Selasa, 21 Maret 2017

Iman



Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (QS Al Baqarah : 214)

Setiap manusia yang bernyawa yang masih hidup didunia ini pasti tidak pernah lepas dari yang namanya ujian dan cobaan, dan ketika kita dihadapkan dengan berbagai macam ujian dan cobaan itu, tak jarang keimanan kita diuji oleh Allah, apakah dengan ujian dan cobaan itu kita semakin dekat kepada Allah, atau justru malah semakin jauh dari Allah. 

Dan ketika ujian itu datang dalam hidup saya, satu-satunya yang saya takutkan adalah bukan perkara ujiannya, tapi saya takut jika Iman saya goyah dan saya semakin jauh dari Allah. Dunia kadang tidak Allah berikan kepada orang-orang yang beriman, tapi Allah berikan kehidupan yang lebih baik diakhirat untuk orang yang beriman. Saya boleh kehilangan segalanya yang saya miliki didunia ini, tapi saya tidak ingin kehilangan Iman saya.

Saya berfikir, jika Rasullulah masih hidup, saya dapat bercerita kepada beliau dan meminta nasehat kepada beliau, meski saya tau jawaban Rasullulah akan seperti apa :

“Mintalah pertolongan kepada Allah, jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allahlah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, kepadanyalah kita akan kembali”

Tapi saya bukan cuma ingin nasehat, saya juga ingin didoakan oleh Rasullulah, agar Allah hilangkan kesulitan hidup saya, serta memberikan segala kebaikan dalam hidup saya, bukankah doa Rasullulah pasti diijabah oleh Allah Subhana Wataala, tapi karena beliau sudah tiada, saya hanya mampu bersholawat, semoga Allah kabulkan doa saya.

Saya ingat ceramah Ustad Adi Hidayat, tentang ujian dan cobaan, kata Ustad Adi, ketika Allah memberikan ujian kepada kita, itu karena kita yang mampu melewati dan menghadapi ujian tersebut, kenapa tidak diberikan kepada orang lain? “karena hanya kita yang mampu menghadapinya” Saya hanya bisa merenung dan berfikir sambil mengucap istigfhar, semoga Allah ampuni dosa-dosa saya, semua ujian dan cobaan ini dapat meneguhkan Iman saya, membuat saya semakin taat dan patuh kepada Allah dan RasulNya.

Saya hanya berbaik sangka kepada Allah, Allah Maha Dekat, Allah tidak pernah mezalimi hambaNya, apapun yang terjadi semuanya adalah bentuk kasih sayang Allah kepada saya, dunia hanya sementara, akhirat abadi dan kekal selamanya, apa yang ada disisi Allah itu lebih baik bagi saya. Saya lahir tanpa membawa apapun ke dunia, nanti ketika saya pulang pun sama, saya tidak akan membawa apa-apa, selain kain kafan. Saya yakin akan kebaikan Allah Subhana Wataala.

“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya. Sungguh Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu” (QS At Talaq : 3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar