Kekalahan Liverpool kemarin di
Kiev, kayanya bikin sedih banyak Liverpudlian, tidak terkecuali saya...., sedih
dan masih nyesek kerasa sampai sekarang, bukan hanya karena terlukanya Salah
yang disebabkan oleh Ramos, tapi juga karena Karius sang kiper yang mungkin dia
lelah sehingga gak bisa maksimal menjaga gawang Liverpool.
Klub ini klub besar dengan banyak
prestasi dunia, dicintai juga oleh pendukung fanatik, bukan hanya dari Inggris
tapi juga seluruh dunia, mungkin di Inggris banyak klub-klub lain yang lebih
hebat dari Liverpool, tapi hanya Liverpool salah satu klub bola yang paling
saya hafal,sejak saya SD, saat mas saya yang sekolah di SMA kamarnya dipenuhi
dengan poster-poster pemain Liverpool, bahkan hingga sekarang kakak saya itu
masih jadi pendukung fanatik Liverpool. Terlepas dari itu semua, hanya
liverpool yang memiliki ikatan emosional dengan saya.
Ada banyak pelajaran berharga
dari pertandingan Final Liga Champion kemarin minggu dini hari :
Pertama, Satu-satunya tempat kita
bergantung dan meminta pertolongan adalah Allah. Sekuat dan setangguh apapun,
kita tidak punya kuasa atas apapun, termasuk diri kita sendiri. Mau sekuat
apapun ikhtiar kita, sebaik apapun pilihan hidup yang kita ambil, sungguh
segala sesuatunya bergantung dari kuasa Allah, kita tidak bisa menolak takdir yang
sudah Allah tetapkan untuk diri kita, suka atau tidak.
Kedua, Jangan Menyalahkan Orang
lain. Semua orang yang mendukung Liverpool pasti sepakat bahwa kegagalan
Liverpool kemarin salah satunya karena RAMOS, kalo Ramos tidak melukai dan
membuat cidera Salah, mungkin saja Liverpool bisa memenaangkan pertandingan
kemarin. Bagi Liverpool Salah adalah salah satu pemain terbaik, dan bisa jadi
kartu AS bagi Liverpool, dan ketika Salah harus keluar dari pertandingan,
sepertinya semua orang kecewa, dan mungkin Salah sendiri merasa bersalah, tidak
bisa melanjutkan pertandingan. Yah Ramos memang salah, tapi tidak serta merta
kita menyimpulkan bahwa kekalahan tim karena Salah tidak ikut bermain hingga
akhir pertandingan. Begitu pula dengan Karius, pemain muda ini memang membuat
banyak orang kesal dan marah-marah, kesalahan fatal yang membuat gawangnya
berhadil dibobol oleh tim Madrid. Setidaknya kita tau, sejauh ini karius sudah
berhasil membawa Liverpool sampai kefinal Liga Champion.
Ketiga, Jangan mengandalkan Orang
lain. Dalam sebuah Tim kita tidak bisa saling mengandalkan, kita harus
sama-sama bekerja sama, bahu membahu, dan saling mendukung untuk mencapai
tujuan yang sama. Keluarnya Salah mungkin membuat beberapa pemain Liverpool
jadi kehilangan semangat, tapi bukan berarti pertandingan berakhir, mereka
harus tetap berjuang melanjutkan pertandingan tanpa Salah, terbukti Mane
mencetak satu gol untuk Liverpool.
Keempat, Sabar. Saya tidak tau
selain sabar harus bagaimana lagi menghadapi bullyan orang-orang yang sudah sering
membully Liverpool karena kekalahannya.
Saya percaya masih ada kesempatan kedepan untuk mendapatkan kembali Trofi
Juara, setidaknya klub ini sudah mengukir sejarah hebat di pertandingan
sepakbola dunia. Dan saya percaya, besok-besok tim ini akan jadi tim terhebat,
terima kasih Klop, sudah membawa dan membimbing anak-anak sampai ke Final.
Bandung, 28 Mei 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar