“Sesungguhnya
dunia itu manis lagi Hijau dan Allah Azza wa Jalla menjadikan kalian sebagai
Khalifah disana agar Dia melihat bagaimana kalian berbuat , maka takutlah pada
dunia dan takutlah pada perempuan, karena fitnah pertama Bani Israil adalah
soal Perempuan” (HR Muslim)
“Tidak ada
sesudahku fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki selain fitnah yang
ditimbulkan wanita” (HR. Bukhari dari
Usamah bin Zaid)
“Perempuan
selalu dalam rupa setan, baik saat menghadap ataupun saat membelakangi. Apabila
salah satu diantara kalian memandangi perempuan (dengan penuh nafsu), maka
lampiaskanlah nafsu itu kepada Istrinya. Sebab hal itu dapat, mengusir gejolak
yang ada dihatinya” (HR. Muslim)
Membaca tiga
hadist diatas, saya benar-benar speechless, rasanya dalam sekali. Dan bingung harus menulis apa, pemahaman saya
yang terbatas, membuat akal saya berfikir keras, dan harus mencari ilmu yang
lebih banyak untuk dapat memahami perintah-perintah Allah yang tersirat dalam
Al-Quran dan As Sunnah, saya harus lebih banyak belajar dan bertanya kepada
orang-orang yang Ilmunya lebih banyak tentang hal ini.
Tapi tentunya
ada garis merah dari tiga hadist diatas...
Mengapa seorang
perempuan disyariatkan untuk menutup aurat?
Mengapa seorang
perempuan diharuskan menjaga Hijab?
Mengapa seorang
perempuan tidak diwajibkan sholat berjamaah dimesjid sehari 5 kali seperti
halnya kaum laki-laki?
Mengapa seorang
perempuan tidak diperbolehkan berpergian seharisemalam tanpa muhrimnya?
Karena kami
dapat menjadi Fitnah.
Sudah Sholat,
sudah puasa, sudah membayar zakat, tidak pacaran, sudah pula menutup aurat
dengan baik. Ternyata itu saja belum cukup. Jilbab dan akhlak itu korelasinya
harus positif, tapi tidak bisa dijadikan kambing hitam. Belum siap berjilbab
karena belum jaga hati, akhlaknya belum baik, itu alasan sebagian kaum
perempuan yang belum berjilbab. Padahal antara akhlak dan jilbab dua-duanya
sama-sama diperintahkan, belum bisa menjaga hati tidak lantas menggugurkan
kewajiban berjilbab dan menutup aurat. Lantas, kalo masih suka bohong, masih
suka minum2, dan dugem, sholat jadi gak wajib gitu?
*alasanyangterlaludipaksakan
Saya kembali
membaca Timeline saya ditwitter, dan meretweet beberapa tweet, kira-kira
beginilah isinya...
@Benefiko : Maka
Muslimah yang merasa manis dan imut, baik lisan dan tingkah laku^^ yuk bantu
lelaki jaga diri, dengan tak tampilkan perilaku tersebut didepan non mahrom
@Benefiko : Yang
mana sikap tersebut bisa merangsang naluri dan nafsu lelaki, ingat sayang,
lelaki by default tertarik dengan yg
indah2, apapun yang ada pada wanita :’(
@Benefiko :
Seperti yang telah dijelaskan di twit sebelumnya, yaitu sikap seorang wanita
yang bermanis-manis, berlembut-lembut, berkiyut-kiyut didepan lawan jenis
@Benefiko :
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang
ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” QS 33:32
@Benefiko :
Maksud kata tunduk pada QS 33:32 adalah berbicara dengan sikap yang menimbulkan
seseorang menjadi berani untuk bertindak yang tidak baik terhadap diri kita
muslimah.
@Benefiko :
Menjaga sikap saat berinteraksi dengan lawan jenis, Tidak mengumbar fitrah diri
yang indah lewat perilaku yang
dimanis2kan, diimut2kan, dilembut2kan
@Benefiko :
Karenanya tak henti utk mengingatkan terutama bagi diri sendiri, bahwa wanita
baik2 tak hanya sekedar menghijab fisik,
tapi juga perilaku :’)
@Benefiko :
Seperti apa? Misalnya ngomong dikiyut-kiyutin, diimut-imutin. Klo di SosMed
Foto diimut-imutin, dsb ini adalah tindakan menggoda kata @felixsiauw
@Benefiko : “Wanita
yang baik bukanlah wanita yang pintar menarik perhatian laki-laki lewat
lisannya dan gerak geriknya yang menggoda” @felixsiauw
@Benefiko :
“Tidak Cuma di SosMed tp juga ketika bertemu didunia nyata , wanita yang
bersikap menggoda sangat klop dengan fitrah lelaki yg by default, sejatinya
penggoda
@Benefiko : Yuk
akhwat, sekaligus mengingatkan utk diri sendiri juga. Mari batasi sikap, tak
balas2an mention yang ga penting & bercanda berlebihan dengan ikhwan :’)
Kalo gak ngerasa
sih harusnya biasa aja, gausa sewot, klo ngerasa kesindir... Interospeksi diri
aja kali yah.... *tibatibasayasayangetweetkayagitu
Ingin rasanya
membahas isi tweet itu, tapi gak munafik juga, emang kebanyakan disadari gak
disadari, sebagai perempuan kadang tidak bisa menyembunyikan nalurinya :’( Gak maksud buat laki-laki jadi salah tingkah
atau membuat dia jadi memperhatikan kita, tapi sekali lagi kita juga harus
selalu diingatkan.
Terus kalo dari
sononya udah cantik, manis, imut dan lucu, Apakah salah Bunda mengandung???
Terus kalo suara saya emang merdu dan enak didenger salah saya buat mereka jadi
terpesona???? Terus kalo saya baik sama laki-laki dan mereka jadi suka sama
saya, jadi baik dan perhatian sama saya, salah saya juga????
Gak gitu juga
sih...., tapi semua hal yang buruk, yang mau tidak mau akan mengundang fitnah
memang perlu diminimalisir, dan itu semua butuh ilmu nona. Dan entah kenapa
tiba-tiba saya jadi kefikiran tulisan di Buku Perempuan Bidadari, saya sendiri
masih minim ilmu dan masih harus belajar banyak, bagaimana seharusnya menjadi
perempuan muslimah yang baik, tak pernah berfikir untuk menjadi seorang
Bidadari, karena bagi saya Bidadari itu adalah makhluk cantik yang hanya
menghuni Surga, pun tak pernah melihat secara langsung wujud dan fisiknya
seperti apa, jadi mari kita belajar sedikit demi sedikit apa yang bisa kita
lakukan untuk mengurangi fitnah.
Buku Perempuan
Bidadari itu menurut saya adalah buku yang bagus, yang harus dimiliki sama anak
perempuan. Penulisnya? Laki-laki bukan perempuan..., jadi semua yang ditulis
dibuku itu dilihat dari sudut pandang laki-laki. Idealnya buku ini harus punya
Counter Attack, sebagai tandingan aja, tapi mungkin suatu saat ada yang
kompeten dan bersedia untuk menulisnya, hahaha....
Dan bagi saya
rasanya perlu mengkritisi buku ini, tentunya lewat tulisan lagi, setidaknya
saya lebih paham dan lebih tau apa yang ada dalam benak kaum adam, dan itu yang
menjadi pelajaran dan Ilmu bagi kita, mana yang harus dan tak harus kita
lakukan sebagai perempuan.
1.
Manja
Ini khasnya perempuan banget. Kalau minta sesuatu,
terus kita tolak, mesti keluar jurus ‘perempuan’ bangetnya ini, manja. Mulai
tingkah sampai suara nggak berbekas deh bahwa mereka ini makhluk dengan daya
hidup paling tinggi. Untung kalo kita udah nikah. Bisa ikut manja dalam
menyikapinya. Jual mahal dulu juga nggak apa. Paling dia bakalan lebih manja
lagi dan sok ngambek gitu. Pengalaman sih, ada sensasi rasa tersendiri kalau
ngadepin perempuan yang lagi merajuk. Tantangan yang menarik tahu, membuat dia
kembali manja. Perempuan kalau udah
manja jadi gemesin.
(Perempuan Bidadari hal 87)
Gaperlu dijelasin lagi kayanya sama saya, saya yakin
yang baca udah cerdas, intinya mah jangan manja, apalagi sama laki-laki yang
belum jadi mahram -_____-
2.
Pemalu
Tidak mau sembarangan berkenalan dengan orang lain,
terutama laki-laki. Tidak sembarangan dengan mudahnya menemui seorang laki-laki
lain untuk hal yang dipenting-pentingkan, padahal nggak penting. Tidak
mengobral tertawa saat melihat atau mendengar lelucon jika berada diruang
publik.
(Perempuan Bidadari hal 94)
Mungkin malunya sudah hilang atau apa jika tiba-tiba jadi
begitu akrab sekali dengan laki-laki, intinya bukan nahan gengsi, tapi jaga
Izzah saja, kalau tidak perlu jangan dipaksakanlah terlalu dekat dengan
laki-laki, walau sebatas teman, hati 2 orang anak manusia yang tidak sedarah
rentan dengan perasaan, walau dibangun dalam hubungan pertemanan dan
persahabatan -_____-
3.
Tidak sembarangan mau diFoto
Foto itu kalau sering dilihat bisa mempengaruhi
perasaan juga bagi yang melihatnya. Perempuan yang baik itu baiknya menjaga
agar tidak sembarangan orang bisa memfoto dirinya. Apalagi jiga terlihat wajah.
Bukan bermaksud sombong atau
mengeksklusifkan diri, tapi menjaga dirinya.
(Perempuan Bidadari hal 110)
Kebanyakan perempuan suka difoto, tak terkecuali saya.
Tapi entah kenapa, Allah megaruniai rasa malu yang besar kepada saya. Jadi...
untuk disosial media macam Facebook,
Twitter, Tumblr, Google+ saya tidak pernah menggunakan foto asli. BBM??? Itu
juga jarang, yah foto itu kadang menipu, pake photoshop dikasih efek sedikti, ditambah sedikit make
up, sudahlah... bakalan mirip sama artis... perempuan akan jauh lebih cantik di
foto. Saya juga jarang mengupload foto-foto sendiri di sosial media... bukan
apa-apa biasanya dari foto turun ke hati..., apalagi buat laki-laki yang
hobbynya stalkingin perempuan, apalagi dengan sosial media yang jumlah dan
fiturnya sudah macem2, kaya Instagram... hati-hati saja...
Sayangnya tidak sedikit perempuan yang sudah menutup
auratnya, namun merasa biasa saja ketika berfoto tanpa mengenakan hijab,
mengganti foto profil BBM, Facebook, dan Twiteer berkali-kali. Dunia maya dan
dunia nyata... bukankah sama-sama mampu dilihat oleh siapa saja, seolah itu
bukan sesuatu yang prevecy... dan foto-foto tanpa hijabpun memnuhi semua sosial
media yang mereka miliki. Maka, tolong bantu ingatkan saudara kita, apalagi
jika kalian seorang laki-laki, bukan hanya diam, dan menikmati foto-foto itu
dengan memandanginya berulang-ulang.
4.
Tegas diLuar, lembut didalam
Memang semestinya dia adalah seorang perempuan
memiliki kemantapan hati seperti ini. Sebelum menikah demikian menjaganya.
Tegas terhadap teman lawan jenis yang seringkali memancing dan tanpa sadar
kadang berusaha mendekat secara pribadi. Kelembutan yang ada baru diberikannya
kepada seseorang yang emang telah diserahi tanggung jawab dirinya, suaminya.
Disaat inilah mencurahkan kasih sayang kelembutannya secara penuh.
(Perempuan Bidadari hal 76)
Tegas bukan Keras, tapi sebagian laki-laki justru
salah mengartikannya. Tegas = Judes/Jutek/Galak/Sombong. Semua butuh proses,
sambil belajar, berusaha proporsional dalam bertindak dan berinteraksi dengan lawan jenis. Menjaga itu
lebih baik, dan untuk beberapa hal ini akan menjadi sangat-sangat diperlukan,
apalagi untuk para gadis remaja yang penuh dengan godaan.
5.
Menjaga pergaulan dengan lawan jenis, Meski dia
seorang Ikhwan sekalipun
Tidak berfikir terlalu naif bahwa semua orang itu
baik. Dan meskipun seorang yang terlihat kuat agamanya pun dia menjaga hubungan
yang terlalu dekat. Ini berlaku bagi lelaki khususnya. Semenjaga apapun
interaksi antar dua jenis tetap memiliki resiko. Teman akrab seorang
perempuan tentunya dibutuhkan, dan ini tidak menjadi soal.
(Perempuan Bidadari hal 128)
Inilah yang diperintahkan oleh agama kita, ini mungkin
yang akan lebih sulit dijalani... tapi tidak ada hubungan yang diridhai antara
dua orang anak manusia, selain hubungan yang dibangun diatas ikatan suci
Pernikahan. Namun jika itu masih jauh dari bayangan, cobalah belajar dan
memahami Islam lebih baik, jangan membiarkan setan masuk dalam pintu manapun,
termasuk hati. Pandai-pandailah menjaga hati, ini tidak mudah, butuh usaha,
butuh pengorbanan, butuh doa dan tidak
akan ada yang mampu menolong dan menguatkan selain Allah. Orang yang berusaha
menjaga kemuliaan dirinya, apakah Allah akan diam saja? Berbahagialah anda yang
diberikan kemudahan untuk dapat segera menikah, menghalalkan pergaulan dengan
lawan jenis. Dan Mulialah anda yang Sedang sendiri, yang beriman dan percaya
kepada Allah... Yakinlah... tak ada penantian panjang yang sia-sia... Semakin
kau pandai menjaga diri, fitnah itu akan takluk untuk mendekat kepadamu.
Allahlah yang akan menjagamu.
Wallahualam
Bandung 4 April 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar