Setelah melarikan diri dari Ratu yang Jahat, sang puteri tinggal didalam hutan bersama 7 kurcaci yang baik hati, namun sang ratu yang jahat dan licik akhirnya punya ide untuk dapat memusnahkan saingan terberat agar menjadi wanita paling cantik di dunia, saat 7 kurcaci lengah, dan mereka bertujuh pergi untuk bekerja, puteri salju ditinggal sendirian di rumah mungil itu, dan dengan kemahirannya, sang ratu jahat menyamar menjadi seorang nenek tua yang menawarkan beberapa buah apel merah segar pada sang puteri.
Dengan rayuan indahnya, sang puteri yang cantik jelita dan baik hati itu akhirnya mau memakan buah apel merah segar yang menggoda, namun ia tak sadar bahwa apel yang dimakannya adalah apel beracun yang membuatnya akan tertidur lama dalam keabadiaan, sang puteri jatuh pingsan, ketujuh kurcaci bersedih, dan hanya bisa meratapi sang puteri malang itu terdiam tak berkutik.
Hingga suatu saat, datanglah seorang pangeran berkuda, pangeran yang tampan dan gagah berani itu mengetahui bahwa sihir itu adalah buatan Ratu yang jahat, dan ia tau satu-satunya cara menghilangkan pengaruh sihir itu adalah dengan membangunkan sang puteri dengan sebuah kecupan, singkat cerita sang puteri saljupun kembali sadar, hidup, dan kemudian hidup bahagia dengan sang pangeran.
___________________***__________________
Cerita apa itu? Sang puteri Salju dan Pangeran Berkuda yang baik hati? Dasar dongeng!!! Saya baru sadar, itu cerita gada bagus-bagusnya, bikin orang menghayal gak jelas, dan merusak akidah umat, apalagi kalo diceritakan kepada anak-anak kita, gada cerita yang lebih heroik dan mendidik gitu?
Maaf saya gak mau bahas lebih jauh tentang Puteri Salju, silahkan dikritisi sendiri saja. Hanya satu hal yang selalu saya ingat, mengapa Seorang Pangeran begitu terlihat mempesona??? Karena ketampanannya? Karena kekuatannya? Karena keberaniannya? Hahaha mungkin bisa jadi, tapi gimana ceritanya kalo pangeran yang diceritakan tadi adalah pangeran yang hanya pejalan kaki, bukan pangeran berkuda? Hahahaha.... ceritanya pasti akan beda.
Ngomomg-ngomong soal kuda, (intinya mah mau nulis tentang kuda)... saya sangat suka hewan yang satu ini. Entah mengapa hewan ini begitu mempesona untuk saya, saya sendiri tau kuda sejak kecil, dan saya masih menyimpan foto saya bersama kuda waktu usia saya 3 tahunan. Aneh... sekecil itu kenapa saya gak takut yah, sama hewan yang tinggi, besar, dan gagah itu?
Kuda (Equus caballus atau Equus ferus caballus) adalah salah satu dari sepuluh spesies modern mamalia dari genus Equus. Hewan ini telah lama merupakan salah satu hewan ternak yang penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.Kuda dapat ditunggangi oleh manusia dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu, seperti kendaraan beroda, atau bajak. Pada beberapa daerah, kuda juga digunakan sebagai sumber makanan. Walaupun peternakan kuda diperkirakan telah dimulai sejak tahun 4500 SM, bukti-bukti penggunaan kuda untuk keperluan manusia baru ditemukan terjadi sejak 2000 SM.
Nyatanya hingga sekarang, saya begitu suka naik kuda, meski jarang bisa naik kuda, tapi setiap naik kuda saya selalu merasa senang, naik kudapun tak pernah jauh-jauh, dan pasti di tuntun oleh sang pemilik kudanya. Padahal saya begitu sangat ingin bisa menguasai hewan ini, membawanya berlari sekencang mungkin, untuk berjihad... (aamiin)
Hewan yang sejak ratusan tahun lalu menjadi kendaraan paling banyak digunakan oleh para pejuang kebenaran, hewan yang dinaiki oleh para panglima-panglima tangguh, Rasullulah, Khalid bin Walid, Ali bin Abi Thalib, Salahudin Al Ayubi, dan Penakluk Konstantinopel Muhammad Al- Fatih, maaf saya tidak menuliskan panglima yg lain, karena merakalah panglima yang sesungguhnya dalam pandangan saya, makanya saya selalu ingat salah satu hadist nabi yang menyuruh kita mengajarkan 3 hal pada anak kita. Berkuda, Memanah, dan Berenang. Dari ketiganya, mungkin yang saya bisa hanya satu, berkuda (meski masih dalam taraf menaiki dan menunggangi).
Dulu Tentara Islam dikenal memiliki pasukan berkuda yang sangat hebat. Di era kejayaan Islam, kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda dan memanah. Sejarah peradaban Islam mencatat, kehebatan pasukan berkuda Islam telah menjadi kunci kemenangan dalam berbagai pertempuran.
Pasukan berkuda biasa disebut kavaleri, yang berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Prancis chevalier yang berarti “pasukan berkuda”. Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk Islamic Technology: An Illustrated History, mengungkapkan, sebelum Islam berkembang, peradaban lain, seperti Bizantium telah memiliki pasukan kavaleri yang tangguh.
Menurut al-Hassan, militer Islam mulai membentuk pasukan berkuda atau kavaleri pada zaman Khilafah Rasyidah. Adalah Khalifah Umar bin Khattab (berkuasa pada tahun 31-41 H) yang berupaya untuk mengumpulkan kuda bagi tujuan milter dari berbagai daerah. “Hasilnya, terdapat sekitar 4.000 ekor kuda di Kufah. Setelah itu, sedikit demi sedikit strategi kemiliteran Islam berubah, ” ungkap al-Hassan. Pada awalnya, pasukan kavaleri Islam tak terlalu dominan. Berbekal tombak dan pedang, pasukan tentara berkuda Islam memaikan peranan penting untuk menyerang panggul dan pantat musuh. Perlahan namun pasti, kekuatan kavaleri yang dimiliki militer Muslim semakin bertambah besar dan kuat.
Saya selalu membayangkan betapa gagahnya seorang wanita yang bisa berkuda, seorang wanita yang dipunggungnya membawa panah dan busur seperti Legolas, dan ditangannya menggenggam sebuah pedang yang begitu tajam seperti Aragon...., berlari dengan kencang bersama kudanya, menjemput syahid di medan perang, melawan musuh-musuh Allah...
Semoga suatu saat saya bisa seperti itu… aamiin
Sumber :
Wikipedia
Bumi Allah 20 Maret 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar