“Setiap yang bernyawa akan
merasakan mati. Dan hanya pada Hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna
balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga,
sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang
memperdaya” (QS Ali Imran : 185)
Dalam hidup kita pasti akan
selalu mendapatkan pertanyaan dari orang-orang sekitar, tentang kapan kita
lulus kuliah? kapan wisuda? kapan dapat kerja? kapan nikah? dan kapan punya
anak?
Dan saya mengalami semua
pertanyaan-pertanyaan itu, terlebih tentang pertanyaan kapan nikah? yang sering
kali menjadi ajang bully ujungnya, bertahun-tahun ditanya hal yang sama dan
saya menjawab dengan jawaban yang sama pula, minta doanya aja, mudah-mudahan
abis lebaran. Orang-orang yang bertanya hanya tersenyum dan mengaminkan jawaban
saya, nyatanya Allah Maha Baik, dan pada akhirnya saya menyempurnakan setengah
dinn saya setelah Ramadhan dibulan Syawal, abis lebaran.
Banyak perempuan sholehah yang umurnya sudah tidak
muda lagi, atau mungkin sudah jauh dari usia ideal tapi belum juga menikah,
tentu tidak ada seorang perempuan pun yang ingin hidup sendiri diusia tuanya,
semua perempuan kodratnya pasti sama, ingin punya suami, ingin hamil, dan ingin
mempunyai anak-anak yang pintar, sholeh dan sholehah. Saya pun dulu pernah
merasakannya, sangat ingin menikah, tapi belum menemukan ikhwan yang tepat, dan
kalo ditanya tentang ikhtiar, tentu saya akan menjawab, saya sudah berikhtiar
semampu saya. Begitu pun teman-teman saya yang masih single, saya yakin mereka
sudah berikhtiar sebisa yang mereka lakukan, dan tentu dalam sujudnya mereka
tidak berhenti berdoa untuk dipertemukan dengan jodohnya.
Dan sekarang setelah melewati
fase pertanyaan kapan nikah, saya di hadapkan dengan pertanyaan sudah isi
belum? pertanyaan yang ditanyakan keluarga, tetangga, teman-teman, dan
murid-murid di tempat saya ngajar. Dan tentu jawabannya sama, “Doain yah,
semoga cepet dikasih sama Allah”, bahkan ketika saya sering dijemput oleh ayah
saya, tiba-tiba aja teman-teman mengira
saya sedang hamil, saya tanya mereka, “kata siapa?” mereka jawab itu kata pak
tarya (satpam dikantor), pak tarya rajin banget markirin dan nyebrangin kalo
saya mau pulang kantor, pak tarya sering liat saya dijemput oleh ayah saya,
makanya beliau menyimpulkan kalo saya lagi hamil.
Semua perempuan yang sudah
menikah tentu doanya sama, ingin diberikan keturunan, tapi anak itu kan rizky
juga, kita tidak tau kapan Allah memberikannya, kita hanya mampu berikhtiar dan
berdoa, kadang pertanyaan-pertanyaan seperti itu terasa menyesakkan, apalagi
melihat teman-teman sudah pada hamil dan sudah diberi anak-anak yang lucu-lucu.
Tapi saya beriman kepada Allah, saya yakin Allah akan memberikan keturunan
kepada saya diwaktu yang tepat.
Sayangnya hanya
pertanyaan-pertanyaan dunia yang sering ditanyakan oleh manusia, mereka jarang sekali
bertanya kapan meninggal? sesungguhnya
setiap yang bernyawa akan mati, namun kapan? dimana? dan bagaimana cara kita meninggal, hanya Allah yang tau, kita
hanya bisa menyiapkan bekal kita untuk menghadapi kematian, karena sesungguhnya
yang pasti dalam hidup adalah kematian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar