Minggu, 27 Mei 2018

Liverpool


Kekalahan Liverpool kemarin di Kiev, kayanya bikin sedih banyak Liverpudlian, tidak terkecuali saya...., sedih dan masih nyesek kerasa sampai sekarang, bukan hanya karena terlukanya Salah yang disebabkan oleh Ramos, tapi juga karena Karius sang kiper yang mungkin dia lelah sehingga gak bisa maksimal menjaga gawang Liverpool.

Klub ini klub besar dengan banyak prestasi dunia, dicintai juga oleh pendukung fanatik, bukan hanya dari Inggris tapi juga seluruh dunia, mungkin di Inggris banyak klub-klub lain yang lebih hebat dari Liverpool, tapi hanya Liverpool salah satu klub bola yang paling saya hafal,sejak saya SD, saat mas saya yang sekolah di SMA kamarnya dipenuhi dengan poster-poster pemain Liverpool, bahkan hingga sekarang kakak saya itu masih jadi pendukung fanatik Liverpool. Terlepas dari itu semua, hanya liverpool yang memiliki ikatan emosional dengan saya.

Ada banyak pelajaran berharga dari pertandingan Final Liga Champion kemarin minggu dini hari :
Pertama, Satu-satunya tempat kita bergantung dan meminta pertolongan adalah Allah. Sekuat dan setangguh apapun, kita tidak punya kuasa atas apapun, termasuk diri kita sendiri. Mau sekuat apapun ikhtiar kita, sebaik apapun pilihan hidup yang kita ambil, sungguh segala sesuatunya bergantung dari kuasa Allah, kita tidak bisa menolak takdir yang sudah Allah tetapkan untuk diri kita, suka atau tidak.

Kedua, Jangan Menyalahkan Orang lain. Semua orang yang mendukung Liverpool pasti sepakat bahwa kegagalan Liverpool kemarin salah satunya karena RAMOS, kalo Ramos tidak melukai dan membuat cidera Salah, mungkin saja Liverpool bisa memenaangkan pertandingan kemarin. Bagi Liverpool Salah adalah salah satu pemain terbaik, dan bisa jadi kartu AS bagi Liverpool, dan ketika Salah harus keluar dari pertandingan, sepertinya semua orang kecewa, dan mungkin Salah sendiri merasa bersalah, tidak bisa melanjutkan pertandingan. Yah Ramos memang salah, tapi tidak serta merta kita menyimpulkan bahwa kekalahan tim karena Salah tidak ikut bermain hingga akhir pertandingan. Begitu pula dengan Karius, pemain muda ini memang membuat banyak orang kesal dan marah-marah, kesalahan fatal yang membuat gawangnya berhadil dibobol oleh tim Madrid. Setidaknya kita tau, sejauh ini karius sudah berhasil membawa Liverpool sampai kefinal Liga Champion.

Ketiga, Jangan mengandalkan Orang lain. Dalam sebuah Tim kita tidak bisa saling mengandalkan, kita harus sama-sama bekerja sama, bahu membahu, dan saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama. Keluarnya Salah mungkin membuat beberapa pemain Liverpool jadi kehilangan semangat, tapi bukan berarti pertandingan berakhir, mereka harus tetap berjuang melanjutkan pertandingan tanpa Salah, terbukti Mane mencetak satu gol untuk Liverpool.

Keempat, Sabar. Saya tidak tau selain sabar harus bagaimana lagi menghadapi bullyan orang-orang yang sudah sering membully  Liverpool karena kekalahannya. Saya percaya masih ada kesempatan kedepan untuk mendapatkan kembali Trofi Juara, setidaknya klub ini sudah mengukir sejarah hebat di pertandingan sepakbola dunia. Dan saya percaya, besok-besok tim ini akan jadi tim terhebat, terima kasih Klop, sudah membawa dan membimbing anak-anak sampai ke Final.

Bandung, 28 Mei 2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar