“Hidup kamu ribet banget,
kebanyakan nonton drama kayanya”
Entahlah, saya jarang nonton tv
dirumah, ibu saya sih sukanya drama sinetron Tukang Bubur Naik Haji, kalo ayah
saya sukanya 7 Manusia Harimau -__-. Kalo saya? Saya sukanya drama korea atau
jepang, wkwkwkkwk. Mungkin karena saya perempuan, setau saya para gadis atau
ibu-ibu muda gandrung sekali dengan drama korea. Saya belum pernah melakukan
survey, tapi bisa saya pastikan 1 dari 3 wanita pasti suka sekali nonton drama
korea, atau 5 dari 10 orang perempuan pasti suka drama korea. Laki-laki gimana?
Saya kurang tau, tapi gak sedikit juga yang suka, buktinya murid laki-laki saya
suka nonton drama korea kaya the Heirs atau Pinochio yang diperankan oleh Park
Shin Ye
Mau tau kenapa perempuan suka
drama korea?
Karena artis cowonya
ganteng-ganteng wkwkkwkw, kaya lee min ho, lee seung gi, rain, atau won bin.
Tapi tetep sih yang juara kata saya Cuma Jung Yong Hwa, kedua ceritanya, iya
cerita didrama korea itu gak bisa ditebak, kekuatan cerita sih kata saya,
soalnya meksipun inti ceritanya tentang drama romance, tapi dikemas dengan
konflik yang beragam dan gak mainstream, jadinya rame dan bikin penasaran
secara beberapa adegan yang ada didrama korea kadang bisa bikin yang nonton
jadi baper sendiri, mungkin sebagian ngarep didunia nyata bisa kejadian kaya
gitu (sayang ini hanya drama), ada yang ketika nonton malah senyum-senyum
sendiri, atau bahkan tanpa sadar meneteskan air mata, ketiga walaupun bukan
yang utama soundtrack drama korea itu lagunya pasti sedih-sedih, tapi easy
listening, dan kalau dramanya rame, ratingnya tinggi, lagu-lagu soundtracknya
juga pasti enak.
Kadang mikir juga sih, jangan
kebanyakan nonton drama korea, kaya gada kerjaan lain aja -__- manfaatnya juga
gak banyak, meski beberapa hal saya jadi lebih tau bagaimana sisi perasaan
manusia yang lain, atau bahkan lawan jenis, seenggaknya saya bisa tau bagaimana
cara pandang laki-laki, toh selama ini saya gak punya interaksi yang sangat
dekat dengan lawan jenis, pacaran juga gak pernah.
Kalau ditanya dari kapan saya
suka drama korea? Saya lupa. Gak tau SMP gak tau SMA, pokoknya drama pertama
yang saya tau dan saya inget sampe sekarang adalah drama jepang yang judulnya
Tokyo Love Story, itu drama booming banget, laris manis ditonton, secara televisi
swasta belom sebanyak sekarang. Sama drama yang judulnya Rindu-rindu Aisawa.
Dan selama SMA, kayanya saya penggemar setia drama korea,apalagi tahun 2000an
dimana serial Endless Love, Winter Sonata, sama Full House lagi rame-ramenya.
Sampe sekarang tahun 2015 drama korea kaya The Heirs sama Pinochio lagi
rame-ramenya.
Tapi berhubung saya kerja dari
siang sampai malam, saya jarang nonton drama korea lagi, palingan yang
pagi-pagi disiarkan di televisi. Di kantor saya punya agen film/drama korea,
temen saya itu kayanya jadi distributor untuk drama-drama korea, secara dia
punya hardisk eksternal yang isiinya drama korea semua, wkwkwkkwk. Dan percaya
gak pecaya, di laptop pun saya punya beberapa koleksi drama korea yang sampe
sekarang belom saya tonton, Kerjaan saya disamping ngajar adalah membuat soal,
jadi sering banget dikejar deadline, belom lagi hobby saya yang satu lagi (baca
buku), saya tipe orang yang rajin beli buku, numpuk buku, dan gak tau kapan
beresnya. Intinya harus bisa pinter-pinter atur waktu.
Namanya juga drama, itu ada
skenarionya, ada yang nulisnya, pasti endingnya sebagian besar bahagia.
Sementara hidup kita??? Kitalah yang mengupayakan kebaikan didalamnya, hidup
memang keras, dan tak seindah drama korea, tapi tetap harus dijalani kan? Saya
merasa, semua hal didunia ini sudah diatur oleh Allah SWT, semua ada jalannya
masing-masing. Hidup kita tentunya harus lebih bermakna dan lebih indah dari
drama korea, mudah-mudahan keberkahan yang kita cari, hingga kebahagiaan selalu
menyertai hidup kita, kalaupun harus bersedih, mudah-mudahan sedihnya karena
Allah, bukankah segala urusan akan kembali padaNya?
Bandung, 19 Oktober 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar