Pernah mendengar bunyi hadist
“Kebersihan adalah sebagian dari Iman”?
Hadist yang pendek, sederhana,
tapi kenyataan tidak. Karena pada kenyataannya banyak orang yang mengaku
Beriman, tapi tidak mengerti arti kebersihan. Perilaku hidup bersih, itu tidak sesempit
kamu membuang sampah pada tempatnya, tapi jauh dari sekedar sampah. Hidup
bersih itu adalah salah satu bagian terpenting dari akhlak seorang muslim, yang
dicontohkan oleh Rasullulah, saya ingin bercerita tentang bagaimana ibu saya
mengajarkan arti kebersihan hingga saya besar seperti ini, karena dari
beliaulah saya belajar bagaimana menjadi pribadi yang baik, terutama hal-hal
kecil tentang kebersihan yang sering kali luput dari perhatian orang lain.
Tulisan ini tidak bermaksud
menghakimi seseorang, atau bahkan menggurui seseorang tentang bagaimana hidup
bersih, tapi saya hanya ingin berbagi, hal-hal sederhana yang kelak harus
selalu saya jaga dan saya pelihara, hingga nanti saya berkeluarga. Saya percaya
Rasullulah adalah sosok pribadi yang sangat bersih dan mencintai kebersihan,
bagaimana dijelaskan dalam hadist bahwa ketika hendak sholat beliau selalu bersiwak
dan membersihkan giginya, memotong kuku, dan membersihkan anggota tubuhnya yang
lain.
Hal yang paling sederhana yang
dicontohkan oleh Ibu adalah, mandi shubuh sebelum melaksanakan sholat shubuh,
mungkin sebagian orang tak terbiasa, tapi ibu mencontohkan itu, bahkan ibu
sendiri yang memasakan air hangat untuk saya agar saya bisa mandi pagi tanpa
kedinginan. Saya liat kebanyakan teman laki-laki, atau bahkan teman perempuan
saya sangat malas untuk mandi, mereka terbiasa mandi siang, saya gak ngerti
bagaimana orang bisa melakukan hal itu, jadi kalau melihat orang yang mandinya
siang-siang saya tidak terlalu suka.
Kedua, ibu tidak mau makan atau
minum sebelum mandi, akhirnya saya juga begitu, kalau mau sarapan pagi, meski
sudah sikat gigi saya tetap tidak mau makan kalau tidak mandi terlebih dahulu.
Ketiga ini tentang pakaian, ibu bilang tiap hari meski dirumah, baju harus
ganti, apalagi kalau pergi keluar, harus sehari sekali pakai, bilangnya sih itu
pakaian meski tidak kotor kena lumpur atau debu, tetap kena keringat, jadi
harus ganti. Apalagi jaket, jaket maksimal 3 hari pakai harus dicuci, kaos
kaki? Kalau bisa tiap hari ganti, paling lama 2 hari, tapi kalau aktivitas saya
sepanjang hari, rasanya harus sekali sehari ganti, makanya kaos kaki saya
banyak. Apalagi kerudung, daleman kerudung, manset, ah perempuan memang lebih
rumit dari laki-laki -_-
Keempat ini tentang hal terluar
dari tubuh, ini tentang barang-barang pribadi, ruangan pribadi kita dirumah
adalah kamar, dan kamar adalah hak milik pribadi yang menggambarkan kepribadian
pemiliknya, bukan hanya tentang kasur tempat istirahat, tapi juga seluruh
barang-barang yang ada didalam kamar, harus menjadi tanggung jawab pribadi si
pemiliknya. Pertama tentang kasur, kalo bisa kasur setelah ditiduri
dibersihkan, disapu dan dirapihkan, jangan sampai berantakan, spreinya kalo
dirasa sudah tidak nyaman harus segera diganti, maksimal satu minggu sekali,
lalu lemari pakaian, kalo bisa baju dilipat rapih, untuk baju yang harus
digantung pun harus diletakkan sesuai dengan kebutuhan, jangan ada baju-baju
yang menggantung dan berserakan diatas kasur. Lainnya adalah meja belajar atau
meja rias, meski banyak barang, harus selalu dilap tiap hari, ah… kamar saya
kan sering banyak debu L
Saya memperhatikan, diantara ibu
dan saudara-saudara ibu, memang hanya ibu dan bude saya yang sudah almarhum
yang rumahnya lebih tertata rapih, baik ibu saya, maupun bude-bude saya yang
lain (kakak ibu) semuanya tidak bekerja
dan hanya menjadi ibu rumah tangga, jadi sudah sewajarnya jika dirumah seorang
ibu hanya menjadi ibu rumah tangga rumahnya bersih dan rapih. Namun sayangnya,
tidak semua ibu rumah tangga mampu memanage rumahnya dengan baik, saya bisa
maklum jika seorang ibu muda, rumahnya selalu berantakan, tapi jika ibu separuh
baya, yang mempunyai beberapa anak gadis dirumahnya, dan tidak bisa mengurus
dan memelihara rumahnya dengan baik, itu sangat disayangkan.
Ibu bilang “Mumpung
kamu masih gadis, belajar jadi perempuan yang apik dan bersih, mudah-mudahan
kelak saat kamu bersuami dan berumah tangga kamu bisa jadi istri dan ibu yang
baik”
Keluarlah sedikit dari kamar,
bagi saya ada dua bagian rumah yang begitu banyak memberi arti dalam kehidupan “berkeluarga”.
Yang pertama adalah Dapur, dapur tidak harus mewah dengan kitchen set puluhan
juta seperti yang ada diacara tentang “Home Living”, dapur dirumah saya pun
sangat sederhana, tidak memakai kitchen set, bagi saya yang penting adalah
kebersihannya, jika dapurnya bersih, orang yang memasaknya akan bersemangat,
dan tentunya hasil makanannya akan lebih enak dan sehat. Yang kedua adalah
kamar mandi, pun tidak usah yang mewah-mewah, pake bath up atau Jacuzzi, yang
penting bagi saya bersih dan wangi, itu saja cukup.
Saya hanya ingin bilang, kalo
seseorang berusaha mengamalkan agamanya dengan baik, mencoba mengikuti sunah
Rasul, ia pasti akan menjadi pribadi yang baik, yang sehat, dan bersih, yang
tau bagaimana menjaga dirinya dan bisa merawat dirinya dengan baik, makanya
Rasul selalu bilang untuk memilih pasangan hidup berdasarkan “agamanya”, gak
mungkin kan kalo seorang muslim hidupnya jorok, gak bersih, dan berantakan??? Mudah-mudahan
kita selalu berusaha dan berupaya untuk merawat diri kita dengan
sebaik-baiknya, bersih itu menyehatkan, bersih itu membuat nyaman, bersih itu
membuat kita semakin cantik, selamat menjaga kebersihan J
Bandung 8 Oktober 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar