“Diperlukan derajat keikhlasan yang tinggi
dalam hidup berumah tangga itu, ada banyak hal yang harus dikorbankan dan
direlakan untuk kebahagiaan bersama... kadang
Istri yang lebih banyak bekorban,
dan umumnya memang seperti itu , kadang suami yang banyak berkorban, rasanya
agak jarang... tidak salah ungkapan
bahwa dibalik pria hebat, ada wanita lebih hebat dibelakangnya. Cuma rasanya
sulit sekali menjadi wanita hebat itu, jika tak ada keikhlasan.”
Received 31 Maret 2013 @ 7 : 31
Itulah sepenggal
sms yang dikirimkan oleh salah seorang sahabat saya, dia adalah satu dari
banyak perempuan hebat yang saya kenal dikampus 9 tahun yang lalu..., saya tak mungkin
tidak terkesan dengan sahabat saya ini. Bagi saya beliau adalah seorang
perempuan sholehah. Maka... izinkanlah saya mengenalkannya pada anda bagaimana
perangainya membuat laki-laki menjadi segan dan begitu menghormatinya.
Ia adalah
seorang perempuan yang cantik, menutup auratnya dengan baik, akhlaknya pun
baik, siapa pun yang memandangnya pasti akan merasa senang, senyumnya penuh
ketulusan, nada bicaranya pelan, tidak pernah berteriak-teriak, dan lebih
sering menunduk jika dipandang. Ia selalu membantu siapa saja teman yang
kesulitan, kebaikan dan ketulusan hatinya bisa dirasakan oleh siapa saja yang
mengenalnya.
Dikelas ia bukan
seorang perempuan yang vokal, tapi sangat rajin mencatat dan memperhatikan
penjelasan dosen, maka tidak heran jika setiap mata kuliah yang diambil,
didominasi dengan nilai A dan B diakhir semester. Ia termasuk wanita yang
cerdas, ia selesaikan kuliah pas 4 tahun.
Bagaimana
hubungannya dengan Sang Rabbi? Saya sempat beberapa hari menginap dikostannya
ketika sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan skripsi. Ada banyak hal yang saya
pelajari darinya. Sahabat saya ini mempelajari Quran sejak kecil, ayahnya salah
seorang Ulama di Desanya. Hafalannya waktu SD pernah sampai 6 JUZ, dan ketika
kuliah ia masih menghafalnya beberapa JUZ.
Saat saya akan
tidur malam hari saya melihat dia tengah sholat..., ketika seperempat malam
mata saya terbuka, saya pun melihatnya sedang sholat malam, dan ketika shubuh
saya bangun... lagi-lagi saya melihatnya sedang Sholat. Shaum? Yah... sahabat
saya ini begitu rajin shaum senin dan kamis. Dan setiap pagi sebelum pergi
kekampus, ia selalu menunaikan sholat dhuha terlebih dahulu. Maka jangan heran
jika melihat wajahnya anda pasti akan melihat kecantikan yang berlipat ganda,
bagi saya sahabat saya ini bukan hanya cantik fisiknya saja, hatinya, dan
akhlaknya begitu cantik
Dan taukah
sahabat apa yang Allah hadiahkan bagi perempuan sholehah ini?
Sahabat saya
selesai menyelesaikan kuliah 4 tahun, tak berapa lama dilamar oleh seorang
pemuda. Pemuda sederhana yang tidak terlihat sederhana..., mengapa?
Alhamdullilah, sahabat saya dilamar oleh seorang pemuda yang Tahfidz Al-Quran.
Saya kenal
sekali sahabat ini sangat menjaga hijabnya, tapi yang membuat saya kagum adalah
ketika ia memutuskan untuk mengabdi kepada suaminya, selepas kuliah ia sama
sekali tidak bekerja. Ya... ia tidak gunakan ijazah S1nya untuk bekerja, atau
sekedar mengajar disekolah pun... tidak, padahal saya tau betul, sahabat saya
yang pintar ini IPKnya tinggi dan Cumloude. Banyak teman yang menyayangkan
keputusanya itu, karena relatif 4 tahun ilmu yang ia peroleh dibangku kuliah
tak sempat ia amalkan langsung disekolah. Dan setelah dikaruniai anak, ia
menjaga dan mengasuh anak dan suaminya dirumah sendirian, saya tau dia adalah
perempuan yang taat pada suaminya.
“Tidak
seyogianya seseorang bersujud kepada seseorang. Seandainya seseorang layak
untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan Istri untuk bersujud
kepada suaminya karena haknya yang agung disisi Allah” (HR Ibnu Hibban)
Namun begitulah...
pernikahan.... sebuah ikatan yang dibangun diatas akidah yang lurus, tak akan
pernah lepas dari yang namanya ujian..., beliau... tak pernah mengeluhkan
kehidupan rumah tangganya, meskipun saya tau ia pasti mengalami saat-saat sulit
dalam rumah tangganya, bagi saya yang belum menikah dan berumah tangga ia
selalu memberikan nasehat dan mendoakan agar siap menghadapi pernikahan.
Hanya sms diatas
yang ia kirimkan kepada saya, dan saya tau benar, tak mudah menjalani kehidupan
rumah tangga, apalagi jika tidak dibangun diatas KeImanan, tanpa ilmu dan
pemahanan agama yang baik, bukan tak mungkin pernikahan itu akan berakhir
ditengah jalan.
Saya jadi
teringat hadist ini
“ Apabila
perempuan mendirikan sholat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, memelihara
kesuciannya dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, “Masuklah ke Surga
dari pintu mana saja yang kamu kehendaki” (HR Ibnu majah)
Sebegitu
mulianya kedudukan suami bagi seorang perempuan, maka... Siapapun yang kelak
menjadi suami kita, hendaknya adalah Seorang Laki-laki yang Taat pada Allah dan
RasulNya, yang menjadi Imam bagi kita.
Dan sebagai
seorang perempuan yang baik, yang akan menjadi seorang Istri Sholehah, yang
akan menjadi Ibu yang Sholehah, dan yang akan melahirkan anak-anak yang sholeh
dan sholehah, belajarlah tanpa henti...
Semoga beberapa hadist dibawah ini dapat menguatkan hati kita... manusia
yang diciptakan dari tulang rusuk...
“Perempuan dinikahi karena empat hal : Hartanya,
kedudukannya, kecantukannya, dan agamanya. Maka, pilihlah perempuan yang
beragama niscaya kamu beruntung” (HR
Bukhari dan Muslim)
“Dunia adalah perhiasan. Perhiasannya yang
terbaik adalah Istri yang Sholehah”
(HR Muslim)
Diriwatkan oleh Anas, Rasullulah bersabda “Siapa
saja dikaruniai seorang Istri Sholehah oleh Allah, maka Dia telah menolongnya
dalam separuh agama. Hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang
lain” (HR Al-Hakim)
Diriwayatkan dari Tsauban, Rasullah bersabda “Harta
terbaik adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur dan seorang Istri
beriman yang menolong dalam keimanannya” (HR Imam Ahmad dan At-Tirmidzi)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasullulah
ditanya, "Istri yang bagaimanakah yang terbaik?” Beliau menjawab “Yang
membuat suami senang apabila melihatnya, menaati suami apabila menyuruhnya, dan
tidak menentang dengan cara melakukan tindakan yang tidak disukai suaminya
menyangkut diri dan hartanya” (HR
An-Nasa’i)
“Istri-istri kalian yang termasuk penghuni surga
adalah yang subur lagi penuh kasih sayang dan senantiasa meminta keridhaan
suaminya, yang apabila sang suami marah maka dia datang menghampiri, lantas
menaruh tangannya ditangan suaminya dan berkata ‘Demi Allah aku tidak dapat
tidur nyenyak hingga engkau Ridha kepadaku’”
(HR An-Nasa’i)
“Allah tidak mau melihat seorang perempuan yang
tidak berterima kasih kepada suaminya, padahal dia sendiri tidak bisa hidup
mandiri tanpanya” (HR An –Nasa’i)
“Seandainya Istri mengetahui hak suami, niscaya
dia tidak duduk setiap kali makan siang dan makan malamnya terhidang sebelum
sang suami selesai menyantapnya” (HR. Ath-Thabrani)
Diriwayatkan dari Thalq bin Ali, Rasullah
bersabda :“Apabila suami mengajak Istrinya untuk memenuhi kebutuhannya,
hendaklah istri datang meskipun sedang sibuk dengan tungku api” (HR
At-Tirmidzi)
Diriwayatkan oleh Muadz, Rasullulah bersabda : “
Setiap kali seorang Istri menyakiti suaminya didunia, pastilah Istrinya dari
kalangan bidadari berkata, ‘Jangan sakiti dia, semoga Allah memerangimu, karena
dia tidak lain adalah tamu disisimu, hampir saja dia meninggalkanmu untuk
menuju kepada kami’” (HR At- Tirmidzi)
“Setiap wanita yang wafat dengan meninggalkan
keridaan suaminya, niscaya ia masuk surga” (HR. Tirmidzi )
Mari siapkan diri jadi Istri Sholehah :'(

Tidak ada komentar:
Posting Komentar