Jujur, sebenarnya saya ingin
sekali dimadrasah saya punya murid perempuan, setidaknya dikelas saya tidak
akan sendirian, sebanarnya mau ngaji, mentoring, liqo, atau halaqah adalah hal
yang sama saja buat saya, hanya namanya saja yang berbeda, namun isinya
semuanya sama, sama-sama membaca Al-Quran, mengkaji Al-Quran dan AsSunah. Dan
tentang mentoring ini saya sebenarnya sudah sering ngementor adik-adik, tapi
yah kalo diremasis anak-anaknya timbul tenggelam, kadang sibuk dengan urusannya
masing-masing, saya sendiri meski punya banyak aktivitas, selalu berusaha
memaksakan diri untuk menyediakan waktu untuk “urusan” ini, tapi kalo
anak-anaknya gak ada, saya mau ngementor siapa? Ngementor kamu? (tepok jidat).
Dan hingga pada akhirnya, Allah
mungkin menjawab doa saya, saya diamanahi tugas baru untuk ngementor adik-adik
akhwat, murabbi sebelumnya ada amanah lain, dan tiba-tiba saja saya yang
ditunjuk pegang amanah ini. Mau nolak awalnya, tapi saya mikir lagi, bukankah
saya pengen banget punya murid akhwat dimesjid? Dengan bismillah, saya terima
amanah ini, kebetulan yang saya mentor adalah adik-adik SD dan SMP, paling
kecil kelas 5SD, paling gede kelas 1 SMP. gak canggung coz saya biasa maen sama
bocah-bocah dimesjid saya.
Namun yang luar biasa, adik-adik
binaan saya yang ini jauh berkebalikan dengan adik-adik ikhwan saya dimesjid.
Sebagian dari mereka sekolah di SDIT, otomatis hafalan qurannya sudah banyak,
sebagian besar sudah masuk Juz 29, padahal saya sendiri Juz 30 masih belepotanL, kedua mereka rajin
mencatat dan membawa Quran kalo mau mentoring, ini yang saya suka, ketiga
mereka selalu datang “sebelum waktu” jadi kalo mentoring saya bilang jam 8, jam
8 kurang mereka sudah ada dimesjid. Jadi saya pun harus lebih rajin dan ontime
kalo ngementor mereka.
Hari minggu harusnya hari libur,
tapi tidak dengan saya, hari minggu tetap berkatifitas, paginya ngementor, ntar
sorenya memberikan les privat untuk murid SD yang rumahnya di gerlong, daerah
deket UPI. Tak jarang urusan kantor juga dihari minggu, kaya ngawas TO atau
ngajar Intensif SBMPTN. Inginnya sih istirahat, tapi… mungkin Allah menghendaki
kebaikan dalam diri saya, mungkin Allah ingin menjadikan saya orang yang
bermanfaat, Family Time? Oh, saya tinggal berdua dengan orang tua saya, dan
mereka sudah paham anaknya ini selalu sibuk untuk “urusan” ini, mereka tidak
pernah protes, hanya sering mengingatkan agar saya jangan terlalu cape, dan
harus jaga kondisi kesehatan. Kakak saya yang sekarang bekerja di Bogor dan 2
minggu sekali pulang, juga jarang maen sama saya, sedih sih waktunya sempit,
dia pulang jumat malam, dan pulang minggu siang.
Mungkin senang jika melihat teman
dan sahabat seumuran, setiap minggu memilih liburan bersama suami atau
anak-anak mereka, sementara saya yang belum menikah dan belum dikaruniai anak
malah sibuk seperti ini, saya hanya berhuznuzon bahwa Allah sengaja membuat
saya sibuk, agar saya lebih fokus mengurusi umat, berdakwah, dan fokus
memperbaiki diri saya, biarlah urusan Jodoh, Allah yang Mengatur, saya
percayakan semuanya kepada Allah, kalau saya sibuk mengurus umat, biar Allah
yang mengurus diri saya, mencukupi segala kebutuhan saya, mudah-mudahan jodoh
saya kelak adalah orang yang sama-sama suka melingkar seperti ini, aamiin.
Saya hanya bisa berdoa, semoga
Allah berikan pemahaman agama yang baik kepada saya, memberikan saya kekuatan
dan kesehatan agar dapat menunaikan amanah ini, ini adalah bukti kecintaan saya pada
Allah, bukti rasa cinta dan sayang saya pada Rasullulah, semoga bisa terus
Istiqomah sampai mati, aamiin
Bandung 15 September 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar