Ataukah kamu mengira bahwa kamu
akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami
orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan
diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman
bersamanya berkata “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya
pertolongan Allah itu dekat. (QS Al Baqarah : 214)
Setiap manusia yang bernyawa yang
masih hidup didunia ini pasti tidak pernah lepas dari yang namanya ujian dan cobaan,
dan ketika kita dihadapkan dengan berbagai macam ujian dan cobaan itu, tak
jarang keimanan kita diuji oleh Allah, apakah dengan ujian dan cobaan itu kita
semakin dekat kepada Allah, atau justru malah semakin jauh dari Allah.
Dan ketika ujian itu datang dalam
hidup saya, satu-satunya yang saya takutkan adalah bukan perkara ujiannya, tapi
saya takut jika Iman saya goyah dan saya semakin jauh dari Allah. Dunia kadang
tidak Allah berikan kepada orang-orang yang beriman, tapi Allah berikan
kehidupan yang lebih baik diakhirat untuk orang yang beriman. Saya boleh
kehilangan segalanya yang saya miliki didunia ini, tapi saya tidak ingin
kehilangan Iman saya.
Saya berfikir, jika Rasullulah
masih hidup, saya dapat bercerita kepada beliau dan meminta nasehat kepada
beliau, meski saya tau jawaban Rasullulah akan seperti apa :
“Mintalah pertolongan kepada
Allah, jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allahlah Yang
Maha Kuasa atas segala sesuatu, kepadanyalah kita akan kembali”
Tapi saya bukan cuma ingin
nasehat, saya juga ingin didoakan oleh Rasullulah, agar Allah hilangkan
kesulitan hidup saya, serta memberikan segala kebaikan dalam hidup saya,
bukankah doa Rasullulah pasti diijabah oleh Allah Subhana Wataala, tapi karena
beliau sudah tiada, saya hanya mampu bersholawat, semoga Allah kabulkan doa
saya.
Saya ingat ceramah Ustad Adi
Hidayat, tentang ujian dan cobaan, kata Ustad Adi, ketika Allah memberikan
ujian kepada kita, itu karena kita yang mampu melewati dan menghadapi ujian
tersebut, kenapa tidak diberikan kepada orang lain? “karena hanya kita yang
mampu menghadapinya” Saya hanya bisa merenung dan berfikir sambil mengucap
istigfhar, semoga Allah ampuni dosa-dosa saya, semua ujian dan cobaan ini dapat
meneguhkan Iman saya, membuat saya semakin taat dan patuh kepada Allah dan
RasulNya.
Saya hanya berbaik sangka kepada
Allah, Allah Maha Dekat, Allah tidak pernah mezalimi hambaNya, apapun yang
terjadi semuanya adalah bentuk kasih sayang Allah kepada saya, dunia hanya
sementara, akhirat abadi dan kekal selamanya, apa yang ada disisi Allah itu
lebih baik bagi saya. Saya lahir tanpa membawa apapun ke dunia, nanti ketika
saya pulang pun sama, saya tidak akan membawa apa-apa, selain kain kafan. Saya
yakin akan kebaikan Allah Subhana Wataala.
“Dan Dia memberinya rezeki dari
arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah,
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusanNya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu” (QS At
Talaq : 3)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar