Sore itu langit begitu cerah, dengan langkah gontai aku berjalan dengan seorang wanita menyusuri trotoar disekitar Universitas Padjajaran jalan Dipati Ukur Bandung.
Kami berdua baru selesai mengikuti wawancara disalah satu perusahaan ternama yang ada di Bandung, karena sore yang begitu cerah kami putuskan untuk berkeliling kampus itu sebelum memutuskan untuk menunggu angkot, wanita yang berjalan bersamaku bernama Tuti, ia baru saja keluar dari salah satu outlet yang ada di salah satu Mall di Bandung, pekerjaannya dulu sebagai SPG ia tinggalkan, karena ia berharap akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di perusahaan yang baru. Tiba-tiba saja terjadi dialog diantara kami berdua :
Kami berdua baru selesai mengikuti wawancara disalah satu perusahaan ternama yang ada di Bandung, karena sore yang begitu cerah kami putuskan untuk berkeliling kampus itu sebelum memutuskan untuk menunggu angkot, wanita yang berjalan bersamaku bernama Tuti, ia baru saja keluar dari salah satu outlet yang ada di salah satu Mall di Bandung, pekerjaannya dulu sebagai SPG ia tinggalkan, karena ia berharap akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di perusahaan yang baru. Tiba-tiba saja terjadi dialog diantara kami berdua :
Tuti : “Gimana teh? Jadi diambil kerjaannya?”
Saya :” ...............mmmmmmh, masih bingung kayanya”
Tuti : “Saya kayaknya gak akan diambil teh....”
Saya : “Kenapa ti? Sayang loh udah tahap akhir, kita tadi kan sama-sama di wawancara sama pihak HRD kan?”
Tuti : “ Iya sih teh..., tapi kalo harus training 2 minggu di lapangan, dan 1 minggu di kantor kayaknya terlalu lama, belum tentu juga keterima...”
Saya : “Iya... sih... (sambil memandang mading, baligo, dan bangunan yang ada di kampus)
Tau gak ti??? Dulu saya pengen banget kuliah disini..., tapi mungkin belum rizkynya, tapi alhamdullilah keterima di pilihan kedua, sekarang jadi sarjana pendidikan”
Tuti : “Iya teh???... teteh beruntung... masih bisa kuliah dan dapet gelar S1...”
Saya : “ Emang kenapa ti?”
Tuti : “Tuti pengen kuliah teh, tapi gada biaya... sejak ayah tuti meninggal. Tuti yang jadi tulang punggung keluarga. Sehabis SMA tuti bekerja buat ngebiayayain mamah dan adik-adik sekolah. Habis gajianpun, tuti ga bisa beli baju buat diri sendiri, semua uang tuti buat keperluan keluarga....”
Saya :” Maaf ya ti...”
Tuti : “ Ga apa-apa teh... mudah-mudahan saya dapet kerja lagi...”
Saya : “Amin”
Itulah sepenggal percakapan saya dengan tuti tahun 2009, seseorang yang baru saya kenal pada saat wawancara di salah satu perusahaan, saya yang pada saat itu fresh graduate menjadi malu dengan Tuti. Padahal pada saat itu saya tidak sedang benar-benar menganggur. Pada saat itu sebenarnya saya sudah bekerja disalah satu lembaga pendidikan, sebagai staf pengajar, walaupun masih part time.
Terkadang keinginan tak sejalan dengan kenyataan..., sesuatu yang kita minta pada Allah tidak selalu Allah berikan pada kita, bukan karena Allah tak sayang pada kita, tapi itu karena Allah begitu sayang pada kita.
“... Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk padamu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah 216)
Semoga aku selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur... hingga di detik ini
7 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar