“Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)
Beberapa waktu lalu saya menerima telepon dari salah seorang sahabat saya ....
Sahabat saya : “Assalamualaikum wr wb”
Saya :“Walaikumsalam...., hai kamu... kemana aja? Udah lama gak ketemu...
Sahabat saya : “ Ia ih, semenjak ngajar TK aku sibuk banget, ari kamu gimana, masih ngajar ?”
Saya : “Yaaaa.... gitulah....”
Sahabat saya : “ Gimana anak-anak dimesjid? Masih rame? Ada agenda apa dekat ini?”
Saya : “Yaaa... masihlah, gak tentu, kalo lagi banyak ya banyak, kalo sedikit ya sedikit, tadinya mau rihlah, tapi batal”
Sahabat saya : “ oooooh, eh kamu inget si novi gak? Adik kelas kita di SMP?”
Saya : “ Oh, Novi anak Karima (Keluarg Mesjid As- Syahid), iya inget, kenapa?”
Sahabat saya : “ ah enggak, kemaren dia nanyain kamu, katanya pengen ketemu”
Saya : “ Oh iya? Sok ajah ?”
Sahabat saya : “ Iya dia mau tau, kamu masih akhwat gak? Masih jilbaber gak? Hahahahaha”
Saya : “-_________-, kenapa??? Penting yah???”
Sahabat saya : “Ya enggaklah, biasanya klo udah lulus kuliah dan kerja mah banyak akhwat yang berubah dan gak jilbaber lagi, malah dibuka jilbabnya hahahaha”
Saya : “Owh yaudah, atur-atur aja waktunya sama kamu, kalo ga bentrok sama kerjaan hayu ajah aku mah”
Sahabat saya : “Sip-sip”.....
Masih akhwat gak ? Masih jilbaber gak ?
Pertanyaannya simpel, tapi dalam buat saya....
Akhwat, jilbaber.... pasti pandangan kita sama...., merujuk pada makhluk Tuhan yang tubuhnya tertutupi kemuliaan, dengan pakaian ketakwaan.
Yang pandangannya terjaga, jilbabnya panjang, sehingga jika ia duduk ujung jilbabnya akan jatuh kelantai, yang kedua tangannya tak pernah lepas dari manset, dan kakinya selalu tertutupi kaos kaki.
Yang bicaranya tegas dan lugas dengan lawan jenis, bahkan mungkin terlihat judes di mata para lelaki yang mengaguminya.
Yang isi tasnya tidak dipenuhi oleh kosmetik, tapi selalu diisi Al-Quran, Al Matsurat, buku agenda harian, dan buku/majalah Islam.
Yang senyumnya begitu mahal untuk lawan jenis, namun sangat merekah jika bertemu dengan kawannya yang sama-sama jilbaber.
Yang tak pernah mau disentuh atau menyentuh yang bukan mahramnya, yang selalu menolak duduk beresebelahan dengan lawan jenis, dan tak pernah mau di bonceng dengan motor, atau diantar dan dijemput dengan mobil.
Yang isi handphone serta Laptopnyanya lebih banyak diisi dengan Quran, Murratal, dan lagu-lagu nasyid.
Yang kamarnya di penuhi dengan buku-buku Islam, Fikih Wanita, Shirah Shahabiyah, Wanita-wanita Penghuni Syurga, Fikih Pernikahan, Fikih Rumah Tangga, Materi Keakhwatan 1-3, Manhaj Tarbiyah.
Yang agenda hariannya dipenuhi dengan setumpuk amanah dakwah, mentoring, liqa, halaqah, daurah, mukayyam, rapat, dan syuro
Yang prestasi akademiknya tak pernah dibawah standar, tapi selalu diatas rata-rata. Yang selalu ranking 3 besar di sekolah, atau selalu ber IP diatas 3,5.
Apalagi????
Setau saya akhwat itu artinya perempuan, tapi memang identiknya ditujukan pada wanita muslimah yang jilbabnya panjang, entahlah saya akhwat atau bukan, yang jelas saya perempuan. Jilbaber atau bukan? Itu juga sangat relatif.... yang jelas, sejak saya memakai Jilbab pertama kali hingga sekarang, ukuran panjangnya relatif stabil. Tidak pendek dan tidak panjang, manset... itu saya gunakan untuk melindungi saja (biar terlihat sempurna menutup auratnya), kaos kaki... iya, karena itu salah satu bagian yang tidak boleh diperlihatkan.
Saya tidak pandai medefinisikan sesuatu, mungkin sahabat-sahabat lebih fasih menggambarkan sosok “akhwat”...., silahkan di koreksi jika ada tulisan saya yang salah, saya sangat menghormati akhwat-akhwat yang bisa seperti itu dan bisa istiqomah dalam menjalankannya, semoga Bidadaripun Cemburu Padamu...
29 Februari 2012
Bumi Allah....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar