Siapa yang berusaha membenahi batin, Allah SWT akan meluruskan lahirnya, siapa yang berbuat demi agamanya niscaya Allah akan menanggung kehidupan dunianya, siapa yang memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan makhluk (Ali bin Abi Thalib)
Selasa, 24 April 2012
Rabu, 11 April 2012
Ingatkan aku akan rasa Malu...
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ
“Rasa malu itu hanya mendatangkan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Imron bin Hushain)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ قَالَ أَوْ قَالَ الْحَيَاءُ كُلُّهُ خَيْرٌ
Rasulullah bersabda, “Rasa malu adalah kebaikan seluruhnya atau rasa malu seluruhnya adalah kebaikan.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Iman itu terdiri dari 70 sekian atau 60 sekian cabang. Cabang iman yang paling utama adalah ucapan la ilaha illalloh. Sedangkan cabang iman yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari tempat berlalu lalang. Rasa malu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Suatu ketika Nabi menjumpai seorang yang sedang mencela saudaranya karena dia sangat pemalu, Nabi lantas bersabda, “Biarkan dia karena rasa malu itu bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nabi jelaskan dalam sabdanya, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu duhai Rasulullah”, jawab para sahabat. Nabi bersabda,
Nabi jelaskan dalam sabdanya, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya”. “Kami sudah malu duhai Rasulullah”, jawab para sahabat. Nabi bersabda,
لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرْ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ
“Bukan demikian namun yang dimaksud malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya adalah menjaga kepala dan anggota badan yang terletak di kepala, menjaga perut dan anggota badan yang berhubungan dengan perut, mengingat kematian dan saat badan hancur dalam kubur. Siapa yang menginginkan akhirat harus meninggalkan kesenangan dunia. Siapa yang melakukan hal-hal tersebut maka dia telah merasa malu dengan Allah dengan sebenar-benarnya.” (HR. Tirmidzi dll, dinilai hasan karena adanya riwayat-riwayat lain yang menguatkannya oleh Al Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. 935)
Bumi Allah, 12 April 2012
Selasa, 27 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
Buku Baru....
Minggu siang di Jakarta.... 11 Maret 2012
Seperti yang sudah aku persiapkan jauh-jauh hari..., Islamic Book Fair 2012. Adalah salah satu agenda penting yang tidak boleh dilewatkan untuk dihadiri. Tahun lalu, pertama kali datang begitu takjub, kenapa? Di Bandung Pameran buku itu hanya beberapa kali terjadi dalam satu tahun. Itupun tempatnya selalu di Gedung Landmark jalan Braga, tempat yang menurutku tidak begitu luas, sehingga wajar saja jika tiap tahun, penerbit yang banyak memenuhi stand, itu lagi-itu lagi.
Kuda
Setelah melarikan diri dari Ratu yang Jahat, sang puteri tinggal didalam hutan bersama 7 kurcaci yang baik hati, namun sang ratu yang jahat dan licik akhirnya punya ide untuk dapat memusnahkan saingan terberat agar menjadi wanita paling cantik di dunia, saat 7 kurcaci lengah, dan mereka bertujuh pergi untuk bekerja, puteri salju ditinggal sendirian di rumah mungil itu, dan dengan kemahirannya, sang ratu jahat menyamar menjadi seorang nenek tua yang menawarkan beberapa buah apel merah segar pada sang puteri.
Selasa, 28 Februari 2012
Akhwat....
“Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)
Catatan dari hati...
Tanpa sadar sudah menginjak bulan Februari 2012, rasanya sudah lama tidak menulis, belakangan ini pekerjaan saya memang sangat banyak, hingga saya hanya punya sedikit waktu untuk mengerjakan sesuatu yang biasa saya lakukan setiap hari, membaca... dan menulis... Banyak hal yang terjadi selama beberapa hari belakangan ini, namun seperti air hujan yang jatuh dan menghanyutkan dedaunan, semua memori itu pun akhirnya tergerus waktu hingga saya tak mampu menuliskannya kembali dalam kata-kata...
Langganan:
Postingan (Atom)


