Jumat, 25 September 2015

Fitnah

Dari al Miqad bin al Aswad Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : “Demi Allah! Aku telah mendengar Rasullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah, Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya “

Bismillah…
Menuliskan ini rasanya saya harus  beristigfhar kepada Allah SWT lebih banyak, entahlah saya sudah menyimpan lama gambar ini difile laptop saya, gambar yang biasa saya dapet gak sengaja dari tumblr, jika kamu bisa membaca tulisan berbahasa inggris diatas, dan mampu menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia dengan baik, kamu mungkin akan paham, makna dari sebuah kalimat “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan”

Saya sedang tidak memegang kamus bahasa Indonesia, sedang tidak connect Internet, karena modem rusak, dan tak ada wifi, juga tak ada pulsa kuota di hp. Hanya ingin menulis dari sudut pandang saya sebagai manusia yang masih fakir akan ilmu L Jadi saya tidak akan menjelaskan arti dari kata “Fitnah” dalam KBBI itu seperti apa.
Definisi “Fitnah” menurut keumuman yang saya pahami,
“Sesuatu yang tidak benar dan tidak terjadi, namun dinisbatkan/dituduhkan kepada seorang manusia yang sama sekali tidak melakukan sesuatu yang dituduhkan kepadanya”
Definisi “Fitnah” menurut saya,
“Sesuatu yang membuat saya merasa tidak nyaman, merasa di intimidasi, merasa disalahkan, merasa disouzhoni, yang tidak benar dan disalah artikan oleh orang lain, sehingga orang berfikiran negatif tentang diri saya”


Fitnah identik dengan gossip, buat saya gossip berbeda dengan fitnah, setau saya gossip adalah sebuah kabar “burung” baik berupa berita baik, maupun berita buruk, yang biasanya 90% benar, sehingga kadang korelasinya, gossip bisa jadi fitnah, atau fitnah bisa jadi gossip.
Kenapa bahas ini? Apa karena saya jadi korban? Entahlah, tapi memang beberapa bulan kebelakangan ini saya suka digossipin -__-. Saya bukan artis, tapi memang cukup aktif dimana-mana, dan banyak orang yang menunggu kabar bahagia saya (baca : nikah), yang seringkali kepo dengan kehidupan pribadi saya, sedang dekat dengan siapa? Calonnya orang mana? Sudah taaruf atau belum? Apa profesi calonnya? Memang  semua orang tidak menanyakan hal-hal detail seperti itu, tapi ada saja yang kepo, mereka gak nyadar saya sendiri kalo boleh jujur keponya luar biasa, tapi saya bisa apa? Saya tidak punya Doraemon, tidak bisa masuk lorong waktu, dan gak tau masa depan saya bakal gimana, jodoh saya siapa? Sampai sekarang pun saya enggak tau L

Awalnya hanya Kamal sama Billy yang suka ngeledekin saya (ngahereuyan dalam bahasa sunda), (bercandain dalam bahasa Indonesia), tapi belakangan anak-anak madrasah kaya Abriel anak kelas 6 SD itu jadi ikut-ikutan godain saya, mereka tidak spesifik menyebutkan nama manusia, tapi saya gak suka sebenarnya ketika mereka suka membahas “hal-hal pribadi” tentang saya, apa yang saya suka, dan kriteria saya.

Tapi sudahlah, mau marah juga bukan solusi, anggap saja itu doa,  mudah-mudahan yang mereka katakan bisa jadi doa, mereka tau tetehnya ini sangat berharap dapat jodoh ikhwan yang sholeh, toh saya bukan siapa-siapa. Aisyah, istri Rasullulah yang sholehah saja pernah jadi korban fitnah orang-orang kafir quraisy karena kalung yang hilang, yang membuat ia terpisah dari rombongan dan harus pulang dituntun diatas unta oleh pemuda sholeh benama Shofwan, atau wanita mulia Maryam, yang Allah berikan kemuliaan karena mengandung nabi Isa, tanpa penah menikah, padahal ia adalah seorang perempuan sholehah yang  suci dan taat beribadah. apalah saya dibandingkan Aisyah atau Maryam?

Namun dari itu semua, satu hal yang harus saya lakukan, apa?
Menjaga diri baik-baik, menjaga Iffah itu tidak sesederhana keliatannya, apalagi saya juga berinteraksi dengan murid-murid dan adik-adik ikhwan, yang kebanyakan usianya dibawah saya, yang kadang mau tidak mau, disadari atau tidak harus sangat hati-hati menyikapinya, bukan karena saya baperan, tapi yang namanya interaksi perempuan  dan laki-laki memang harus jelas dan tegas, saya tergolong perempuan yang agak santai, karena saya suka menganggap mereka adik-adik saya, padahal sebagain besar mereka sudah pada baligh, sudah kuliah, atau bahkan ada yang sudah bekerja dan siap menikahL

Akhirnya hanya sebuah doa yang bisa saya ucapkan , semoga Allah senatiasa memberikan perlindungannya kepada saya, mengampuni segala kesalahan dan kekhilafan saya, menjadikan saya muslimah yang baik dan sholehah seperti Aisyah dan Maryam, dan semoga Allah senantiasa menjauhkan saya dari segala gossip serta fitnah manusia, aamiin


Bandung, 20 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar