apalagi melihat teman-teman sudah pada hamil dan sudah diberi anak-anak yang lucu-lucu. Tapi saya beriman kepada Allah, saya yakin Allah akan memberikan keturunan kepada saya diwaktu yang tepat.

Sayangnya hanya pertanyaan-pertanyaan dunia yang sering ditanyakan oleh manusia, mereka jarang sekali bertanya kapan meninggal?  sesungguhnya setiap yang bernyawa akan mati, namun kapan? dimana? dan bagaimana  cara kita meninggal, hanya Allah yang tau, kita hanya bisa menyiapkan bekal kita untuk menghadapi kematian, karena sesungguhnya yang pasti dalam hidup adalah kematian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar