Senin, 14 September 2015

Melingkar 2


Jujur, sebenarnya saya ingin sekali dimadrasah saya punya murid perempuan, setidaknya dikelas saya tidak akan sendirian, sebanarnya mau ngaji, mentoring, liqo, atau halaqah adalah hal yang sama saja buat saya, hanya namanya saja yang berbeda, namun isinya semuanya sama, sama-sama membaca Al-Quran, mengkaji Al-Quran dan AsSunah. Dan tentang mentoring ini saya sebenarnya sudah sering ngementor adik-adik, tapi yah kalo diremasis anak-anaknya timbul tenggelam, kadang sibuk dengan urusannya masing-masing, saya sendiri meski punya banyak aktivitas, selalu berusaha memaksakan diri untuk menyediakan waktu untuk “urusan” ini, tapi kalo anak-anaknya gak ada, saya mau ngementor siapa? Ngementor kamu? (tepok jidat).

Dan hingga pada akhirnya, Allah mungkin menjawab doa saya, saya diamanahi tugas baru untuk ngementor adik-adik akhwat, murabbi sebelumnya ada amanah lain, dan tiba-tiba saja saya yang ditunjuk pegang amanah ini. Mau nolak awalnya, tapi saya mikir lagi, bukankah saya pengen banget punya murid akhwat dimesjid? Dengan bismillah, saya terima amanah ini, kebetulan yang saya mentor adalah adik-adik SD dan SMP, paling kecil kelas 5SD, paling gede kelas 1 SMP. gak canggung coz saya biasa maen sama bocah-bocah dimesjid saya.

Namun yang luar biasa, adik-adik binaan saya yang ini jauh berkebalikan dengan adik-adik ikhwan saya dimesjid. Sebagian dari mereka sekolah di SDIT, otomatis hafalan qurannya sudah banyak, sebagian besar sudah masuk Juz 29, padahal saya sendiri Juz 30 masih belepotanL, kedua mereka rajin mencatat dan membawa Quran kalo mau mentoring, ini yang saya suka, ketiga mereka selalu datang “sebelum waktu” jadi kalo mentoring saya bilang jam 8, jam 8 kurang mereka sudah ada dimesjid. Jadi saya pun harus lebih rajin dan ontime kalo ngementor mereka.

Hari minggu harusnya hari libur, tapi tidak dengan saya, hari minggu tetap berkatifitas, paginya ngementor, ntar sorenya memberikan les privat untuk murid SD yang rumahnya di gerlong, daerah deket UPI. Tak jarang urusan kantor juga dihari minggu, kaya ngawas TO atau ngajar Intensif SBMPTN. Inginnya sih istirahat, tapi… mungkin Allah menghendaki kebaikan dalam diri saya, mungkin Allah ingin menjadikan saya orang yang bermanfaat, Family Time? Oh, saya tinggal berdua dengan orang tua saya, dan mereka sudah paham anaknya ini selalu sibuk untuk “urusan” ini, mereka tidak pernah protes, hanya sering mengingatkan agar saya jangan terlalu cape, dan harus jaga kondisi kesehatan. Kakak saya yang sekarang bekerja di Bogor dan 2 minggu sekali pulang, juga jarang maen sama saya, sedih sih waktunya sempit, dia pulang jumat malam, dan pulang minggu siang.

Mungkin senang jika melihat teman dan sahabat seumuran, setiap minggu memilih liburan bersama suami atau anak-anak mereka, sementara saya yang belum menikah dan belum dikaruniai anak malah sibuk seperti ini, saya hanya berhuznuzon bahwa Allah sengaja membuat saya sibuk, agar saya lebih fokus mengurusi umat, berdakwah, dan fokus memperbaiki diri saya, biarlah urusan Jodoh, Allah yang Mengatur, saya percayakan semuanya kepada Allah, kalau saya sibuk mengurus umat, biar Allah yang mengurus diri saya, mencukupi segala kebutuhan saya, mudah-mudahan jodoh saya kelak adalah orang yang sama-sama suka melingkar seperti ini, aamiin.

Saya hanya bisa berdoa, semoga Allah berikan pemahaman agama yang baik kepada saya, memberikan saya kekuatan dan kesehatan agar dapat menunaikan amanah ini, ini adalah bukti kecintaan saya pada Allah, bukti rasa cinta dan sayang saya pada Rasullulah, semoga bisa terus Istiqomah sampai mati, aamiin


Bandung 15 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar