Senin, 19 Oktober 2015

Drama Korea

“Hidup kamu ribet banget, kebanyakan nonton drama kayanya”

 Wkwkkwkwwk, mudah-mudahan hidup saya tidak seperti kalimat diatas, meski hidup saya tidak flat, saya pastikan hidup saya baik-baik, dan berusaha dalam keadaan baik karena saya seorang muslim. Orang yang hidupnya penuh drama, mungkin kebanyakan nonton drama, jadi tanpa sadar suka lebay dan sedikit alay, mungkin. Ngomongin drama, kayanya memang suguhan televisi dinegeri ini penuh dengan drama, mulai dari drama korea, drama telenovela, drama india, bahkan yang lagi ngtrend di televisi sekarang drama turki, cinta dimusim cherry -__-

Entahlah, saya jarang nonton tv dirumah, ibu saya sih sukanya drama sinetron Tukang Bubur Naik Haji, kalo ayah saya sukanya 7 Manusia Harimau -__-. Kalo saya? Saya sukanya drama korea atau jepang, wkwkwkkwk. Mungkin karena saya perempuan, setau saya para gadis atau ibu-ibu muda gandrung sekali dengan drama korea. Saya belum pernah melakukan survey, tapi bisa saya pastikan 1 dari 3 wanita pasti suka sekali nonton drama korea, atau 5 dari 10 orang perempuan pasti suka drama korea. Laki-laki gimana? Saya kurang tau, tapi gak sedikit juga yang suka, buktinya murid laki-laki saya suka nonton drama korea kaya the Heirs atau Pinochio yang diperankan oleh Park Shin Ye

Mau tau kenapa perempuan suka drama korea?

Karena artis cowonya ganteng-ganteng wkwkkwkw, kaya lee min ho, lee seung gi, rain, atau won bin. Tapi tetep sih yang juara kata saya Cuma Jung Yong Hwa, kedua ceritanya, iya cerita didrama korea itu gak bisa ditebak, kekuatan cerita sih kata saya, soalnya meksipun inti ceritanya tentang drama romance, tapi dikemas dengan konflik yang beragam dan gak mainstream, jadinya rame dan bikin penasaran secara beberapa adegan yang ada didrama korea kadang bisa bikin yang nonton jadi baper sendiri, mungkin sebagian ngarep didunia nyata bisa kejadian kaya gitu (sayang ini hanya drama), ada yang ketika nonton malah senyum-senyum sendiri, atau bahkan tanpa sadar meneteskan air mata, ketiga walaupun bukan yang utama soundtrack drama korea itu lagunya pasti sedih-sedih, tapi easy listening, dan kalau dramanya rame, ratingnya tinggi, lagu-lagu soundtracknya juga pasti enak.

Kadang mikir juga sih, jangan kebanyakan nonton drama korea, kaya gada kerjaan lain aja -__- manfaatnya juga gak banyak, meski beberapa hal saya jadi lebih tau bagaimana sisi perasaan manusia yang lain, atau bahkan lawan jenis, seenggaknya saya bisa tau bagaimana cara pandang laki-laki, toh selama ini saya gak punya interaksi yang sangat dekat dengan lawan jenis, pacaran juga gak pernah.
Kalau ditanya dari kapan saya suka drama korea? Saya lupa. Gak tau SMP gak tau SMA, pokoknya drama pertama yang saya tau dan saya inget sampe sekarang adalah drama jepang yang judulnya Tokyo Love Story, itu drama booming banget, laris manis ditonton, secara televisi swasta belom sebanyak sekarang. Sama drama yang judulnya Rindu-rindu Aisawa. Dan selama SMA, kayanya saya penggemar setia drama korea,apalagi tahun 2000an dimana serial Endless Love, Winter Sonata, sama Full House lagi rame-ramenya. Sampe sekarang tahun 2015 drama korea kaya The Heirs sama Pinochio lagi rame-ramenya.

Tapi berhubung saya kerja dari siang sampai malam, saya jarang nonton drama korea lagi, palingan yang pagi-pagi disiarkan di televisi. Di kantor saya punya agen film/drama korea, temen saya itu kayanya jadi distributor untuk drama-drama korea, secara dia punya hardisk eksternal yang isiinya drama korea semua, wkwkwkkwk. Dan percaya gak pecaya, di laptop pun saya punya beberapa koleksi drama korea yang sampe sekarang belom saya tonton, Kerjaan saya disamping ngajar adalah membuat soal, jadi sering banget dikejar deadline, belom lagi hobby saya yang satu lagi (baca buku), saya tipe orang yang rajin beli buku, numpuk buku, dan gak tau kapan beresnya. Intinya harus bisa pinter-pinter atur waktu.

Namanya juga drama, itu ada skenarionya, ada yang nulisnya, pasti endingnya sebagian besar bahagia. Sementara hidup kita??? Kitalah yang mengupayakan kebaikan didalamnya, hidup memang keras, dan tak seindah drama korea, tapi tetap harus dijalani kan? Saya merasa, semua hal didunia ini sudah diatur oleh Allah SWT, semua ada jalannya masing-masing. Hidup kita tentunya harus lebih bermakna dan lebih indah dari drama korea, mudah-mudahan keberkahan yang kita cari, hingga kebahagiaan selalu menyertai hidup kita, kalaupun harus bersedih, mudah-mudahan sedihnya karena Allah, bukankah segala urusan akan kembali padaNya?

Bandung, 19 Oktober 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar