Kamis, 08 Oktober 2015

Bersih


Pernah mendengar bunyi hadist “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”?

Hadist yang pendek, sederhana, tapi kenyataan tidak. Karena pada kenyataannya banyak orang yang mengaku Beriman, tapi tidak mengerti arti kebersihan. Perilaku hidup bersih, itu tidak sesempit kamu membuang sampah pada tempatnya, tapi jauh dari sekedar sampah. Hidup bersih itu adalah salah satu bagian terpenting dari akhlak seorang muslim, yang dicontohkan oleh Rasullulah, saya ingin bercerita tentang bagaimana ibu saya mengajarkan arti kebersihan hingga saya besar seperti ini, karena dari beliaulah saya belajar bagaimana menjadi pribadi yang baik, terutama hal-hal kecil tentang kebersihan yang sering kali luput dari perhatian orang lain.

Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi seseorang, atau bahkan menggurui seseorang tentang bagaimana hidup bersih, tapi saya hanya ingin berbagi, hal-hal sederhana yang kelak harus selalu saya jaga dan saya pelihara, hingga nanti saya berkeluarga. Saya percaya Rasullulah adalah sosok pribadi yang sangat bersih dan mencintai kebersihan, bagaimana dijelaskan dalam hadist bahwa ketika hendak sholat beliau selalu bersiwak dan membersihkan giginya, memotong kuku, dan membersihkan anggota tubuhnya yang lain.

Hal yang paling sederhana yang dicontohkan oleh Ibu adalah, mandi shubuh sebelum melaksanakan sholat shubuh, mungkin sebagian orang tak terbiasa, tapi ibu mencontohkan itu, bahkan ibu sendiri yang memasakan air hangat untuk saya agar saya bisa mandi pagi tanpa kedinginan. Saya liat kebanyakan teman laki-laki, atau bahkan teman perempuan saya sangat malas untuk mandi, mereka terbiasa mandi siang, saya gak ngerti bagaimana orang bisa melakukan hal itu, jadi kalau melihat orang yang mandinya siang-siang saya tidak terlalu suka.

Kedua, ibu tidak mau makan atau minum sebelum mandi, akhirnya saya juga begitu, kalau mau sarapan pagi, meski sudah sikat gigi saya tetap tidak mau makan kalau tidak mandi terlebih dahulu. Ketiga ini tentang pakaian, ibu bilang tiap hari meski dirumah, baju harus ganti, apalagi kalau pergi keluar, harus sehari sekali pakai, bilangnya sih itu pakaian meski tidak kotor kena lumpur atau debu, tetap kena keringat, jadi harus ganti. Apalagi jaket, jaket maksimal 3 hari pakai harus dicuci, kaos kaki? Kalau bisa tiap hari ganti, paling lama 2 hari, tapi kalau aktivitas saya sepanjang hari, rasanya harus sekali sehari ganti, makanya kaos kaki saya banyak. Apalagi kerudung, daleman kerudung, manset, ah perempuan memang lebih rumit dari laki-laki -_-

Keempat ini tentang hal terluar dari tubuh, ini tentang barang-barang pribadi, ruangan pribadi kita dirumah adalah kamar, dan kamar adalah hak milik pribadi yang menggambarkan kepribadian pemiliknya, bukan hanya tentang kasur tempat istirahat, tapi juga seluruh barang-barang yang ada didalam kamar, harus menjadi tanggung jawab pribadi si pemiliknya. Pertama tentang kasur, kalo bisa kasur setelah ditiduri dibersihkan, disapu dan dirapihkan, jangan sampai berantakan, spreinya kalo dirasa sudah tidak nyaman harus segera diganti, maksimal satu minggu sekali, lalu lemari pakaian, kalo bisa baju dilipat rapih, untuk baju yang harus digantung pun harus diletakkan sesuai dengan kebutuhan, jangan ada baju-baju yang menggantung dan berserakan diatas kasur. Lainnya adalah meja belajar atau meja rias, meski banyak barang, harus selalu dilap tiap hari, ah… kamar saya kan sering banyak debu L

Saya memperhatikan, diantara ibu dan saudara-saudara ibu, memang hanya ibu dan bude saya yang sudah almarhum yang rumahnya lebih tertata rapih, baik ibu saya, maupun bude-bude saya yang lain (kakak ibu) semuanya  tidak bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga, jadi sudah sewajarnya jika dirumah seorang ibu hanya menjadi ibu rumah tangga rumahnya bersih dan rapih. Namun sayangnya, tidak semua ibu rumah tangga mampu memanage rumahnya dengan baik, saya bisa maklum jika seorang ibu muda, rumahnya selalu berantakan, tapi jika ibu separuh baya, yang mempunyai beberapa anak gadis dirumahnya, dan tidak bisa mengurus dan memelihara rumahnya dengan baik, itu sangat disayangkan. 

Ibu bilang “Mumpung kamu masih gadis, belajar jadi perempuan yang apik dan bersih, mudah-mudahan kelak saat kamu bersuami dan berumah tangga kamu bisa jadi istri dan ibu yang baik”

Keluarlah sedikit dari kamar, bagi saya ada dua bagian rumah yang begitu banyak memberi arti dalam kehidupan “berkeluarga”. Yang pertama adalah Dapur, dapur tidak harus mewah dengan kitchen set puluhan juta seperti yang ada diacara tentang “Home Living”, dapur dirumah saya pun sangat sederhana, tidak memakai kitchen set, bagi saya yang penting adalah kebersihannya, jika dapurnya bersih, orang yang memasaknya akan bersemangat, dan tentunya hasil makanannya akan lebih enak dan sehat. Yang kedua adalah kamar mandi, pun tidak usah yang mewah-mewah, pake bath up atau Jacuzzi, yang penting bagi saya bersih dan wangi, itu saja cukup.

Saya hanya ingin bilang, kalo seseorang berusaha mengamalkan agamanya dengan baik, mencoba mengikuti sunah Rasul, ia pasti akan menjadi pribadi yang baik, yang sehat, dan bersih, yang tau bagaimana menjaga dirinya dan bisa merawat dirinya dengan baik, makanya Rasul selalu bilang untuk memilih pasangan hidup berdasarkan “agamanya”, gak mungkin kan kalo seorang muslim hidupnya jorok, gak bersih, dan berantakan??? Mudah-mudahan kita selalu berusaha dan berupaya untuk merawat diri kita dengan sebaik-baiknya, bersih itu menyehatkan, bersih itu membuat nyaman, bersih itu membuat kita semakin cantik, selamat menjaga kebersihan J

Bandung 8 Oktober 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar