Rabu, 03 April 2013

Jadi harus Gimana?




“Sesungguhnya dunia itu manis lagi Hijau dan Allah Azza wa Jalla menjadikan kalian sebagai Khalifah disana agar Dia melihat bagaimana kalian berbuat , maka takutlah pada dunia dan takutlah pada perempuan, karena fitnah pertama Bani Israil adalah soal Perempuan” (HR Muslim)

“Tidak ada sesudahku fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki selain fitnah yang ditimbulkan wanita”  (HR. Bukhari dari Usamah bin Zaid)

“Perempuan selalu dalam rupa setan, baik saat menghadap ataupun saat membelakangi. Apabila salah satu diantara kalian memandangi perempuan (dengan penuh nafsu), maka lampiaskanlah nafsu itu kepada Istrinya. Sebab hal itu dapat, mengusir gejolak yang ada dihatinya” (HR. Muslim)


Membaca tiga hadist diatas, saya benar-benar speechless, rasanya dalam sekali.  Dan bingung harus menulis apa, pemahaman saya yang terbatas, membuat akal saya berfikir keras, dan harus mencari ilmu yang lebih banyak untuk dapat memahami perintah-perintah Allah yang tersirat dalam Al-Quran dan As Sunnah, saya harus lebih banyak belajar dan bertanya kepada orang-orang yang Ilmunya lebih banyak tentang hal ini.

Tapi tentunya ada garis merah dari tiga hadist diatas...

Mengapa seorang perempuan disyariatkan untuk menutup aurat?
Mengapa seorang perempuan diharuskan menjaga Hijab?
Mengapa seorang perempuan tidak diwajibkan sholat berjamaah dimesjid sehari 5 kali seperti halnya kaum laki-laki?
Mengapa seorang perempuan tidak diperbolehkan berpergian seharisemalam tanpa muhrimnya?

Karena kami dapat menjadi Fitnah.

Sudah Sholat, sudah puasa, sudah membayar zakat, tidak pacaran, sudah pula menutup aurat dengan baik. Ternyata itu saja belum cukup. Jilbab dan akhlak itu korelasinya harus positif, tapi tidak bisa dijadikan kambing hitam. Belum siap berjilbab karena belum jaga hati, akhlaknya belum baik, itu alasan sebagian kaum perempuan yang belum berjilbab. Padahal antara akhlak dan jilbab dua-duanya sama-sama diperintahkan, belum bisa menjaga hati tidak lantas menggugurkan kewajiban berjilbab dan menutup aurat. Lantas, kalo masih suka bohong, masih suka minum2, dan dugem, sholat jadi gak wajib gitu? *alasanyangterlaludipaksakan

Saya kembali membaca Timeline saya ditwitter, dan meretweet beberapa tweet, kira-kira beginilah isinya...

@Benefiko : Maka Muslimah yang merasa manis dan imut, baik lisan dan tingkah laku^^ yuk bantu lelaki jaga diri, dengan tak tampilkan perilaku tersebut didepan non mahrom

@Benefiko : Yang mana sikap tersebut bisa merangsang naluri dan nafsu lelaki, ingat sayang, lelaki by default tertarik dengan yg  indah2, apapun yang ada pada wanita :’(

@Benefiko : Seperti yang telah dijelaskan di twit sebelumnya, yaitu sikap seorang wanita yang bermanis-manis, berlembut-lembut, berkiyut-kiyut didepan lawan jenis

@Benefiko : “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik” QS 33:32

@Benefiko : Maksud kata tunduk pada QS 33:32 adalah berbicara dengan sikap yang menimbulkan seseorang menjadi berani untuk bertindak yang tidak baik terhadap diri kita muslimah.

@Benefiko : Menjaga sikap saat berinteraksi dengan lawan jenis, Tidak mengumbar fitrah diri yang indah lewat perilaku  yang dimanis2kan, diimut2kan, dilembut2kan

@Benefiko : Karenanya tak henti utk mengingatkan terutama bagi diri sendiri, bahwa wanita baik2 tak  hanya sekedar menghijab fisik, tapi juga perilaku :’)

@Benefiko : Seperti apa? Misalnya ngomong dikiyut-kiyutin, diimut-imutin. Klo di SosMed Foto diimut-imutin, dsb ini adalah tindakan menggoda kata @felixsiauw

@Benefiko : “Wanita yang baik bukanlah wanita yang pintar menarik perhatian laki-laki lewat lisannya dan gerak geriknya yang menggoda” @felixsiauw

@Benefiko : “Tidak Cuma di SosMed tp juga ketika bertemu didunia nyata , wanita yang bersikap menggoda sangat klop dengan fitrah lelaki yg by default, sejatinya penggoda

@Benefiko : Yuk akhwat, sekaligus mengingatkan utk diri sendiri juga. Mari batasi sikap, tak balas2an mention yang ga penting & bercanda berlebihan dengan ikhwan :’)

Kalo gak ngerasa sih harusnya biasa aja, gausa sewot, klo ngerasa kesindir... Interospeksi diri aja kali yah.... *tibatibasayasayangetweetkayagitu

Ingin rasanya membahas isi tweet itu, tapi gak munafik juga, emang kebanyakan disadari gak disadari, sebagai perempuan kadang tidak bisa menyembunyikan nalurinya :’(  Gak maksud buat laki-laki jadi salah tingkah atau membuat dia jadi memperhatikan kita, tapi sekali lagi kita juga harus selalu diingatkan.

Terus kalo dari sononya udah cantik, manis, imut dan lucu, Apakah salah Bunda mengandung??? Terus kalo suara saya emang merdu dan enak didenger salah saya buat mereka jadi terpesona???? Terus kalo saya baik sama laki-laki dan mereka jadi suka sama saya, jadi baik dan perhatian sama saya, salah saya juga????

Gak gitu juga sih...., tapi semua hal yang buruk, yang mau tidak mau akan mengundang fitnah memang perlu diminimalisir, dan itu semua butuh ilmu nona. Dan entah kenapa tiba-tiba saya jadi kefikiran tulisan di Buku Perempuan Bidadari, saya sendiri masih minim ilmu dan masih harus belajar banyak, bagaimana seharusnya menjadi perempuan muslimah yang baik, tak pernah berfikir untuk menjadi seorang Bidadari, karena bagi saya Bidadari itu adalah makhluk cantik yang hanya menghuni Surga, pun tak pernah melihat secara langsung wujud dan fisiknya seperti apa, jadi mari kita belajar sedikit demi sedikit apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi fitnah.

Buku Perempuan Bidadari itu menurut saya adalah buku yang bagus, yang harus dimiliki sama anak perempuan. Penulisnya? Laki-laki bukan perempuan..., jadi semua yang ditulis dibuku itu dilihat dari sudut pandang laki-laki. Idealnya buku ini harus punya Counter Attack, sebagai tandingan aja, tapi mungkin suatu saat ada yang kompeten dan bersedia untuk menulisnya, hahaha....

Dan bagi saya rasanya perlu mengkritisi buku ini, tentunya lewat tulisan lagi, setidaknya saya lebih paham dan lebih tau apa yang ada dalam benak kaum adam, dan itu yang menjadi pelajaran dan Ilmu bagi kita, mana yang harus dan tak harus kita lakukan sebagai perempuan.

1.       Manja
Ini khasnya perempuan banget. Kalau minta sesuatu, terus kita tolak, mesti keluar jurus ‘perempuan’ bangetnya ini, manja. Mulai tingkah sampai suara nggak berbekas deh bahwa mereka ini makhluk dengan daya hidup paling tinggi. Untung kalo kita udah nikah. Bisa ikut manja dalam menyikapinya. Jual mahal dulu juga nggak apa. Paling dia bakalan lebih manja lagi dan sok ngambek gitu. Pengalaman sih, ada sensasi rasa tersendiri kalau ngadepin perempuan yang lagi merajuk. Tantangan yang menarik tahu, membuat dia kembali manja.  Perempuan kalau udah manja jadi gemesin.
(Perempuan Bidadari hal 87)

Gaperlu dijelasin lagi kayanya sama saya, saya yakin yang baca udah cerdas, intinya mah jangan manja, apalagi sama laki-laki yang belum jadi mahram -_____-

2.       Pemalu
Tidak mau sembarangan berkenalan dengan orang lain, terutama laki-laki. Tidak sembarangan dengan mudahnya menemui seorang laki-laki lain untuk hal yang dipenting-pentingkan, padahal nggak penting. Tidak mengobral tertawa saat melihat atau mendengar lelucon jika berada diruang publik.
(Perempuan Bidadari hal 94)

Mungkin malunya sudah hilang atau apa jika tiba-tiba jadi begitu akrab sekali dengan laki-laki, intinya bukan nahan gengsi, tapi jaga Izzah saja, kalau tidak perlu jangan dipaksakanlah terlalu dekat dengan laki-laki, walau sebatas teman, hati 2 orang anak manusia yang tidak sedarah rentan dengan perasaan, walau dibangun dalam hubungan pertemanan dan persahabatan -_____-

3.       Tidak sembarangan mau diFoto
Foto itu kalau sering dilihat bisa mempengaruhi perasaan juga bagi yang melihatnya. Perempuan yang baik itu baiknya menjaga agar tidak sembarangan orang bisa memfoto dirinya. Apalagi jiga terlihat wajah. Bukan bermaksud  sombong atau mengeksklusifkan diri, tapi menjaga dirinya.
(Perempuan Bidadari hal 110)

Kebanyakan perempuan suka difoto, tak terkecuali saya. Tapi entah kenapa, Allah megaruniai rasa malu yang besar kepada saya. Jadi... untuk disosial media macam  Facebook, Twitter, Tumblr, Google+ saya tidak pernah menggunakan foto asli. BBM??? Itu juga jarang, yah foto itu kadang menipu, pake photoshop  dikasih efek sedikti, ditambah sedikit make up, sudahlah... bakalan mirip sama artis... perempuan akan jauh lebih cantik di foto. Saya juga jarang mengupload foto-foto sendiri di sosial media... bukan apa-apa biasanya dari foto turun ke hati..., apalagi buat laki-laki yang hobbynya stalkingin perempuan, apalagi dengan sosial media yang jumlah dan fiturnya sudah macem2, kaya Instagram... hati-hati saja...

Sayangnya tidak sedikit perempuan yang sudah menutup auratnya, namun merasa biasa saja ketika berfoto tanpa mengenakan hijab, mengganti foto profil BBM, Facebook, dan Twiteer berkali-kali. Dunia maya dan dunia nyata... bukankah sama-sama mampu dilihat oleh siapa saja, seolah itu bukan sesuatu yang prevecy... dan foto-foto tanpa hijabpun memnuhi semua sosial media yang mereka miliki. Maka, tolong bantu ingatkan saudara kita, apalagi jika kalian seorang laki-laki, bukan hanya diam, dan menikmati foto-foto itu dengan memandanginya berulang-ulang.

4.       Tegas diLuar, lembut didalam
Memang semestinya dia adalah seorang perempuan memiliki kemantapan hati seperti ini. Sebelum menikah demikian menjaganya. Tegas terhadap teman lawan jenis yang seringkali memancing dan tanpa sadar kadang berusaha mendekat secara pribadi. Kelembutan yang ada baru diberikannya kepada seseorang yang emang telah diserahi tanggung jawab dirinya, suaminya. Disaat inilah mencurahkan kasih sayang kelembutannya secara penuh.
(Perempuan Bidadari hal 76)

Tegas bukan Keras, tapi sebagian laki-laki justru salah mengartikannya. Tegas = Judes/Jutek/Galak/Sombong. Semua butuh proses, sambil belajar, berusaha proporsional dalam bertindak dan  berinteraksi dengan lawan jenis. Menjaga itu lebih baik, dan untuk beberapa hal ini akan menjadi sangat-sangat diperlukan, apalagi untuk para gadis remaja yang penuh dengan godaan.

5.       Menjaga pergaulan dengan lawan jenis, Meski dia seorang Ikhwan sekalipun
Tidak berfikir terlalu naif bahwa semua orang itu baik. Dan meskipun seorang yang terlihat kuat agamanya pun dia menjaga hubungan yang terlalu dekat. Ini berlaku bagi lelaki khususnya. Semenjaga apapun interaksi antar dua jenis tetap memiliki resiko. Teman akrab seorang perempuan tentunya dibutuhkan, dan ini tidak menjadi soal.
(Perempuan Bidadari hal 128)

Inilah yang diperintahkan oleh agama kita, ini mungkin yang akan lebih sulit dijalani... tapi tidak ada hubungan yang diridhai antara dua orang anak manusia, selain hubungan yang dibangun diatas ikatan suci Pernikahan. Namun jika itu masih jauh dari bayangan, cobalah belajar dan memahami Islam lebih baik, jangan membiarkan setan masuk dalam pintu manapun, termasuk hati. Pandai-pandailah menjaga hati, ini tidak mudah, butuh usaha, butuh pengorbanan,  butuh doa dan tidak akan ada yang mampu menolong dan menguatkan selain Allah. Orang yang berusaha menjaga kemuliaan dirinya, apakah Allah akan diam saja? Berbahagialah anda yang diberikan kemudahan untuk dapat segera menikah, menghalalkan pergaulan dengan lawan jenis. Dan Mulialah anda yang Sedang sendiri, yang beriman dan percaya kepada Allah... Yakinlah... tak ada penantian panjang yang sia-sia... Semakin kau pandai menjaga diri, fitnah itu akan takluk untuk mendekat kepadamu. Allahlah yang akan menjagamu.

Wallahualam
Bandung 4 April 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar