Dari al Miqad bin al Aswad Radhiyallahu ‘anhu,
beliau berkata : “Demi Allah! Aku telah mendengar Rasullah Shallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang
dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang
dijauhkan dari fitnah, Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang
dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka
alangkah bagusnya “
Bismillah…
Menuliskan ini rasanya saya harus beristigfhar kepada Allah SWT lebih banyak,
entahlah saya sudah menyimpan lama gambar ini difile laptop saya, gambar yang
biasa saya dapet gak sengaja dari tumblr, jika kamu bisa membaca tulisan
berbahasa inggris diatas, dan mampu menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia
dengan baik, kamu mungkin akan paham, makna dari sebuah kalimat “Fitnah lebih
kejam dari pembunuhan”
Saya sedang tidak memegang kamus bahasa
Indonesia, sedang tidak connect Internet, karena modem rusak, dan tak ada wifi,
juga tak ada pulsa kuota di hp. Hanya ingin menulis dari sudut pandang saya
sebagai manusia yang masih fakir akan ilmu L Jadi saya tidak
akan menjelaskan arti dari kata “Fitnah” dalam KBBI itu seperti apa.
Definisi “Fitnah” menurut keumuman yang saya
pahami,
“Sesuatu yang tidak benar dan tidak terjadi,
namun dinisbatkan/dituduhkan kepada seorang manusia yang sama sekali tidak
melakukan sesuatu yang dituduhkan kepadanya”
Definisi “Fitnah” menurut saya,
“Sesuatu yang membuat saya merasa tidak
nyaman, merasa di intimidasi, merasa disalahkan, merasa disouzhoni, yang tidak
benar dan disalah artikan oleh orang lain, sehingga orang berfikiran negatif
tentang diri saya”
Fitnah identik dengan gossip, buat saya
gossip berbeda dengan fitnah, setau saya gossip adalah sebuah kabar “burung”
baik berupa berita baik, maupun berita buruk, yang biasanya 90% benar, sehingga
kadang korelasinya, gossip bisa jadi fitnah, atau fitnah bisa jadi gossip.
Kenapa bahas ini? Apa karena saya jadi
korban? Entahlah, tapi memang beberapa bulan kebelakangan ini saya suka
digossipin -__-. Saya bukan artis, tapi memang cukup aktif dimana-mana, dan
banyak orang yang menunggu kabar bahagia saya (baca : nikah), yang seringkali
kepo dengan kehidupan pribadi saya, sedang dekat dengan siapa? Calonnya orang
mana? Sudah taaruf atau belum? Apa profesi calonnya? Memang semua orang tidak menanyakan hal-hal detail
seperti itu, tapi ada saja yang kepo, mereka gak nyadar saya sendiri kalo boleh
jujur keponya luar biasa, tapi saya bisa apa? Saya tidak punya Doraemon, tidak
bisa masuk lorong waktu, dan gak tau masa depan saya bakal gimana, jodoh saya
siapa? Sampai sekarang pun saya enggak tau L
Awalnya hanya Kamal sama Billy yang suka ngeledekin
saya (ngahereuyan dalam bahasa sunda), (bercandain dalam bahasa Indonesia),
tapi belakangan anak-anak madrasah kaya Abriel anak kelas 6 SD itu jadi
ikut-ikutan godain saya, mereka tidak spesifik menyebutkan nama manusia, tapi
saya gak suka sebenarnya ketika mereka suka membahas “hal-hal pribadi” tentang
saya, apa yang saya suka, dan kriteria saya.
Tapi sudahlah, mau marah juga bukan solusi,
anggap saja itu doa, mudah-mudahan yang
mereka katakan bisa jadi doa, mereka tau tetehnya ini sangat berharap dapat
jodoh ikhwan yang sholeh, toh saya bukan siapa-siapa. Aisyah, istri Rasullulah
yang sholehah saja pernah jadi korban fitnah orang-orang kafir quraisy karena
kalung yang hilang, yang membuat ia terpisah dari rombongan dan harus pulang
dituntun diatas unta oleh pemuda sholeh benama Shofwan, atau wanita mulia
Maryam, yang Allah berikan kemuliaan karena mengandung nabi Isa, tanpa penah
menikah, padahal ia adalah seorang perempuan sholehah yang suci dan taat beribadah. apalah saya
dibandingkan Aisyah atau Maryam?
Namun dari itu semua, satu hal yang harus
saya lakukan, apa?
Menjaga diri baik-baik, menjaga Iffah itu
tidak sesederhana keliatannya, apalagi saya juga berinteraksi dengan
murid-murid dan adik-adik ikhwan, yang kebanyakan usianya dibawah saya, yang
kadang mau tidak mau, disadari atau tidak harus sangat hati-hati menyikapinya,
bukan karena saya baperan, tapi yang namanya interaksi perempuan dan laki-laki memang harus jelas dan tegas,
saya tergolong perempuan yang agak santai, karena saya suka menganggap mereka
adik-adik saya, padahal sebagain besar mereka sudah pada baligh, sudah kuliah,
atau bahkan ada yang sudah bekerja dan siap menikahL
Akhirnya hanya sebuah doa yang bisa saya
ucapkan , semoga Allah senatiasa memberikan perlindungannya kepada saya,
mengampuni segala kesalahan dan kekhilafan saya, menjadikan saya muslimah yang
baik dan sholehah seperti Aisyah dan Maryam, dan semoga Allah senantiasa
menjauhkan saya dari segala gossip serta fitnah manusia, aamiin
Bandung, 20 September 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar