Minggu, 16 Oktober 2011

Sakit jilid 2

Mengapa pahala menjenguk orang sakit itu begitu banyak????


Saya selalu bertanya2..., apakah dalam hadist dikatakan bahwa ketika menjenguk kita harus membawa sekeranjang buah-buahan? membawa kueh? membawa roti dan susu? satu buket bunga?
Tidak sahabat... kita hanya dicontohkan untuk menjenguk orang yang sedang sakit...

Maka izinkanlah saya membagi sedikit pengalaman saya,... mudah-mudahan bisa menjadi hikmah bagi siapapun yang membacanya.


Kisah ini terjadi di Ramadhan tahun lalu..., salah satu tetangga saya yang bernama Mbah Trimo. Beliau seorang kakek tua, bersama istrinya setiap bulan Ramadhan beliau selalu berjualan bakso dirumahnya. Saya dan teman-teman di Remaja Masjid setiap bulan Ramadhan selalu mampir kerumahnya sehabis tarawih...

Namun ramadhan tahun kemaren beliau menderita penyakit, beliau terbaring dirumahnya setelah beberapa hari masuk Rumah Sakit...., sudah menjadi tradisi bagi kami, jika ada seseorang yang sakit, apalagi kami kenal kami selalu menjenguknya... dan terjadilah percakapan dengan salah satu adik saya di mesjid.

Dewi               : "Mba... kapan kita mau nengok??? si mbah udah parah.. udah ga bisa apa-apa

Saya               : " Besok ya wie.... harus nunggu anak-anak pada kumpul dulu..."

Dewi              : " Yaudah besok ya mba...."

Saya               : " Ya, Insya Allah...

Dua hari kemudian kami belum juga menjenguk si mbah... hingga pada malam ini... Sepulang sholat taraweh...
Dewi               : " Mba... jadikan sekarang jenguk simbah? Simbah udah ga bisa apa-apa sekarang..."

Saya               : " Iya wie... insya allah, yu kita kesana sekarang"

Dewi               : "Yauda mba..., aku samper anak-anak dulu bentar yah. Mba tunggu di mesjid"

Saya               : " Iya wie...."

Beberapa menit kemudian dewi kembali lagi.....
sambil menangis tiba-tiba saja dewi memeluk saya... dan berkata

"SiMbah udah dipanggil Allah mba....."

Saat itu saya benar-benar merasa bersalah... sayapun tidak bisa berkata apa-apa...., kami semua akhirnya hanya bisa menemui Simbah saat Allah sudah mengambil nyawanya....

Innalillahi wainnalillahirojiun....
Malam ini ketika datang kerumah simbah... kami hanya bisa menangis dengan rasa bersalah yang amat dalam.. (Semoga Allah menerima semua amal ibadah Mbah yah...aamiin)

Catatan 1
Sahabat.... jangan pernah menunda-nunda kebaikan..., apalagi jika berkaitan dengan menjenguk orang sakit

Cerita kedua, terjadi sore tadi... ketika saya melewati rumah Ibu Edi, beliau adalah tetangga dekat saya. Sejak kecil saya sering maen dan dititipkan dirumah bu edi, jadi dekat sekali sampai sekarang. Beberapa minggu yang lalu beliau kecelakaan, jatuh dari motor... tangan kanannya keseleo, tangan kirinya patah.
Sejak saya menjenguknya beberapa minggu lalu, saya baru bertemu lagi dengan bu edi tadi sore.
Saya melihat tangannya masih bengkak besar sekali, masih di perban dan di balut hingga pergelangan tangan atas.

Saya               : " Gimana bu edi..., udah baikkan belum tangannya?"

Bu Edi            : " Ya ginilah de...., masih bengkak"

Saya               : " Udah kontrol lagi kedokter belum bu?"

Bu Edi            : " Gak kedokter, tapi ke pengobatan alternatif, alhamdullilah tulangnya udah gak terlalu sakit"

Saya               : " Owh... terus sholatnya gimana bu?"

Bu Edi            : " Yah... sambil duduk, mau wudhu aja susah, mandi, pake baju semuanya dipakaiin
                            jadi kaya anak kecil lagi de, baru kerasa klo gini mah apa-apa susah"

Saya               : " Owh.. iya bu... sabar ya bu... mudah-mudahan cepet sembuh yah... =)"

Bu Edi            : " Iya de, makasih yah"

Saya               : "Assalamualaikum"

Bu Edi            : " Waalikumsalam"

Catatan 2
Harus banyak bersyukur sama Allah, ketika diberi kesehatan..., semua organ tubuh bisa berfungsi dengan baik idealnya ibadahnya harus baik, karena kalau diberi sedikit saja ujian seperti itu... Pasti kita tidak akan bisa beribadah dengan maksimal.

Kalo cerita ketiga... sebenarnya sudah lama sekali...., kenapa pahala menjenguk orang sakit itu sangat besar?
Kita sudah memberikan kebahagiaan bagi orang yang sakit..., silahkan tanya pada diri sahabat-sahabat... jika sedang sakit kemudian di jenguk bahagia atau tidak???
Secara psikologis, kedatangan orang-orang itu telah memberikan energi dan motivasi postif untuk kita agar kita bisa lekas sehat kembali.

Waktu saya kuliah, karena aktivitas yang banyak dan pola makan yang tidak teratur akhirnya saya sakit... kena gejala types, dan saya hanya bisa tergolek lemas di kasur (saat itu saya tidak dirawat tapi berobat jalan) Namun saya sangat terharu ketika banyak orang yang menjenguk saya...
Pertama teman2 akhwat, sahabat seperjuangan di Rohis SMA... mereka membawakan saya buah-buahan
Kedua teman2 ikhwan, sahabat perjuangan di Rohis SMA juga.. tau.. mereka bawa apa???
mereka membawa satu buah Semangka Besar dan 6 buah Poccari Sweat...
Ketiga teman2 di mesjid dan adik2 dimesjid....
waaaaaah saya terharu sekali mereka datang menyerbu rumah saya, beban rasa sakit ini jadi terasa ringan melihat wajah adik2 yang polos dan ceria. Bukankah memberikan kebahagiaan bagi saudara sesama muslim itu juga merupakan amal sholeh?

Catatan 3
"Salah satu amal yang paling utama adalah membahagiakan seorang muslim, yaitu dengan membantu melunasi hutangnya, memenuhi kebutuhan dan meringankan bebannya" (HR. Baihaqi)

Bumi Allah, 16 Oktober 2011
Semoga kita jadi semakin sering menjenguk orang yang sakit...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar