Rabu, 10 April 2013

Istri Sholehah



“Diperlukan derajat keikhlasan yang tinggi dalam hidup berumah tangga itu, ada banyak hal yang harus dikorbankan dan direlakan untuk kebahagiaan bersama... kadang  Istri yang  lebih banyak bekorban, dan umumnya memang seperti itu , kadang suami yang banyak berkorban, rasanya agak  jarang... tidak salah ungkapan bahwa dibalik pria hebat, ada wanita lebih hebat dibelakangnya. Cuma rasanya sulit sekali menjadi wanita hebat itu, jika tak ada keikhlasan.”
Received 31 Maret  2013 @ 7 : 31


Itulah sepenggal sms yang dikirimkan oleh salah seorang sahabat saya, dia adalah satu dari banyak perempuan hebat yang saya kenal dikampus 9 tahun yang lalu..., saya tak mungkin tidak terkesan dengan sahabat saya ini. Bagi saya beliau adalah seorang perempuan sholehah. Maka... izinkanlah saya mengenalkannya pada anda bagaimana perangainya membuat laki-laki menjadi segan dan begitu menghormatinya.

Ia adalah seorang perempuan yang cantik, menutup auratnya dengan baik, akhlaknya pun baik, siapa pun yang memandangnya pasti akan merasa senang, senyumnya penuh ketulusan, nada bicaranya pelan, tidak pernah berteriak-teriak, dan lebih sering menunduk jika dipandang. Ia selalu membantu siapa saja teman yang kesulitan, kebaikan dan ketulusan hatinya bisa dirasakan oleh siapa saja yang mengenalnya.

Dikelas ia bukan seorang perempuan yang vokal, tapi sangat rajin mencatat dan memperhatikan penjelasan dosen, maka tidak heran jika setiap mata kuliah yang diambil, didominasi dengan nilai A dan B diakhir semester. Ia termasuk wanita yang cerdas, ia selesaikan kuliah pas 4 tahun.

Bagaimana hubungannya dengan Sang Rabbi? Saya sempat beberapa hari menginap dikostannya ketika sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan skripsi. Ada banyak hal yang saya pelajari darinya. Sahabat saya ini mempelajari Quran sejak kecil, ayahnya salah seorang Ulama di Desanya. Hafalannya waktu SD pernah sampai 6 JUZ, dan ketika kuliah ia masih menghafalnya beberapa JUZ.

Saat saya akan tidur malam hari saya melihat dia tengah sholat..., ketika seperempat malam mata saya terbuka, saya pun melihatnya sedang sholat malam, dan ketika shubuh saya bangun... lagi-lagi saya melihatnya sedang Sholat. Shaum? Yah... sahabat saya ini begitu rajin shaum senin dan kamis. Dan setiap pagi sebelum pergi kekampus, ia selalu menunaikan sholat dhuha terlebih dahulu. Maka jangan heran jika melihat wajahnya anda pasti akan melihat kecantikan yang berlipat ganda, bagi saya sahabat saya ini bukan hanya cantik fisiknya saja, hatinya, dan akhlaknya begitu cantik

Dan taukah sahabat apa yang Allah hadiahkan bagi perempuan sholehah ini?
Sahabat saya selesai menyelesaikan kuliah 4 tahun, tak berapa lama dilamar oleh seorang pemuda. Pemuda sederhana yang tidak terlihat sederhana..., mengapa? Alhamdullilah, sahabat saya dilamar oleh seorang pemuda yang Tahfidz Al-Quran.

Saya kenal sekali sahabat ini sangat menjaga hijabnya, tapi yang membuat saya kagum adalah ketika ia memutuskan untuk mengabdi kepada suaminya, selepas kuliah ia sama sekali tidak bekerja. Ya... ia tidak gunakan ijazah S1nya untuk bekerja, atau sekedar mengajar disekolah pun... tidak, padahal saya tau betul, sahabat saya yang pintar ini IPKnya tinggi dan Cumloude. Banyak teman yang menyayangkan keputusanya itu, karena relatif 4 tahun ilmu yang ia peroleh dibangku kuliah tak sempat ia amalkan langsung disekolah. Dan setelah dikaruniai anak, ia menjaga dan mengasuh anak dan suaminya dirumah sendirian, saya tau dia adalah perempuan yang taat pada suaminya.

“Tidak seyogianya seseorang bersujud kepada seseorang. Seandainya seseorang layak untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan Istri untuk bersujud kepada suaminya karena haknya yang agung disisi Allah” (HR Ibnu Hibban)

Namun begitulah... pernikahan.... sebuah ikatan yang dibangun diatas akidah yang lurus, tak akan pernah lepas dari yang namanya ujian..., beliau... tak pernah mengeluhkan kehidupan rumah tangganya, meskipun saya tau ia pasti mengalami saat-saat sulit dalam rumah tangganya, bagi saya yang belum menikah dan berumah tangga ia selalu memberikan nasehat dan mendoakan agar siap menghadapi pernikahan.
Hanya sms diatas yang ia kirimkan kepada saya, dan saya tau benar, tak mudah menjalani kehidupan rumah tangga, apalagi jika tidak dibangun diatas KeImanan, tanpa ilmu dan pemahanan agama yang baik, bukan tak mungkin pernikahan itu akan berakhir ditengah jalan.

Saya jadi teringat hadist ini
“ Apabila perempuan mendirikan sholat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, memelihara kesuciannya dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, “Masuklah ke Surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki” (HR Ibnu majah)

Sebegitu mulianya kedudukan suami bagi seorang perempuan, maka... Siapapun yang kelak menjadi suami kita, hendaknya adalah Seorang Laki-laki yang Taat pada Allah dan RasulNya, yang menjadi Imam bagi kita.

Dan sebagai seorang perempuan yang baik, yang akan menjadi seorang Istri Sholehah, yang akan menjadi Ibu yang Sholehah, dan yang akan melahirkan anak-anak yang sholeh dan sholehah, belajarlah tanpa henti...  Semoga beberapa hadist dibawah ini dapat menguatkan hati kita... manusia yang diciptakan dari tulang rusuk...

     “Perempuan dinikahi karena empat hal : Hartanya, kedudukannya, kecantukannya, dan agamanya. Maka, pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu beruntung”  (HR Bukhari dan Muslim)

          “Dunia adalah perhiasan. Perhiasannya yang terbaik adalah Istri yang Sholehah”    (HR Muslim)

     Diriwatkan oleh Anas, Rasullulah bersabda “Siapa saja dikaruniai seorang Istri Sholehah oleh Allah, maka Dia telah menolongnya dalam separuh agama. Hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang lain” (HR Al-Hakim)

    Diriwayatkan dari Tsauban, Rasullah bersabda “Harta terbaik adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur dan seorang Istri beriman yang menolong dalam keimanannya” (HR Imam Ahmad dan At-Tirmidzi)

    Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasullulah ditanya, "Istri yang bagaimanakah yang terbaik?” Beliau menjawab “Yang membuat suami senang apabila melihatnya, menaati suami apabila menyuruhnya, dan tidak menentang dengan cara melakukan tindakan yang tidak disukai suaminya menyangkut diri dan hartanya”  (HR An-Nasa’i)

    “Istri-istri kalian yang termasuk penghuni surga adalah yang subur lagi penuh kasih sayang dan senantiasa meminta keridhaan suaminya, yang apabila sang suami marah maka dia datang menghampiri, lantas menaruh tangannya ditangan suaminya dan berkata ‘Demi Allah aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau Ridha kepadaku’”  (HR An-Nasa’i)

    “Allah tidak mau melihat seorang perempuan yang tidak berterima kasih kepada suaminya, padahal dia sendiri tidak bisa hidup mandiri tanpanya” (HR An –Nasa’i)

   “Seandainya Istri mengetahui hak suami, niscaya dia tidak duduk setiap kali makan siang dan makan malamnya terhidang sebelum sang suami selesai menyantapnya” (HR. Ath-Thabrani)

    Diriwayatkan dari Thalq bin Ali, Rasullah bersabda :“Apabila suami mengajak Istrinya untuk memenuhi kebutuhannya, hendaklah istri datang meskipun sedang sibuk dengan tungku api” (HR At-Tirmidzi)

    Diriwayatkan oleh Muadz, Rasullulah bersabda : “ Setiap kali seorang Istri menyakiti suaminya didunia, pastilah Istrinya dari kalangan bidadari berkata, ‘Jangan sakiti dia, semoga Allah memerangimu, karena dia tidak lain adalah tamu disisimu, hampir saja dia meninggalkanmu untuk menuju kepada kami’” (HR At- Tirmidzi)

    “Setiap wanita yang wafat dengan meninggalkan keridaan suaminya, niscaya ia masuk surga” (HR. Tirmidzi )

Mari siapkan diri jadi Istri Sholehah :'(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar